Tradisi weton dalam perkawinan masyarakat Jatimulyo menurut pandangan Islam: Studi pada Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

Achmidah, Enna Nur (2008) Tradisi weton dalam perkawinan masyarakat Jatimulyo menurut pandangan Islam: Studi pada Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
01210035.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (486kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Perkawinan merupakan salah satu bentuk ibadah dalam Agama Islam, selain karena anjuran Allah juga merupakan sunnah Rasulullah SAW. Perkawinan juga bersifat sakral karena di dalamnya ada perlindungan hukum yang melingkupinya. Perkawinan merupakan hubungan antara dua manusia yaitu laki–laki dan wanita dalam memenuhi perintah agama dengan menjalani hidup berkeluarga dalam suatu rumah tangga serta bertujuan membentuk kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

Dalam proses menjelang perkawinan antara dua calon pengantin ada tahapan yang harus dilalui, khususnya bagi masyarakat Jawa, yaitu penghitungan weton (hari kelahiran dan hari pasaran ). Bila hitungan dua calon pengantin sesuai atau cocok dengan pedoman primbon, maka perkawinan dapat dilaksanakan sedangkan bila hitungan wetonnya tidak sesuai atau tidak cocok,maka perkawinan harus dibatalkan. Masyarakat Jawa yang dikenal sangat mengagungkan perasaan merasa ada yang kurang bila dalam perkawinan tidak ada penghitungan weton. Karena apabila dilanggar dikuatirkan akan terjadi hal–hal yang tidak diinginkan.

Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui kenapa masyarakat Jawa memilih weton tertentu untuk melaksanakan perkawinan dan bagaimana hukum Islam menyikapinya. Apakah tradisi–tradisi tersebut bertentangan dengan hukum Islam ataukah justru memperkaya khasanah hukum Islam.

Penghitungan weton ternyata tidak bertentangan dengan hukum Islam karena sudah tersirat dalam Al Qur’an dan hadist Rasulullah SAW serta sudah sesuai dengan kaidah–kaidah hukum Islam. Selain itu, penghitungan weton calon pengantin sebenarnya merupakan bagian dari ikhtiar saja. Segala sesuatunya terserah kepada kudrat dan iradat-Nya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Tamrin, Dahlan
Keywords: Tradisi; Hukum Islam
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Dian Anesti
Date Deposited: 10 Aug 2016 11:51
Last Modified: 10 Aug 2016 11:51
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4252

Actions (login required)

View Item View Item