Responsive Banner

Pembinaan keagamaan bagi Ibu-Ibu melalui Majelis Taklim di pondok pesantren Darussalam Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang

Dalila, Ulya (2012) Pembinaan keagamaan bagi Ibu-Ibu melalui Majelis Taklim di pondok pesantren Darussalam Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
08110159.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Majelis taklim adalah pendidikan Agama Islam non formal dimana di dalamnya terjadi suatu proses transfer keilmuan, khususnya ilmu-ilmu agama yang berkaitan dengan akidah, syari‟ah, dan akhlak sebagai materi pokoknya. Secara strategis, majelis taklim menjadi sarana dakwah dan tabligh Islami yang berperan sentral pada pembinaan dan peningkatan kualitas hidup umat Islam sesuai tuntutan ajaran agama. Majelis taklim juga sebagai lembaga swadaya masyarakat murni, ia dilahirkan, dikelola, dipelihara dan dikembangkan serta didukung oleh anggotanya. Oleh karena itu, majelis taklim merupakan wadah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri yang berfungsi sebagai wadah untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tukar menukar pikiran berbagai masalah keagamaan, membina keakraban, wadah mendapatkan informasi dan melakukan kajian keagamaan serta kerja sama antar umat. Berangkat dari latar belakang itulah penulis mencoba membahas dan meneliti tentang “Pembinaan Keagamaan Bagi Ibu-Ibu Melalui Majelis Taklim Di Pondok Pesantren Darussalam Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang”.

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pelaksanaan pembinaan keagamaan bagi ibu- ibu melalui majelis taklim di Pondok Pesantren Darussalam Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang; 2) Untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan keagamaan bagi ibu- ibu melalui majelis taklim di Pondok Pesantren Darussalam Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang; 3) Untuk mendeskripsikan solusi dari masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan keagamaan bagi ibu- ibu melalui majelis taklim di Pondok Pesantren Darussalam Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dalam perjalanan pengumpulan data, penulis menggunakan metode observasi, interview dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa data-data yang tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang diamati sehingga dalam hal ini penulis berupaya mengadakan penelitian yang bersifat menggambarkan secara menyeluruh tentang keadaan yang sebenarnya.

Hasil dari penelitian ini dapat penulis simpulkan: Pertama, Pelaksanaan kegiatan pembinaan keagamaan melalui majelis Taklim di Pondok Pesantren Darussalam ini dilaksanakan secara berbeda-beda yakni: kegiatan harian yang dilakukan pada pagi hari, malam hari, ba‟da subuh. Yang meliputi: 1) kegiatan (harian, mingguan, bulanan), 2) metode (ceramah, Tanya jawab, bercerita) 3) materi (ketauhidan, akhlak, dan fiqih). Sesuai dengan kondisi ibu-ibu pada umumnya masyarakatnya berasal dari kalangan awam, selain itu pengertian dan pemahaman mereka dalam segala hal kurang, baik pengertian tentang ilmu pengetahuan umum maupun pengetahuan dalam bidang agama. dan sebagian besar berprofesi sebagai ibu rumah tangga, wirausaha, serta pekerja di sawah.

Kedua, kendala yang dihadapi pada kegiatan pembinaan keagamaan bagi ibu-ibu melalui majelis Taklim di Pondok Pesantren Darussalam ini ada tiga yaitu: 1) karena faktor pekerjaan, 2) Karena faktor tempat kegiatan yang terkadang jauh dari tempat tinggal para jamaah dan kegiatannya terkadang ada pula yang berpindah-pindah. 3) Karena faktor multimedia. Banyaknya tayangan- tayangan yang menayangkan pengajian, sebagian ibu- ibu memilih untuk melihat atau mendengarkan di televisi atau pun di radio. Namun faktor tersebut tidak mempengaruhi hal negatif kepada para jamaah lainnya. Dan jamaah yang datang di kegiatan majelis taklim masih tetap banyak.

