Persepsi masyarakat Desa Argotirto Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang tentang wakalah wali dalam akad nikah

Darwis, Mohammad (2008) Persepsi masyarakat Desa Argotirto Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang tentang wakalah wali dalam akad nikah. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
01320085.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (855kB)

Abstract

INDONESIA:

Wali dari pihak perempuan merupakan salah satu syarat sah dalam sebuah penikahan. Hal ini dijelaskan dalam beberapa ayat dalam Al-Qur'an dan beberapa hadist nabi Muhammad Shollallohu alaihi wasallam. Hal ini diharuskan karena perempuan dianggap tidak mampu untuk mewakili dirinya sendiri. Hal ini belaku untuk perempuan yang masih perawan, sedangkan seorang janda berhak menikahkan dirinya sendiri walaupun tanpa wali. Hal ini merupakan penghargaan dan anugerah dari Tuhan yang sangat luar biasa terutama kepada bapak dan kakek yang diberi hak untuk memaksa anak gadisnya dengan laki-laki yang diinginkannya.

Namun, fenomena yang terjadi di masyarakat para wali yang berhak menikahkan perempuan dibawah perwaliannya justru mewakilkan haknya kepada orang lain, hal ini tejadi hampir di semua pernikahan di masyarakat. Biasanya yang menjadi wakil wali nikah adalah Penghulu, Modin, Kyai dan tokoh agama setempat. Dari kasus di atas penulis merasa perlu untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang wakalah wali dalam akad nikah sekaligus apa yang melatarbelakangi kejadian tersebut

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian exploratif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yakni para orang tua yang mewakilkan hak perwaliannya kepada orang lain sewaktu menikahkan anak gadisnya dan sekunder yakni data pendukung yang berkaitan dengan penelitian ini. Dalam pengumpulan data tersebut dilakukan dengan menggunakan metode interview dan dokumenter. Sedangkan untuk analisis data menggunakan deskriptif analisis.

Hasil penelitian yang dilakukan peneliti menghasilkan bahwa para orang tua sebagai wali nikah yang paling berhak untuk menikahkan anak gadisnya yang masih perawan kurang menyadari bahwa posisi mereka begitu istimewa dalam penikahan anaknya. Bahkan banyak juga di antara mereka yang berpendapat bahwa menikahkan anak-anak perempuan mereka adalah tugas penghulu atau kyai, tugas mereka hanya merestui pernikahan anak gadisnya dengan laki-laki pilihannya. Sebagian lagi mewakilkan hak perwaliannya kepada oang lain karena mereka merasa tidak bisa untuk mengucapkan lafadz akad nikah. Selain faktor-faktor di atas hal ini terjadi karena memang sudah jadi budaya di masyarakat karena para tokoh agamapun yang biasa menjadi wakil wali dalam pernikahan anak gadis orang lain biasanya mewakilkan hak perwaliannya juga kepada orang lain ketika dia menikahkan anak gadisnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Tamrin, Dahlan
Keywords: Wali; Wakalah
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Nugroho Dwi Setyanto
Date Deposited: 09 Aug 2016 01:44
Last Modified: 09 Aug 2016 01:44
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4194

Actions (login required)

View Item View Item