Responsive Banner

Tinjauan Fatwa DSN-MUI Nomor: 115/DSN-MUI/IX/2017 terhadap pelaksanaan kerja sama bagi hasil pada usaha telur asin jaya

Hanifa, Ilfi Laily Noor (2022) Tinjauan Fatwa DSN-MUI Nomor: 115/DSN-MUI/IX/2017 terhadap pelaksanaan kerja sama bagi hasil pada usaha telur asin jaya. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
18220179.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Bagi Hasil merupakan kerjasama antara pemilik modal dan pengelola untuk menjalankan sebuah usaha dengan modal tersebutbaik berupa uang, barang emas atau harta lainnya yang mempunyai kesepakatan bersama apabila mendapat keuntungan maka dibagi bersama dan apabila terjadi kerugian ditanggung bersama. Salah satu contohnya kerja sama bagi hasil pada usaha telur asin Jaya di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu. Namun dalam kenyataannya terkadang ada beberapa masalah yang tidak terduga seperti dalam mengambil keputusan, pembagian keuntungan dan keterlambatan dalam memberikan keuntungan.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mekanisme dan pelaksanaan kerja sama bagi hasil dan untuk menjelaskan tinjauan Fatwa DSN-MUI Nomor: 115/DSN-MUI/IX/2017 terhadap pelaksanaan kerja sama bagi hasil antara pemilik modal dan pengelola telur asin jaya. Jenis metode yang digunakan oleh penulis dalam melakukan penelitian ini adalah metode penelitian yuridis empiris, dengan menggunakan pendekatan yuridis. Sumber data dan pengumpulan data menggunakan sumber data primer dan sekunder serta pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.

Berdasarkan dari hasil penelitian menyatakan bahwasannya pada kegiatan pelaksanaan kerjasama bagi hasil pada usaha telur asin jaya Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu dengan kerjasama dan bagi hasil yang telah dilakukan antara kedua belah pihak dengan mendapatkan keuntungan masing-masing dari prosentasi yang telah ditentukan diawal perjanjian. Dengan prosent ase 70% untuk pengelola dan 30% untuk pemodal. akan tetapi terdapat ketidaksesuaian dalam nisbah bagi hasil keuntungannya ketika pengelola mengalami kerugian.dan terdapatnya pengambilan putusan secara sepihak tanpa melalui musyawarah antara pengelola dan pemodal dalam hal pemotongan nisbah. Dan sering terlambatnya pemberian uang bagi hasil. Pada ketentuan Fatwa DSN MUI dikatakan belum sesuai dan juga belum memenuhi poin-poin yang ada dalam fatwa karena sistem bagi hasilnya dan kelalaian dari pihak pengelola , hal ini tercantum dalam Fatwa DSN MUI Nomor:115/DSN-MUI/IX/2017 yang membahas mengenai akad mudharabah.

ABSTRACT

Profit sharing is a collaboration between the owner of the capital and the manager to run a business with the capital in the form of money, gold or other assets that have a mutual agreement, if there is a profit then it is shared together and if there is a loss, it is shared. One example is the cooperation for profit sharing in Jaya's salted egg business in Tlekung Village, Junrejo District, Batu City. But in reality sometimes there are some unexpected problems such as in making decisions, profit sharing and delays in providing profits.

The purpose of this study is to determine the mechanism and implementation of profit-sharing cooperation and to explain the review of DSN-MUI Fatwa Number: 115/DSN-MUI/IX/2017 on the implementation of profit-sharing cooperation between capital owners and managers of jaya salted eggs. The type of method used by the author in conducting this research is an empirical juridical research method, using a sociological juridical approach. Sources of data and data collection using primary and secondary data sources and data collection is done by observation, interviews and documentation.

Based on the results of the study, it was stated that in the activities of implementing profit sharing cooperation in the salted egg business Jaya Tlekung Village, Junrejo Subdistrict, Batu City with cooperation and profit sharing that had been carried out between the two parties by getting their respective benefits from the percentage that had been determined at the beginning of the agreement. With a percentage of 70% for managers and 30% for investors. however, there is a discrepancy in the profit-sharing ratio when the manager experiences a loss, and there is a unilateral decision-making without going through deliberation between the manager and the investor in terms of cutting the ratio. And often late in giving money for the results. In the provisions of the MUI DSN Fatwa it is said that it is not appropriate and also has not fulfilled the points contained in the fatwa because of the profit sharing system and negligence on the part of the management, this is stated in the MUI DSN Fatwa Number: 115/DSN-MUI/IX/2017 which discusses the mudharabah contract.

مستخلص البحث

تقاسم الأرباح هو تعاون بين مالك رأس المال والمدير لإدارة الأعمال التجارية برأس المال في شكل أموال أو ذهب أو أصول أخرى لها اتفاق متبادل ، إذا كان هناك ربح ، فسيتم مشاركته معًا وإذا كان هناك هي خسارة ، فهي مشتركة. أحد الأمثلة على ذلك هو التعاون من أجل تقاسم الأرباح في تجارة البيض المملح في جايا في قرية تيلكونغ ، مقاطعة جونريجو ، مدينة باتو. ولكن في الواقع ، توجد في بعض الأحيان بعض المشكلات غير المتوقعة مثل اتخاذ القرارات وتقاسم الأرباح والتأخير في توفير الأرباح.

الغرض من هذه الدراسة هو تحديد آلية وتنفيذ تعاون تقاسم الأرباح وشرح مراجعة بشأن تنفيذ تعاون تقاسم الأرباح بين أصحاب رأس المال و مديري جايا DSN-MUI: 115 / DSN-MUI / IX / 2017 البيض المملح. إن نوع المنهج الذي استخدمه المؤلف في إجراء هذا البحث هو أسلوب بحث تجريبي قانوني ، باستخدام منهج. يتم جمع البيانات ومصادر البيانات باستخدام مصادر البيانات الأولية والثانوية وجمع البيانات عن طريق الملاحظة والمقابلات والتوثيق

بناءً على نتائج الدراسة ، تم الإشارة إلى أنه في أنشطة تنفيذ تعاون تقاسم الأرباح في تجارة البيض المملح قرية جايا تليكونغ ، منطقة جونريجو الفرعية ، مدينة باتو بالتعاون وتقاسم الأرباح التي تم تنفيذها بين الطرفين من خلال الحصول على مزايا كل منهما من النسبة التي تم تحديدها في بداية الاتفاقية. بنسبة 70٪ للمديرين و 30٪ للمستثمرين. ومع ذلك ، هناك تباين في نسبة المشاركة في الربح عندما يتعرض المدير لخسارة ، ويكون هناك اتخاذ قرار من جانب واحد دون المرور بالمداولات بين المدير والمستثمر فيما يتعلق بقطع النسبة. وغالبا ما يتأخر في التبرع بالمال مقابل النتائج. يقال في أحكام فتوى أنه غير مناسب كما أنه لم يستوف النقاط الواردة في الفتوى بسبب نظام تقاسم الأرباح وإهمال الإدارة ، وهذا مذكور في فتوى الذي يناقش عقد المضاربة DSN-MUI: 115 / DSN-MUI / IX / 2017

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Al Munawar, Faishal Agil
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDAl Munawar, Faishal AgilUNSPECIFIED
Keywords: fatwa DSN-MUI; bagi hasil; telur asin jaya
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Ilfi Laily Noor Hanifa
Date Deposited: 19 Dec 2022 09:29
Last Modified: 19 Dec 2022 09:29
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/42448

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item