Hanifah, Agus (2012) Konsep pendidikan akhlak perspektif K.H. Muhammad Hasyim Asy`ari. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
![]() |
Text
06110092.pdf Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK
Ihsan dalam arti akhlak mulia atau pendidikan ke arah akhlak mulia sebagai puncak keagamaan dapat dipahami juga dari beberapa hadits terkenal seperti “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan berbagai keluhuran akhlak dan sabda Beliau lagi bahwa yang paling memasukkan orang ke dalam surga ialah taqwa kepada Allah dan keluhuran akhlak”.
Sesungguhnya makna-makna di atas itu tidak berbeda jauh dari yang secara umum dipahami oleh orang-orang muslim, yaitu bahwa dimensi vertical pandangan hidup kita (iman dan taqwa “habl min al-Lah”, dilambangkan oleh takbir pertama atau takbirat al-Ihram dalam shalat) selalu, dan seharusnya, melahirkan dimensi horizontal pandangan hidup kita (amal salih, akhlaq mulia, habl min al-nas, dilambangkan oleh ucapan salam atau taslim pada akhir shalat). Jadi makna-makna tersebut sangat sejalan dengan pengertian umum tentang keagamaan. Maka sebenarnya di sini hanya dibuat penjabaran sedikit lebih mendalam dan penegasan sedikit lebih kuat terhadap makna-makna umum itu.
Berpijak dari latar belakang diatas, maka permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep pendidikan akhlak perspektif K.H. Muhammad Hasyim Asy‟ari. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep-konsep pendidikan akhlak perspektif K.H. Muhammad Hasyim Asy‟ari.
Penelitian yang penulis lakukan ini adalah termasuk dalam penelitian library research dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif analisis kritis. Dan agar penelitian berjalan dengan baik, maka dalam pengumpulan datanya, penulis menggunakan metode dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisisnya, penulis menggunakan teknik analisis isi (content analysis).
Hasil penelitian yang penulis lakukan, dapat disampaikan disini bahwa konsep pendidikan akhlak perspektif K.H. Muhammad Hasyim Asy‟ari dalam menanamkan nilai-nilai moral pada peserta didik terdiri dari beberapa komponen, yaitu: Belajar merupakan ibadah untuk mencari ridha Allah. Belajar harus diniatkan untuk mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai Islam, bukan hanya untuk sekedar menghilangkan kebodohan. Pendidikan hendaknya mampu menghantarkan umat manusia menuju kemaslahatan, menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, hal mendasar yang harus dikembangkan dalam pendidikan adalah masalah adab ilmu. Ilmu yang baik akan lahir dari ketaatan semua, guru dan murid, terhadap adab-adab ilmu ini. Jadi, proses pembelajaran dan pendidikan bukan semata transfer ilmu, melainkan sebuah usaha melahirkan manusia-manusia beradab (ta‟dîb). Manusia beradab adalah manusia yang berilmu tinggi sekaligus takut pada Allah Subhanahu Wa Ta‟ala. Mendidik dengan menggunakan metode- metode yang relevan dengan pendidikan tradisional yaitu sorogan, bandongan, muhawarah, dan mudzakarah. Materi pendidikan akhlak dapat diambil dari al- Qur‟an, al-Hadits dan juga kitab-kitab klasik yang telah diverifikasi oleh K.H. Hasyim Asy‟ari. Lingkungan pendidikan akhlak yaitu: keluarga dan pondok pesantren.
Dari kesimpulan yang telah diuraikan diatas, perlu kiranya penulis memberikan sumbangan pemikiran berupa saran-saran antara lain, pendidikan akhlak menurut K.H. Hasyim Asy‟ari memiliki maksud dan tujuan yang mulia, dan tetap relevan hingga saat ini, ditengah degradasi moral yang melanda bangsa ini. Konsep pendidikan akhlak tersebut perlu diterapkan sebagai usaha dalam memperbaiki moral bangsa saat ini. Dan sebagai seorang pendidik hendaknya dapat menjadi uswah hasanah bagi peserta didiknya.
ABSTRAK
The meaning Ihsan in noble character or education toward noble character as top of religiousness can be understanding from some popular hadith like “In the truth I was delegated just to completely all of nobleness of character, and the other utterance of prophet that the most thing make human put into heaven is godfearing to Allah and nobleness of character”
Actually, the purpose above not different from the common that muslim can be understand, that is vertical dimension about point of view in our life (faith and godfearing “habl min Allah”, symbolized with first recitation of laudation (at opening of prayers) always and be supposed, think out horizontal dimension about point of view in our life (good deeds, noble character, “habl min al-nas”, symbolized with say salam or taslim in the end of pray). Thus meanings are very much in line with the common understanding of religion. So here is actually just made the translation a little bit deeper and stronger affirmation of the common meanings.
Base of the background above, the issues to be answered in this study is how the concept of character education perspective K.H. Muhammad Hasyim Asy'ari. The purpose of this study was to determine the concepts of character education perspective K.H. Muhammad Hasyim Asy'ari.
Research by the author are included in the library research using a qualitative descriptive approach to critical analysis. In order that the research behave right, to collect the data, the author uses the method of documentation. Whereas for analyzing them, the authors use content analysis techniques.
The results of research by the author, can be submitted that the concept of
character education perspective K.H. Muhammad Hasyim Asy'ari in instilling character values in students consists of several components, namely: Learning is worship for the sake of Allah. Learning must be intended to develop and preserve the Islamic values, not just to eliminate ignorance. Education should be able to deliver to the benefit of mankind, to the happiness of the world and the hereafter, basic things that should be developed in education is a science of manners. Good science will be born of all obedience, teachers and students, to the civilized manners of this science. Thus, the learning and education is not simply a transfer of knowledge, but rather an attempt delivery of civilized human beings (ta'dib). Civilized man is a man of high knowledge and fear on the Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Educate by using the relevant methods with traditional education is sorogan, bandongan, muhawarah, and mudzakarah. Character education materials can be taken from al-Qur'an, al-Hadith, as well as classic books that have been verified by K.H. Hasyim Asy'ari. Character education environment are: family and boarding school.
The conclusions described above, we should bear the thought of authors to contribute suggestions, among others, character education by K.H. Hashim Ash'ari has noble aims and objectives, and remain relevant to the present, amid the character degradation that swept this nation. The concept of character education needs to be implemented in an effort to improve the character nation today. And as an educator should be a uswah hasanah for learners.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Zainuddin, M | ||||||
Contributors: |
|
||||||
Keywords: | Pendidikan; Akhlak; K.H. Muhammad Hasyim Asy'ari; Education; Character; K.H. Muhammad Hasyim Asy'ari | ||||||
Departement: | Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam | ||||||
Depositing User: | Fadlli Syahmi | ||||||
Date Deposited: | 07 Nov 2022 08:31 | ||||||
Last Modified: | 07 Jul 2023 15:27 | ||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/41180 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |