Suaidi, Suaidi (2008) Persepsi masyarakat pesisir Madura terhadap mustahiq zakat: Kajian atas pemberian zakat fitrah kepada kyai di Dusun Laok Tambak, Desa Padelegan, Kec. Pademawu, Kab. Pamekasan. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
|
Text (Full text)
04210078.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (560kB) | Preview |
Abstract
INDONESIA:
Mustahiq zakat adalah orang yang berhak menerima zakat. Dalam A l-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 menjelaskan bahwa mustahiq zakat itu terdiri dari delapan golongan yaitu pertama fakir, kedua miskin, ketiga amil, keempat mu’allaf, kelima riqab, keenam gharim, ketujuh fi sabilillah, kedelapan ibnu sabil. Namun bagi masyarakat Dusun Laok Tambak Desa Padelega n Kec. Pademawu, Kab. Pamekasan, golongan mustahiq zakat tidak hanya terbatas pada kedelapan golongan tersebut. Mayoritas masyarakatnya juga memberikan zakat fitrahnya kepada kyai yang secara terminologi tidak tercantum ke dalam delapan golongan yang ada. Hal ini menja di suatu fenomena yang menarik untuk diteliti dan dikaji.
Adapun fokus penelitian ini adalah bagaimana persepsi masyarakat Dusun
Laok Tambak Desa Padelegan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan terhadap mustahiq zakat, dan mengapa masyarakat Dusun Laok Tambak Desa Padelegan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan lebih mengutamakan memberikan zakat kepada kyai. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat serta alasan atau motivasi mereka didalam memberikan zakat fitrahnya kepada kyai.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena penelitian akan menjelaskan atau mendiskripsikan fenomena pemberian zakat fitrah yang dilakukan oleh suatu masyarakat. Sedangkan metode analisisnya menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Adapun hasil yang diperoleh dari penelititian ini adalah pertama , mayoritas masyarakat Laok Tambak belum memahami secara utuh tentang “mustahiq zakat fitrah”, mereka hanya menyebutkan fakir, miskin dan kyai. Kedua, adapun alasan atau motivasi masyarakat Laok Tambak dalam memberikan zakat fitrah kepada kyai adalah karena kyai adalah guru ngaji mereka. Selain itu, motivasi sanksi sosial berupa diremehkan, dijauhi, dikucilkan dan bahkan zakatnya tidak dianggap sah sebagai zakat fitrah jika zakat fitrahnya tidak diberikan kepada kyai.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Tamrin, Dahlan | ||||||
Contributors: |
|
||||||
Keywords: | Persepsi; Masyarakat; Mustahiq zakat; Kyai. | ||||||
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah | ||||||
Depositing User: | Siti Maimunah | ||||||
Date Deposited: | 10 Aug 2016 18:44 | ||||||
Last Modified: | 10 Aug 2016 18:44 | ||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4257 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |