Responsive Banner

Nilai-nilai pendidikan karakter dalam Dakwah Sunan Ampel

Fatimah, Siti Nurul (2012) Nilai-nilai pendidikan karakter dalam Dakwah Sunan Ampel. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
08110061.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK

Indonesia sebagai pemeluk Islam terbesar di dunia yang tersebar di Asia Tenggara sejak abad ke-12 atau ke-13. Di daerah yang berabad-abad memeluknya, nama orang yang dianggap berjasa dalam menyebarkan agama itu disebut dengan hormat dan khidmat. Masuk Islamnya berbagai suku bangsa di kepulauan Indonesia ini tidak berlangsung dengan jalan yang sama. Begitulah anggapan umum cerita dongeng atau legenda yang beredar di masyarakat mengenai orang suci dan cerita tentang penyebar Agama Islam dan asal-asul tanah kelahiran mereka yang bermacam- macam.

Kedatangan Islam dianggap sebagai awal perubahan baru dengan cita-cita baru, kebudayaan dan peradaban baru. Perubahan-perubahan yang ditimbulkan oleh Islam, baik dalam bidang politik, sosial dan peradaban adalah karena Islam selaku agama telah mengajarkan tiga hal baru: Islam mengajarkan adanya kehidupan akhirat duniawi. Ajaran ini mendidik pengikutnya untuk mengatur hidup di dunia ini, Islam mengatur pemeluknya bertanggung jawab atas nasibnya sendiri di akhirat. Islam mengajarkan aturan-aturan hidup bermasyarakat dan bernegara dalam cakrawala kehidupan solidaritas umat Islam di dunia.

Tiga nilai baru tersebut mendorong manusia untuk menetapkan tiga hal dasar, yaitu bagaimana hidup yang benar, berpikir dan mengamalkan dengan benar dan bagaimana mengorganisasikan sesuatu dengan benar. Menurut cerita yang berlaku di masyarakat atau literatur Jawa, Islam datang dan agama itu menyebar di Jawa adalah berkat jasa sembilan pendakwah yang tergabung dalam suatu dewan yang kita kenal dengan sebutan Walisongo. Mereka adalah orang yang dihormati dan disegani hingga sekarang ini. Walisongo merupakan sebuah nama yang sangat terkenal dan mempunyai arti khusus.

Maksud dan tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui nilai- nilai pendidikan karakter apa yang ada dalam perjuangan dakwah Sunan Ampel. Untuk mengetahui bagaimana penanaman nilai-nilai pendidikan karakter yang dilakukan oleh Sunan Ampel. Penelitian ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi kepada: Bagi penulis khususnya, semoga karya tulis ini mampu menjadi sarana belajar dalam penyusunan karya ilmiah yang rasional, faktual dan mampu menambah wawasan ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk kehidupan di masa yang akan datang. Bagi pendidik di lembaga-lembaga pendidikan (khususnya lembaga pendidikan Islam), semoga dapat memberikan manfaat sebagai sarana untuk memperluas wacana dan cakrawala keilmuannya khususnya tentang spirit dalam ajaran dakwah Sunan Ampel sebagai media pengembangan pendidikan karakater dan dapat memberikan pemahaman secara teoritik khususnya tentang pendidikan yang selama ini beredar luas demi mengembangkan karakter bangsa. Bagi pembaca, diharapkan tulisan ini dapat digunakan untuk menambah pengetahuannya dalam bidang pendidikan.

Penelitian yang penulis lakukan adalah termasuk dalam penelitian Library Researach. Library Research ini juga termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Dalam perjalanan mengumpulkan data, penulis menggunakan data sekunder yaitu data yang berkaitan dengan biografi dan perjalanan serta jejak perjuangan dakwah Sunan Ampel. Sedangkan untuk analisisnya penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa data-data tertulis. Dalam hal ini penulis berupaya menggambarkan apa yang sebenarnya dilakukan Sunan Ampel dalam dakwahnya menyebarkan Islam khususnya di pulau Jawa dewasa itu. Untuk mendukung uraian yang sebenarnya, penulis lebih memperbanyak dan memperkaya referensi bukan untuk diperbandingkan akan tetapi untuk bahan pengetahuan yang lurus dan memahami kaidah-kaidah atau hikmah dari setiap dakwah Sunan Ampel.

