Putri, Dwi Nissa Kamalia (2022) Pertimbangan hakim pengadilan Agama Singaraja dalam penetapan Nafkah ‘Iddah, Nafkah Mut’ah dan eksekusinya pada putusan Verstek Cerai Gugat. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
|
Text (Fulltext)
18210017.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (2MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Putusnya suatu perkawinan adalah istilah yang menjelaskan perceraian. Sengketa perceraian di Pengadilan Agama yang permohonannya dilakukan oleh pihak istri adalah cerai gugat. Salah satu alasan terjadinya cerai gugat yaitu kelalaian suami dalam memenuhi kewajiban sehingga istri dalam amar gugatan menuntut haknya berupa nafkah. Namun faktanya istri masih sangat kesulitan mendapatkan haknya karena banyak suami yang dengan sengaja tidak hadir dalam persidangan yang berakibat pada tuntutan nafkah ‘iddah dan nafkah mut’ah menjadi sia-sia dan oleh hakim diputus menjadi putusan verstek.
Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Dalam skripsi ini digunakan metode pengumpulan data dengan melakukan wawancara secara langsung pada informan yaitu wakil ketua Pengadilan Agama Singaraja dan hakim Pengadilan Agama Singaraja. Pengumpulan data dilakukan secara langsung di Pengadilan Agama Singaraja. Untuk memudahkan dalam memahami data yang didapatkan saat penelitian, data tersebut diolah melalui lima tahap yaitu: 1. edit, 2. pengelompokan data, 3. pemeriksaan data, 4. analisis data, 5. Penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa hakim Pengadilan Agama dalam hal penentuan nafkah bisa melalui permintaan penggugat (surat Direktorat Jendral Badan Peradilan Agama No.1960/DjA/HK.00/6/2021) dan dengan hak ex-officio hakim. Pada perkara cerai gugat hakim Pengadilan Agama Singaraja mempertimbangkan nafkah ‘iddah dan nafkah mut’ah didasari oleh peraturan Surat Edaran Mahkamah Agung No. 3 Tahun 2018. Perkara cerai gugat yang tidak dihadiri suami, hakim Pengadilan Agama Singaraja mempertimbangkan beberapa pertimbangan yaitu, kemampuan ekonomi suami, lamanya perkawinan berlangsung, istri berlaku nusyuz atau tidak, kebutuhan istri dan anak, dan melihat kezaliman suami. Mengenai pandangan hakim tentang proses eksekusi nafkah ‘iddah dan nafkah mut’ah yang tertunda pada putusan verstek, hakim berpendapat bahwa eksekusi tidak dapat ditindaklanjuti apabila tidak ada permohonan eksekusi selain itu belum ada aturan yang mengatur lebih detail mengenai eksekusi untuk cerai gugat pada putusan verstek.
ABSTRACT
Dissolution of a marriage is a term that describes divorce. Divorce disputes in the Religious Courts whose application is made by the wife are divorced. One of the reasons for the occurrence of a lawsuit is the husband's negligence in fulfilling his obligations so that the wife in the lawsuit demands her rights in the form of a living. However, the fact is that the wife is still having a very difficult time getting her rights because many husbands deliberately do not attend the trial which results in the demands for 'iddah and mut'ah living expenses to be in vain and the judge decides to make a verstek decision.
This research is an empirical research with a qualitative approach. Methods of data collection using interviews and documentation. The data sources used are primary data sources and secondary data sources. In this thesis, the data collection method is used by conducting direct interviews with informants, namely the deputy chairman of the Singaraja Religious Court and the judges of the Singaraja Religious Court. Data collection is carried out directly at the Singaraja Religious Court. To make it easier to understand the data obtained during the study, the data was processed through five stages, namely: 1. editing, 2. classifying, 3. verifying, 4. analyzing, 5. Conclusion.
