Responsive Banner

Efektivitas Gakkumdu dalam peraturan Bawaslu Nomor 31 Tahun 2018 tentang sentra Gakkumdu ditinjau dari teori penegakan hukum

Alhuda, Bukhari (2020) Efektivitas Gakkumdu dalam peraturan Bawaslu Nomor 31 Tahun 2018 tentang sentra Gakkumdu ditinjau dari teori penegakan hukum. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
16230007.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Bawaslu sebagai pengawas jalannya pemilihan umum membentuk Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) untuk mengawal penegakan tindak pidana dalam pelaksanaan pemilihan umum agar tercapai pemilihan umum yang tertib dan adil serta dalam terbentuknya Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) dalam menangani tindak pidana Pemilu. Keanggotaan Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) sendiri terbentuk dari tiga lembaga yakni Bawaslu, Kepolisian, Kejaksaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas Gakkumdu dalam Peraturan Bawaslu Nomor 31 Tahun 2018 Tentang Sentra Gakkumdu.

Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif yang prosesnya menganalisis peraturan yang ada dengan permasalahan yang terjadi. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual yang berusaha mendeksripsikan dan menganalisa hasil penelitian yang didapatkan dari perundangg-undangan. Sedangkan pendekatan konseptual yang menjelaskan konsep-konsep atas pandangan dan doktrin yang berkembang di bidang ilmu hukum untuk mendapatkan inspirasi isu hukum yang dihadapi. Sumber bahan hukum menggunakan sumber data primer, yaitu Undang-Undang Dasar Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 serta dalam Peraturan Bawaslu Nomor 31 Tahun 2018. Selanjutnya metode penelitian dengan mengunakan kuantitatif dan bahan hukum sekunder yang didapatkan di luar data primer berupa jurnal, buku dan karya ilmiah hukum, wawancara dengan praktisi di bidangnya.

Hasil penelitian ialah hukum Lawrence M. Friedman keberhasilan dan efektivitas penegakan hukum bergantung pada tiga unsur, yaitu struktur hukum (legal structure) dalam hal ini yaitu Sentra Gakkumdu ( Bawaslu, Kejaksaan, Kepolisian) yang belum bisa menuntaskan masalah pelanggaran Pemilihan Umum yang jujur, adil dan transparan sesuai asas Pemilihan Umum dan wewenang yang dimiliki antara ke tiganya masih sering terjadi beda pemahaman. Substansi hukum (legal subtance) Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum dan Peraturan Bawaslu Nomor 31 Tahun 2018 Tentang Sentra Gakkumdu belum bisa memberikan aturan yang tegas mengenai bagaimana mengatur bahwa pelanggaran tindak pidana bisa dikategorikan pidana atau tidaknya karena masih banyaknya perkara yang lolos di ranah persidangan oleh Hakim sehingga perlu adanya revisi terkait peraturan tersebut baik itu dengan membuat peradilan khusus atau perombakan Sentra Gakkumdu sesuai tugasnya dengan jelas dan tersistem. Terakhir adalah budaya hukum (legal culture), berkaitan dengan tidak efektivnya adanya Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) karena masih banyak masyarakat yang melakukaan pelanggaran Pemilihan Umum mulai dari kampanye, politik uang atau alat peraga kampanye. Kurangnya sinergi antara Gakkumdu dengan masyarakat dalam menangani ini mulai dari akar permasalahan Dengan begitu perlu adanya partisipasi antara masyarakat dan Gakkumdu setempat yang lebih aktif supaya diharapkan gakkumdu bisa memaksimalkan tugas dan memenuhi ke inginan dalam penegakan pidana pemilu.

ABSTRACT

Bawaslu as supervisor course of elections to form Gakkumdu Center (Integrated Law Enforcement) to oversee the enforcement of criminal acts in General Elections in order to achieve an orderly election and equitable and in the formation of Gakkumdu (Integrated Law Enforcement) in dealing with the crime of elections. Membership of Gakkumdu (Integrated Law Enforcement) itself is formed from three institutions, namely Bawaslu, Police, Prosecutor's Office. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of Gakkumdu On Bawaslu Regulation Number 31 Of 2018 concerning Gakkumdu Center.

The research used is a type of normative research whose process is to analyze the existing regulations with the problems that occur. The research approach uses a statutory and conceptual approach that seeks to describe and analyze research results obtained from legislation. Meanwhile, the conceptual approach explains the concepts of views and doctrines that develop in the field of legal science to get inspiration on legal issues at hand. Sources of legal materials use primary data sources, namely the 1945 Constitution, Act Number 7 of 2017 and Bawaslu Regulation Number 31 of 2018. Furthermore, secondary legal materials obtained outside of primary data are journals, books and legal scientific papers, interviews with practitioners in their fields

The result of the research is that the law of Lawrence M. Friedman, the success and effectiveness of law enforcement depends on three elements, namely the legal structure in this case, namely Gakkumdu Center (Bawaslu, Prosecutor’s Office, Police) which has not been able to solve the problem of honest, fair election violations. and transparency according to the principle of General Election and the authority possessed by the three of them is still often different in understanding. Legal substance (legal substance) Act Number 7 of 2017 concerning General Elections and Bawaslu Regulation Number 31 of 2018 concerning Gakkumdu Center has not been able to provide strict rules regarding how to regulate that a criminal offense can be categorized as a criminal or not because there are still many cases that pass in the realm of the trial by the Judge so that there needs to be a revision regarding the regulation either by making a special court or overhauling the Gakkumdu Center according to its duties in a clear and systematic manner. Lastly is the legal culture, related to the ineffectiveness of the existence of Gakkumdu (Integrated Law Enforcement) because there are still many people who commit violations of General Elections starting from campaigns, money politics or campaign props.