Hasil dari penelitian yang dilakukan penulis ini dapat disampaikan bahwa model yang penulis tawarkan dalam upaya memperjelas jalannya kebijakan pendidikan karakter yakni salahsatu alternatif yang dapat dilakukan untuk mencari jalan keluar yang terbaik dari permasalahan. Upaya mempertahankan yang lama (yang telah usang) dan tidak sesuai serupa dengan upaya merekatkan kembali itu bukanlah perkara yang mudah. Islamisasi Masyarakat Jawa khususnya dan Indonesia karena hasil dakwah Sunan Ampel atau walisongo yang kita ketahui, mustahil berhasil menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter apabila beliau sendiri tidak berbudi luhur, lemah lembut, halus, sopan dan berharti ramah serta kasih sayang kepada umatnya. Maka dari itu, dapatlah beberapa contoh penerapan nilai-nilai pendidikan karakter dalam dakwah Sunan Ampel dapat diterapkan kembali di tengah-tengah masyarakat. Kalaupun masih ada alternatif lain yang mungkin lebih baik dari apa yang telah penulis sampaikan dalam skripsi ini, maka hal itu dapat dijadikan sebagai masukan atau tambahan agar skrispsi ini terus berkembang dan tidak berhenti sampai disini.

ABSTRACT

Indonesia as the world's largest Islamic followers spread across Southeast Asia since the 12th century or the 13th. In an area that for centuries embraced him, the name of the person who is considered instrumental in spreading the religion is called with reverence and solemnity. Conversion to Islam by various tribes in the archipelago of Indonesia is not held by the same path. That's a common perception of fairy tales or legends that circulate in the community about the saint and the story of the propagator of Islam and home-land of their birth Asul diverse

The arrival of Islam is considered as the beginning of the new changes with new ideals, new culture and civilization. The changes brought about by Islam, both in the political, social and civilization is because Islam as the religion has been taught three new things: Islam teaches the world hereafter. Educate the followers of this doctrine to govern life in this world, Islam set its followers are responsible for their own destiny in the hereafter. Islam teaches the rules of community life and country life in the horizon of solidarity of Muslims in the world.

Three new values encourage people to establish three basic things: how to live right, think and practice correctly and how to organize things properly. According to a story in society or Javanese literature, Islam came and spread the religion in Java was developed because of the nine preachers who are members of a board that we know called Walisongo. They are the people who honored and respected until now. Walisongo is a very well known name and has a special meaning.

Intent and purpose of this study was conducted to determine the values of character education what is in the propaganda struggle Sunan Ampel. To find out how the cultivation of the values of character education by Sunan Ampel. This study is also expected to contribute to: For me especially, I hope this paper can be a learning tool in the preparation of the scientific work of a rational, factual and able to add knowledge of science as a preparation for life in the future. For educators in educational institutions (especially the Islamic educational institutions), may be able to provide benefits as a means to expand the horizons of scientific discourse and in particular about the missionary spirit in the teachings of the Sunan Ampel karakater education and media development can provide a theoretical understanding of education, especially during This widely circulated in order to develop the nation's character. For readers, it is hoped this paper may be used to increase his knowledge in the field of education.

Research by the author are included in the study Researach Library. Research Library is also included in the qualitative descriptive study. In the course of collecting data, the authors use secondary data is data relating to the trip as well as traces of biographies and Sunan Ampel propaganda struggle. As for the analysis the authors used a qualitative descriptive analysis techniques, namely the form of written data. In this case the authors attempt to describe what is actually done Sunan Ampel in spreading his message of Islam, especially in today's Java island. To support the actual description, the author of more diversified and enriching the reference is not to be compared but to the material straight and knowledge to understand the rules or the wisdom of every missionary Sunan Ampel.

The results of this research by the author may be submitted that the authors offer a model in an attempt to clarify the course of which one of the main character education policy alternatives that can be done to find the best way out of problems. Efforts to preserve the old (worn) and similar incompatible with efforts to glue the back was not an easy matter. Islamization of society, especially Java and Indonesia because of the Sunan Ampel proselytizing or Walisongo we know, impossible to successfully instill the values of character education when he himself is not virtuous, gentle, refined, polite and friendly berharti and affection to his people. Therefore, it can be several examples of applying the values of character education in Sunan Ampel propagation can be applied again in the midst of society. Even if there are other alternatives that may be better than what has been the writer to convey in this essay, then it can be used as additional input or to skrispsi continues to grow and do not stop here.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Sahlan, Asmaun
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDSahlan, AsmaunUNSPECIFIED
Keywords: Pendidikan Karakter; Dakwah Sunan Ampel; Character Education
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Fadlli Syahmi
Date Deposited: 14 Nov 2022 11:01
Last Modified: 14 Nov 2022 11:01
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/41424

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item