Pandangan istri kiai tentang poligami dalam hukum Islam: Studi di Pondok Pesantren Al-Fath Kedungkandang

Aminy, Nisrina (2008) Pandangan istri kiai tentang poligami dalam hukum Islam: Studi di Pondok Pesantren Al-Fath Kedungkandang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
01210081.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (639kB)

Abstract

INDONESIA:

Perkawinan poligami merupakan bentuk perkawinan yang hanya diperbolehkan dalam agama Islam, dengan menyatunya beberapa istri dan satu suami ini, umat Islam berpedoman pada Al-Qur’an dan sunnatullah. Dalam Al-qur’an perkawinan ini diberlakukan bagi para suami yang mampu memenuhi segala syarat dan alasan termasuk dapat berbuat adil pada seluruh keluarga. Kebenaran adil dalam pandangan umum dilakukan pada pembagian waktu untuk istri, ekonomi, membimbing anak, pertanggungjawaban untuk keluarga, dan segala kewajiban layaknya seorang suami. Bentuk perkawinan ini juga merupakan salah satu tantangan bagi orang-orang yang beriman.

Penelitian ini dilakukan di wilayah Kedungkandang yang mayoritas penduduknya adalah lulusan MTS atau SMP, subyek penelitiannya terdiri dari istri kiai yang dipoligami dan tokoh masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendapat para istri tentang perkawinan poligami dan dampak sosiologis yang terjadi di keluarga dan masyarakat. Penelitian ini dikategorikan pada jenis penelitian kualitatif-deskriptif yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang diamati. Dan menggunakan jenis penelitian studi kasus yang dapat dilihat dari permasalahannya yaitu hasil dari pendekatan untuk menginterpretasi suatu kasus secara natural tanpa adanya intervensi dari luar.

Hasil dari data penelitian menunjukkan bahwa tidak semua istri mau dipoligami tetapi mereka menerima hal ini karena sebuah keterpaksaan, bahwa dalam agama Islam perkawinan poligami adalah halal dan demi kebahagiaan suami juga anak- anaknya. Adanya dampak sosioligis dalam perkawinan poligami adalah karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang perkawinan dalam hukum Islam. Setiap manusia sebagai masyarakat yang memiliki kedudukan apapun didunia adalah manusia yang selalu memiliki ketidaksempurnaan, dan wilayah kedungkandang ini adalah salah satu wilayah yang memerlukan bimbingan tentang hukum Islam, agar hukum yang berlaku di wilayah ini dapat terealisasi dengan baik.

Dari segi hukum Praktek poligami kiai di Wilayah Kedungkandang masih belum terlaksana dengan baik, perkawinan poligami selain dengan istri kesatu dilakukan secara sirri, terbukti adanya pasal 2 ayat 2, pasal 4 dan 5 tentang pencatatan pernikahan, pengajuan dan persetujuan untuk menikah lebih dari seorang belum terealisasi, Praktek sahnya perkawinan poligami dalam Islam juga masih diragukan. Sesungguhnya hukum Islam membolehkan pernikahan poligami dengan ketentuan yang sangat ketat, tidak hanya berdasarkan apa yang tertulis dalam surat An-Nisa ayat 3 melainkan ayat 129 sunnah nabi dan kaidah usul fiqh lainnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Herry, Musleh
Keywords: Perkawinan; Poligami; Kiai
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Nugroho Dwi Setyanto
Date Deposited: 09 Aug 2016 01:46
Last Modified: 09 Aug 2016 01:46
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4185

Actions (login required)

View Item View Item