Ketiga, solusi yang tepat dari kendala yang dihadapi pada kegiatan pembinaan keagamaan bagi ibu-ibu melalui majelis Taklim di Pondok Pesantren Darussalam ini adalah sebagai Pembimbing, Pembina, dan para pengurus majelis taklim tidak berhenti memberikan motivasi-motivasi ataupun alternatif- alternatif kepada para jamaah majelis taklim agar tetap selalu semangat untuk mengikuti kegiatan- kegiatan dalam majelis taklim, agar bertujuan untuk membina dan mengembangkan hubungan yang santun dan serasi antara manusia dengan Allah. Serta terwujudnya masyarakat khususnya perempuan yang senantiasa berpegang pada ilmu, Islam dan ikhsan.

ABSTRACT

Taklim Assembly is non-formal Islamic education where it occurs in a process of knowledge transfer, especially the religious sciences pertaining to theology, shari'a, and morality as a matter of principle. Strategically, the assembly taklim a means of preaching and Islamic sermons central role in fostering and improving the quality of life according to the demands of the Muslim religion. Taklim Assembly as well as purely non-governmental organizations, he was born, managed, maintained and developed and supported by its members. Therefore, the panel is a container taklim communities to meet their own needs to serve as a forum to convey religious messages, exchange of thoughts of religious issues, foster familiarity, container information and conduct a study of religious and inter-religious cooperation. Departing from the background that the author tried to discuss and research on "Religious Guidance For Mothers Through the Assembly Taklim The Boarding School District Darussalam Village Jatiguwi Sumberpucung Malang regency".

The purpose of this research was conducted: 1) To know the implementation of religious guidance for mothers through assemblies taklim Darussalam boarding school in the village of Malang Regency Sumberpucung Jatiguwi District, 2) To determine the constraints faced in the implementation of the religious to the mothers through the chamber at the Pondok taklim Village Darussalam boarding Jatiguwi Sumberpucung Malang District, 3) to describe the solution of problems encountered in the implementation of religious for mothers through boarding school assemblies Darussalam taklim in the Village District Jatiguwi Sumberpucung Malang Regency.

In this study the authors used a qualitative descriptive research methods. In the course of data collection, the author uses the method of observation, interview and documentation. As for the analysis, the authors used a qualitative descriptive analysis techniques, namely the data is written or verbal behavior of people and observed that in this case the authors attempt to research thoroughly describe the nature of the real situation.

The results of this study can be the authors conclude: First, the implementation of development activities through assemblies Taklim religious boarding school in this Darussalam implemented differently ie: the daily activities carried out in the morning, night, dawn ba'da. Which include: 1) activities (daily, weekly, monthly), 2) the method (lecture, question and answer, tell) 3) material (monotheism, morality, and jurisprudence). In accordance with the conditions of women in society generally come from the laity, in addition to their sense and understanding in all things less, good understanding of general science and knowledge in the field of religion. and most of the work as housewives, entrepreneurs, and workers in the fields.

Second, constraints on the activities of religious guidance for mothers through assemblies Darussalam Taklim at boarding school there are three, namely: 1) because of the work, 2) Because of where the activities are sometimes far from the residence of the congregation and its activities are sometimes on the move. 3) Because of multimedia. The number of impressions, impressions that show study, the majority of mothers choose to see or hear on television or on radio. But these factors do not affect the negative to the other pilgrims. And the pilgrims who came on board activities taklim still a lot.

Third, the exact solution of the constraints faced by the activities of religious guidance for mothers through assemblies Darussalam Taklim at boarding school was a mentor, coach, and board officials did not stop giving taklim motivations or alternatives to the worshipers assembly taklim to remain always a spirit to follow the activities of the assemblies taklim, that aims to foster and develop decent and harmonious relationship between man and God. And the realization of the people, especially women who always adhered to the science, Islam and ikhsan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Maimunah, Siti Annijat
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDAnnijat, SitiUNSPECIFIED
Keywords: Pembinaan Keagamaan; Majelis Taklim; Religious Development; Taklim Assembly
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Fadlli Syahmi
Date Deposited: 16 Nov 2022 09:02
Last Modified: 13 Jul 2023 14:12
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/41597

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item