Peranan siaran pengajian agama melalui Radio Persada FM dalam menciptakan learning community pada masyarakat Desa Dalegan-Panceng-Gresik

Mahzumah, Yayuk (2008) Peranan siaran pengajian agama melalui Radio Persada FM dalam menciptakan learning community pada masyarakat Desa Dalegan-Panceng-Gresik. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
04110022.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (986kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup setiap individu manusia sebab pendidikan mampu mewarnai serta menjadi landasan moral etik dalam pembentukan jati diri suatu bangsa. Hasil pendidikan akan dinilai lebih efektif dengan penggunaan media, akan tetapi pada kenyataannya proses pendidikan di kalangan masyarakat melalui media kurang mendapat perhatian lebih. Hal ini disebabkan belajar dengan menggunakan media dianggap kurang efektif dan efisien, juga biayanya relatif mahal, padahal tidak semua media pendidikan memiliki sifat yang mahal dan sulit dalam penggunaannya, contohnya media radio. Media radio dapat dikatakan sebagai media kuno dan tidak secanggih media-media yang ada saat ini, teryata dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan yang efektif, efisien dan murah serta mudah dioprasikan khususnya proses pendidikan di kalangan masyarakat desa yang memiliki tingkat pendidikan dan tingkat sosial menengah ke bawah. Ada beberapa progam yang dapat disiarkan media radio yang dapat dijadikan sebagai sarana belajar bagi masyarakat, contohnya program ceramah agama. Program ceramah agama dapat dijadikan sumber belajar dan juga sangat efektif untuk menciptakan learning community. Oleh sebab itu, pendidik perlu mengetahui peranan siaran pengajian agama melalui Radio Persada FM dalam menciptakan learning community.

Fokus penelitian ini adalah peranan siaran pengajian agama melalui Radio Persada FM dalam menciptakan learning community pada masyarakat desa Dalegan yang meliputi peranan siaran pengajian agama melalui Radio Persada FM dalam menciptakan learning community, strategi Radio Persada FM dalam melalukan pengajian agama untuk menciptakan learning community, tanggapan masyarakat desa Dalegan terhadap siaran pengajian di Radio Persada FM, serta faktor pendukung dan penghambat Radio Persada FM dalam menciptakan learning community. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peranan siaran pengajian agama melalui media radio dalam menciptakan lerning community.

Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpula data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Adapun untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan presisten observation, triangulasi data, dan perderieting.

Hasil penelitian ini menyatakan bahwa siaran pegajian agama melalui Radio Persada FM memiliki berbagai peranan, meliputi peranannya sebagai media dakwah dan pendidikan, peranan sebagai sarana tanya jawab seputar pengetahuan Islam, serta peranan sebagai media silaturrahmi. Strategi Radio Persada FM dalam melakukan pengajian agama untuk menciptakan learning community meliputi mengadakan promo melalui udara, mengadakan tanya jawab secara tidak langsung, materi pengajian agama dikaitkan dengan perkembangan zaman, penggunaan bahasa disesuaikan dengan latar belakang sosial dan budaya masyarakat sekitar, dan mengadakan siaran ulang (taping). Tanggapan masyarakat desa Dalegan terhadap siaran pegajian di Radio Persada FM sangat tertarik dengan program siaran pengajian agama sebab siaran pengajian agama telah memberikan banyak manfaat bagi mereka. Adapun faktor pedukung peranan siaran pengajian agama dalam menciptakan learning community di Radio Persada FM meliputi adanya sarana dan prasarana yang memadai, adanya rasa kekeluargaan dan kekompakan baik antar karyawan maupun antar pendengar Radio Persada FM, serta adanya iklan-iklan yang bergabung. Sedangkan faktor penghambatnya dibedakan menjadi dua yaitu faktor internal meliputi padatnya jadwal penceramah. Adapun faktor eksternal meliputi letak frekuensi, Faktor cuaca yang buruk dan peralatan yang rusak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan bahwa dalam menyiarkan pengajian agama dibutuhkan bermacam-macam strategi agar masyarakat lebih termotivasi untuk belajar serta dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka sehari-hari khususnya belajar tentang pengetahuan agama Islam dan dari situ akan tercipta masyarakat pembelajar atau dapat disebut learning community.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Marno, Marno
Keywords: Pengajian Agama; Media Radio; Learning Community
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Ratih Novitasari
Date Deposited: 10 Aug 2016 11:55
Last Modified: 10 Aug 2016 11:55
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4215

Actions (login required)

View Item View Item