Arifin, M. Zainal (2012) Pendidikan pesantren menurut K. H Abdurrahman Wahid. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
|
Text (Fulltext)
07110029.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (1MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Salah satu pendidikan tertua yang memiliki ciri khas yang unik, serta memiliki akar tradisi holistik ke-Indonesia-an adalah pesantren. Kemampuannya dalam menjaga nilai primordial secara swadaya membuat lembaga ini menjadi satu- satunya lembaga pendidikan yang mampu bertahan dan memposisikan diri sebagai aktor penting terhadap penyebaran nilai-nilai ke Islaman dalam pranata sosial di masyarakat. Maka tidak mengherankan jika kemudian pesantren dianggap sebagai lembaga yang tertutup dan kebal terhadap perkembangan zaman.
Berangkat dari itulah penulis kemudian ingin membahas pemikiran pengembangan kurikulum pesantren menurut K.H. Abdurrahman Wahid yang mencoba untuk menginspirasikan banyak pemikir tokoh pesantren dengan prinsip al- muhafadzah ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah. Maka dari itu, penulis mengambil judul pendidikan Pesantren Menurut K.H. Abdurrahman Wahid. Dengan harapan, konsepsi pengembangan kurikulum pesantren yang ditawarkan oleh beliau mampu dijadikan acuan elemen pelaksanaan pendidikan dalam rangka mengembangkan pendidikan pesantren. Agar di kemudian hari pendidikan pesantren mampu menjawab tantangan globalisasi dan tuntutan zaman.
Fokus masalah dalam penelitian ini adalah pembahasan tentang modernisasi pesantren khususnya pada pengembangan kurikulum pesantren. Adapun se cara rinci yaitu: memasukkan sekolah umum ke dalam pesantren, program ketrampilan di pesantren, program pengembangan masyarakat menurut Abdurrahman Wahid.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis jenis library research. Sedangkan metode pengumupulan data menggunakan metode dokumentasi dalam rangka mencari sumber dan data yang menunjang dalam penulisan ini. Kemudian dari dokumentasi tersebut dianalisis dengan menggunakan metode content analysis dan interpretasi sumber dan data yang di dapat.
Dengan kerangka itu, dapat diketahui K.H. Abdurrahman Wahid memandang dan mengartikan pengembangan kurikulum pesantren menyangkut tiga hal yang sudah disebutkan di atas. Memasukkan sekolah umum ke dalam pesantren merupakan tindakan penting untuk kemajuan pesantren. Yang secara subtansi, beliau memiliki keinginan yang besar akan terciptanya sebuah perubahan fundamental dalam pendidikan yaitu terjadinya integrasi antara ilmu umum dan agama, lalu menarik minat masyarakat agar mau masuk ke pesantren.
Program ketrampilan pesantren merupakan ide K.H. Abdurrahman Wahid yang kedua. Program ini dimaksudkan untuk menyediakan peserta didik alat untuk memperoleh ketrampilan yang diperlukan setelah lulus dari pesantren. Konsep yang ketiga mengenai pemberdayaan masyarakat melalui pesantren. Bermaksud menciptakan tenaga – tenaga pembangun masyarakat (change agents) dari pesantren, sehingga lulusan pesantren bisa membantu warga desa untuk mengembangkan potensi – potensi yang dimiliki.
Pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid mengenai pengembangan kurikulum pesantren ini banyak dipengaruhi oleh latar belakang pendidikannya serta pengaruh dalam lingkungan pesantren (Tebu Ireng) itu sendiri. Karena kita tahu bahwa K.H Abdurrahman Wahid adalah cucu dari K.H Hasyim Asy’ari, pendiri pondok pesantren Tebu Ireng. Dan diharapkan nantinya, apa yang sudah beliau tuang dalam pemikirannya dapat bermanfaat untuk kemajuan pesantren pada khususnya, dan kemajuan Islam pada umumnya.
ABSTRACT
One of the oldest education has a unique characteristic, and has a tradition of holistic roots to Indonesia's was boarding. Ability to maintain the primordial value of self-governing make this institution the only institution that can survive and position themselves as important actors of the spread of the values to the Islamization of social institutions in society. So no wonder then pesantren regarded as a closed institution and immune to the times.
Departing from the author's thoughts and then want to discuss the curriculum development of the pesantren by KH Abdurrahman Wahid is trying to inspire many thinkers pesantren leaders to the principle of al-muhafadzah ala al- qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah. Therefore, the authors took the title of boarding school education by KH Abdurrahman Wahid. With hope, the conception of pesantren curriculum development offered by him could be a reference element of the implementation of education in order to develop the pesantren education. In order for boarding school education at a later date to the challenge of globalization and the demands of the times.
The focus of the problem in this study is a discussion about the modernization of boarding schools, especially in curriculum development. As for a detailed manner that is: insert into boarding schools, skills programs in schools, community development programs by Abdurrahman Wahid.
This study used a qualitative descriptive approach to the type of type of library research. While the method pengumupulan data using the method in order to find the source documentation and data that support in writing this. Then from the documentation was analyzed by using the method of content analysis and interpretation of sources and data in the can.
With that framework, it is known K.H. Abdurrahman Wahid view and interpret the pesantren curriculum development involves three things that have been mentioned above. Entering the public schools into boarding an important action for the advancement of the pesantren. Which is the substance, he has a great desire to create a fundamental change in education is the integration between public science and religion, and attract people to want to go to boarding school.
Pesantren skills program is the idea K.H. Abdurrahman Wahid of the latter. The program is intended to provide students the tools to acquire the necessary skills after graduating from boarding school. The third concept of community empowerment through the pesantren. Intends to create power - power community builder (change agents) from boarding school, boarding school so that graduates can assist villagers to develop their potential - potential.
Thought K.H. Abdurrahman Wahid of the pesantren curriculum development is heavily influenced by their educational background and influences in a boarding school environment (Cane Ireng) itself. Because we know that KH Abdurrahman Wahid was the grandson of KH Hashim Ash'ari, founder of Cane Ireng boarding school. And is expected later, what has he cast in his thinking can be beneficial to the progress of schools in particular, and the progress of Islam in general.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Walid, Muhammad | ||||||
Contributors: |
|
||||||
Keywords: | Pesantren; Kurikulum; K.H. Abdurrahman Wahid; School; Curriculum; K.H. Abdurrahman Wahid | ||||||
Departement: | Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam | ||||||
Depositing User: | Fadlli Syahmi | ||||||
Date Deposited: | 08 Nov 2022 09:05 | ||||||
Last Modified: | 08 Nov 2022 09:05 | ||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/41242 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |