Mahar perkawinan adat Bugis di tinjau dari perspektif fiqh mazhab: Telaah tentang mahar dalam masyarakat Bugis di Balle-Kahu Kabupaten Bone

Alphaniar, Ahmad Harris (2008) Mahar perkawinan adat Bugis di tinjau dari perspektif fiqh mazhab: Telaah tentang mahar dalam masyarakat Bugis di Balle-Kahu Kabupaten Bone. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
04210043.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (713kB)

Abstract

INDONESIA:

Hak istri terhadap suami antara lain meliputi hak kebendaan misalnya nafkah, mahar atau maskawin. Hak rohaniah umpamanya mencakup perlakuan adil dari suami jika ingin beristri lebih dari satu (poligami) dan tidak boleh mencelakakan istrinya. Salah satu ajaran Islam yang memperhatikan dan menghargai harkat dan martabat perempuan adalah memberi hak penuh untuk mengurus mas kawin yang diberikan oleh suaminya sekaligus menggunakan sesuai dengan kemauannya.

Para Fuqaha sepakat bahwasanya mahar itu ada dua macam, yaitu mahar musamma dan mahar mitsil

Sompa (secara harfiah berarti “persembahan” dan sebetulnya berbeda dengan mahar dalam Islam) yang disimbolkan dengan uang rella’ (yakni rial, mata uang Portugis yang sebelumnya berlaku, antara lain di Malaka). Rella ini ditetapkan sesuai dengan status perempuan dan akan menjadi hak miliknya.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba memberikan informasi yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis, faktual, akurat mahar dalam perkawinan adat Bugis di desa Balle, Kahu, Kabupaten Bone dan hal-hal yang berkaitan dengan penetapan sompa.

Berdasarkan hasil penelitian di desa Balle mengenai mahar perkawinan adat Bugis ditinjau dari perspektif fiqh mazhab (telaah tentang mahar dalam masyarakat Bugis di Balle, Kahu, Kabupaten Bone), maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Di dalam perkawinan masyarakat yang berdomisili di desa Balle yang dimaksud dengan mahar itu adalah sompa itu sendiri.
2. Dalam menentukan mahar menurut masyarakat yang berdomisili di desa Balle, yang harus diperhatikan adalah status sosial dari wanita tersebut.
3. Setelah menganalisa dengan menggunakan fiqh mazhab sebagai rujukan, maka dapat dikatakan bahwasanya, mayoritas peraturan yang berkaitan dengan sompa didasarkan pada fiqh mazhab Hanafiyah

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Kumkelo, Mujaid
Keywords: Nafkah; Mahar musamma dan mahar mitsil; Sompa; Hanafiyah
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Desy Putri Andika
Date Deposited: 10 Aug 2016 11:41
Last Modified: 10 Aug 2016 11:41
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4263

Actions (login required)

View Item View Item