The results of this study are that the Religious Court judges in terms of determining their living can be through the plaintiff's request (letter of the Directorate General of the Religious Courts No.1960/DjA/HK.00/6/2021) and with the judge's ex-officio rights. In the divorce case, the judge of the Singaraja Religious Court considered the 'iddah and mut'ah expenses based on the Supreme Court Circular Letter No. 3 of 2018. In the case of a contested divorce which was not attended by the husband, the judge of the Singaraja Religious Court considered several considerations, namely, the husband's economic capacity, the length of the marriage, whether the wife was nusyuz or not, the needs of the wife and children, and seeing the tyranny of the husband. Regarding the judge's view on the process of executing 'iddah and mut'ah subsistence which is pending on the verstek decision, the judge is of the opinion that the execution cannot be followed up if there is no request for execution other than that there are no rules that regulate in detail the execution for divorce in the verstek decision.
مستخلص البحث
قطع الزواج هو مصطلح يصف الطلاق.منازعات الطلاق في المحكمة الشرعيةالتي تقدم الزوجة طلبها مطلقة. ومن أسباب وقوع دعوى الطلاق تقصير الزوج في الواجبة حتى تطالب الزوجة حقوقهامثل نفقة. لكن الحقيقة هي أن الزوجة لا تزال صعبة في الحصول على حقوقها لأن الأزواج يتعمدون عدم حضور المحاكمة مما تسبب إلى عدم مطالبات نفقة العدة والمتعةعبثا. ويقرر القاضي ذلك ليصبح قرارًا .verstek
هذا البحث هو بحث تجريبي بمنهج نوعي.ويستعمل طرق جمع البيانات المقابلات والتوثيق. مصادر البيانات هي مصادر البيانات الأولية ومصادر البيانات الثانوية.طريقة الجميع البيانات من مقابلات مباشرة مع المخبرين ، أي نائب رئيس محكمة سينغاراجا الدينية وقضاة محكمة سينغاراجا الدينية. خمس مراحل في هذا البحث لتسهيل فهم البيانات وهي:1. التحرير ، 2. تجميع البيانات ، 3. فحص البيانات ، 4. تحليل البيانات ، 5. استخلاص النتائج
نتائج هذه البحث أن قضاة المحاكم الدينية تحديد نفقةالزوجةمن خلال طلب المدعي (خطاب المديريةالعام لوكالةالمحاكم الدينية (رقم 1960 / DjA / HK.00 / 6 / 2021) وبحكم حقوق ex-officio القضاةو اعتبر قاضي محكمة سنجاراجا الدينية العدةوالمتعةنفقة في دعوى الطلاق بناءًعلى التعميم الصادرعن المحكمةالعليارقم 3 السنة 2018. قضية الطلاق التي لايحضرها الزوج ، ينظرقاضي المحكمةالدينية سنجاراجافي عدةاعتبارات ، وهي القدرةنفقة الزوج للزوجة ومدة الزواج ونشوز الزوجة أم لا واحتياجات الزوجةوالأولادو طغيان الزوج. رأي القاضي أن عملية تنفيذ نفقة العدة والمتعة المؤجلة في القرار verstek لا يمكن متابعة التنفيذ إذا لم يكن هناك طلب التنفيذ غير أنه لا توجد قواعد تنظم بمزيد من التفصيل. في شأن إعدام الطلاق المتنازع عليه في الحكم المسبق
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Izzuddin, Ahmad | ||||||
Contributors: |
|
||||||
Keywords: | cerai gugat, verstek, nafkah ‘iddah, nafkah mut’ah, eksekusi; divorce, verstek, mut'ah 'iddah income, income , execution; الطلاق, Verstek, نفقة العدة , نفقة المتعة,إعْدَام | ||||||
Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Pernikahan (Secara Umum) 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012815 Nafaqah |
||||||
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah | ||||||
Depositing User: | Dwi Nissa Kamalia Putri | ||||||
Date Deposited: | 06 Dec 2022 14:47 | ||||||
Last Modified: | 06 Dec 2022 14:47 | ||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/42140 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |