Responsive Banner

Peran pondok pesantren dalam peningkatan pendidikan agama Islam pada masyarakat: Studi kasus di Pondok Pesantren Nurul Islam Desa Karangcempaka Bluto Sumenep

Hakim, Habibil (2008) Peran pondok pesantren dalam peningkatan pendidikan agama Islam pada masyarakat: Studi kasus di Pondok Pesantren Nurul Islam Desa Karangcempaka Bluto Sumenep. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
04110144.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (622kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Pondok pesantren sebagai suatu sistem pendidikan yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat dijadikan tumpuhan dan harapan untuk dijadikan suatu model pendidikan sebagai variasi lain dan bahkan dapat menjadi alternatif lain dalam pengembangan masyarakat guna menjawab tantangan masalah urbanisasi dan pembangunan dewasa ini. Oleh karenanya pondok pesantren dengan fungsinya harus berada di tengah- tengah kehidupan manusia dalam setiap perkembangannya, dan dapat memberi dasar- dasar wawasan dalam masalah pengetahuan baik dasar aqidah maupun dasar syari’ah. Islam sebagai agama rahmatan lil alamin menganjurkan ummat manusia untuk memahami ajaran-ajaran Islam secara tepat agar dapat dijabarkan dalam kehidupan yang nyata. Maka dari itu tema yang diangkat dalam penelitian ini adalah tentang Peran Pondok Pesantren dalam Peningkatan Pendidikan Agama Islam pada Masyarakat (Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Islam Desa Karangcempaka Bluto Sumenep)

Berdasarkan gagasan di atas, maka rumusan masalah yang diambil dalam peneliatian ini adalah: (1) Bagaimana peran pondok pesantren dalam pengembangan pendidikan Islam pada masyarakat di pondok pesantren Nurul Islam Desa Karangcempaka Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep? (2) Bagaimana pelaksanaan program kegiatan pondok pesantren Nurul Islam dalam kaitannya dengan pengembangan pendidikan Islam pada masyarakat di Desa Karangcempaka Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep? (3) Apa saja faktor- faktor penunjang dan faktor -faktor penghambat dalam pelaksanaan program pengembangan pendidikan islam pada masyarakat di Desa Karangcempaka Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep yang dilakukan oleh pondok pesantren Nurul Islam?

Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Dalam usaha mendapatkan sumber data, penulis menggunakan sample purposif, adapun metode pengumpulan datanya mela lui metode observasi, interview, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya peneliti menggunakan kualitatif deskriptif, selanjutnya untuk pengecekan keabsahan datanya peneliti menggunakan metode triangulasi sumber data.

Sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat dinyatakan bahwa: 1) Peran pondok pesantren Nurul Islam terhadap masyarakat dalam upaya pengembangan pendidikan Islam mempunyai posisi yang cukup signifikan. Dan untuk mewujudkan perannya pesantren menggunakan pendekatan sosio- kultural dengan bentuk kegiatan-kegiatan yang banyak melibatkan masyarakat antara lain, tahlilan (sarwaan) setiap malam jum’at Kegiatan- kegiatan tersebut secara implisit juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap pesantren maupun bisa meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh pesantren. 2) Langkah-langkah yang dilakukan pesantren, pertama perumusan tujuan pesantren, kedua menetapkan program kegiatan yang akan ditempuh dan ketiga penyusunan strategi pelaksanaan program kegiatan. Langkah- langkah tersebut dimanifestasikan dalam bentuk kegiatan: a). arisan tahlilan mingguan, b). pembacaan dhiba’an atau berzanji, c). pembacaan Al quran , d). pengajian keagamaan, e). Penyuluhan (pertanian, keterampilan, manajemen usaha, koperasi simpan pinjam), dan f). program pengabdian bagi santri yang sudah lulus Madrasah Aliyah 3). Faktor penunjang dan faktor penghambat dalam pelaksanaannya, yaitu; faktor penunjang, a). Dukungan dari dewan pengasuh berupa motivasi maupun materi. b). Komitmen dan semangat yang tinggi para pengurus dalam memajukan lembaga meskipun fasilitas tidak memadai, c). Rasa optimisme yang tinggi dari berbagai pihak (pengurus yasasan, dewan pengasuh, para ustadz dan para santri), d). Terbentuknya budaya auto kritik yang bersifat kontruktif di lingkungan pesantren, e). Konsistensi dari para asatidz dan para santri untuk mendukung pelaksanaan program pendidikan Islam pada masyarakat, f). Adanya persepsi dari masyarakat umum bahwa pendidikan Islam lebih penting dari pada pendidikan umum. g). Kemampuan pengasuh menjadi suritauladan, bagi orang lain. Sedangkan faktor penghambatnya meliputi, 1). Multi peran pengurus, yang menyebabkan kiner ja dan konsentrasi kurang maksimal, 2). Sulitnya memahami berbagai karakter yang ada pada masyarakat, 3). Kurangnya partisipasi dari para masyar akat, 4). Kurangnya sarana pendukung dalam pelaksanaan kegiatan, 5). Kurangnya semangat atau keinginan kuat dari para santri dan masyarakat untuk menuntut ilmu, 6). Adanya perilaku yang lebih mendahulukan kepentingan pribadi dari pada kepentingan pondok pesantren.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Asrori, Muhammad
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDAsrori, MuhammadUNSPECIFIED
Keywords: Peningkatan; Peran Pesantren; Pendidikan Islam
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Indar Erdiana
Date Deposited: 10 Aug 2016 18:48
Last Modified: 10 Aug 2016 18:48
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4245

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item