مستخلص البحث:

قام هيئة الإشراف على الانتخابات العامة بإقامة تطبيق القانون المتكامل للإشراف على تنفيذ الأعمال الإجرامية في تنفيذ الانتخابات العامة من أجل تحقيق انتخابات منظمة وعادلةو للتعامل الجرائم عند الانتخابات العامة.و عضوية تطبيق القانون المتكامل تتكون من ثلاث مؤسسات وهم: هيئة الإشراف على الانتخابات العامة والشرطةو محامي. والغرض من هذه الدراسة هي تحليل فعالية GAKKUMDU(تطبيق القانون المتكامل( من اللوائح هيئة الإشراف على الانتخابات العامة النمرة ٣۱ الستة ٢۰۱۸ بشأن مركز تطبيق القانون المتكامل.

البحث المستخدم هو نوع من البحث المعياري الذي تتمثل عمليته في تحليل اللوائح الحالية مع المشكلات التي تحدث. يستخدم نهج البحث نهجًا قانونيًا ومفاهيميًا يسعى إلى وصف وتحليل نتائج البحث التي تم الحصول عليها من التشريعات. يستخدم نهج البحث نهجًا قانونيًا ومفاهيميًا يسعى إلى وصف وتحليل نتائج البحث التي تم الحصول عليها من التشريعات. تستخدم مصادر المواد القانونية مصادر البيانات الأولية وهي دستور عام ۱۹٤٥ والقانون رقم۷ السنة ٢۰۱۷ ولائحة هيئة الإشراف على الانتخابات العامة رقم ٣١ السنة ٢٠١۸. وأمّا المواد القانونية الثانوية التي تم الحصول عليها خارج البيانات الأولية في شكل مجلات وكتب وأوراق علمية قانونية ومقابلات مع ممارسين في مجالاتهم.

نتيجة البحث أن قانون Lawrence M. Friedman ، يعتمد نجاح وفعالية تطبيق القانون على ثلاثة عناصر, الأول هو الهيكل القانوني في هذه الحالة مركز GAKKUMDU (هيئة الإشراف على الانتخابات العامة والشرطة و محامي) أولئك الذين لم يتمكنوا من حل مشكلة انتهاكات انتخابات عامة الذين يتسمون بالصدق والنزاهة والشفافية وفقًا لمبادئ الانتخابات العامة والسلطة التي يمتلكها الثلاثةلايزالون في كثير من الأحيان لديهم اختلافات في الفهم. والثاني هو مادة قانونية, والقانون رقم۷ السنة ٢۰۱۷ بشأن الانتخابات العامة ولائحة هيئة الإشراف على الانتخابات العامة رقم ٣١ السنة ٢٠١۸ بشأن مركز GAKKUMDU (تطبيق القانون المتكامل(لا يمكن تقديم قواعد واضحة بشأن كيفية تنظيم جريمة جنائية يمكن تصنيفها على أنها جنائية أم لا لأنه لا يزال هناك العديد من القضايا التي مرت في منطقة المحكمة من قبل القاضي بحيث تكون هناك حاجة إلى مراجعة هذه اللوائح إما عن طريق إنشاء محكمة خاصة أو تغيير مركز GAKKUMDU وفقًا لواجباته الواضحة ومنهجي. والأخير الثقافة القانونية المتعلقة بعدم فاعلية وجود GAKKUMDU (تطبيق القانون المتكامل) لأنه لا يزال هناك العديد من الأشخاص الذين يرتكبون انتهاكات للانتخابات العامة بدءًا من الحملات أو سياسات المال أو الدعائم الانتخابية. نقص التآزربين GAKKUMDU مع المجتمع في التعامل, مع هذا يبدأ من جذور المشكلة. وبالتالي ، هناك حاجة لمزيد من المشاركة النشطة بين المجتمع المحلي و GAKKUMDU المحلي.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Hasba, Irham Bashori
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDHasba, Irham BashoriUNSPECIFIED
Keywords: Efektivitas; Sentra Gakkumdu; Penegakan Hukum; Effectiveness; Gakkumdu Center; Law Enforcement فعالية; مركز GAKKUMDU(تطبيق القانون المتكامل(; إنفاذ القانون
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180120 Legal Institutions (incl. Courts and Justice Systems)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Tata Negara
Depositing User: Bukharia Alhuda
Date Deposited: 07 Dec 2022 14:50
Last Modified: 29 Mar 2023 13:33
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/42153

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item