Responsive Banner

Pembelajaran Fiqih Wanita untuk meningkatkan kecakapan personal dalam memelihara kesehatan reproduksi wanita: Studi kasus di Pondok Pesantren Al-Rosyid Ngumpakdalem Dander Bojonegoro

Inayatulloh, Any (2012) Pembelajaran Fiqih Wanita untuk meningkatkan kecakapan personal dalam memelihara kesehatan reproduksi wanita: Studi kasus di Pondok Pesantren Al-Rosyid Ngumpakdalem Dander Bojonegoro. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fultext)
08110206.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK

Islam menjelaskan keutamaan ilmu, belajar dan mengajar dengan cakupan umum, laki- laki dan perempuan, dengan porsi yang sama. Ilmu dengan keutamaan ini adalah ilmu yang mengantarkan pada ketakwaan kepada Allah. Dalam perspektif Islam, ilmu beriorientasi pada pengamalan. Demikian juga fiqih, orientasi pengamalan terlihat amat kental, mengingat pokok bahasannya menyangkut hukum-hukum syariat yang bernuansa amaliah praktis. Wanita sebagai seorang mukallaf, yakni orang yang mendapatkan pembebanan syariat, dituntut untuk mematuhi segala perintah, larangan dan tuntunan syariat. Terkait dengan taklif (pembebanan syariat), wanita memiliki perbedaan tersendiri dibandingkan kaum laki-laki dalam tuntutan taklif di hadapan syara’. Beberapa permasalahan dihadapkan pada kaum wanita secara khusus, di antaranya tentang haid, nifas, istihadlah, kehamilan, melahirkan, penyusuan, iddah, ihdâd dan sebagainya. Karenanya, fiqih wanita merupakan salah satu displin ilmu yang penting diketahui oleh kaum hawa, agar dalam aktivitas keseharian ibadahnya mereka dapat menjalaninya sesuai dengan prosedur syariat yang semestinya.Di sisi lain, fiqih tidak saja melulu berorientasi pada nilai ubudiyah semata. Tata aturan dalam fiqih wanita, utamanya yang bertalian dengan organ reproduksi wanita, juga memiliki implikasi langsung maupun tak langsung dalam memelihara kesehatan reproduksi. Berdasar hal inilah, penulis meneliti pola hubungan ini dalam skripsi dengan judul Pembelajaran Fiqih Wanita untuk Meningkatkan Kecakapan Personal dalam Memelihara Kesehatan Reproduksi Wanita (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Rosyid Ngumpakdalem Dander Bojonegoro).

Dalam penelitian ini, penulis merumuskan permasalahan dalam tiga poin rumusan, yakni tentang, 1) bagaimana pelaksanaan pembelajaran fiqih wanita untuk meningkatkan kecakapan personal dalam memelihara kesehatan reproduksi wanita di Pondok Pesantren al- Rosyid Ngumpakdalem Dander Bojonegoro, 2) bagaimana hasilnya, dan 3) bagaimana faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian yang penulis lakukan ini adalah termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Jenis dan pelaksanaannya menggunakan teknik studi kasus pada lokasi penelitian tertentu. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode observasi, interview dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, penulis menggunakan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan (verivikasi), pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan presistent observation (ketekunan pengamatan), teknik triangulasi dengan menggunakan berbagai sumber, teori, metode, serta ketekunan pengamatan, teknik peerderieting (pemeriksaan sejawat melalui diskusi). Informan penelitian yaitu guru mata pelajaran fiqih wanita, pengurus pondok, serta santri.

Hasil dari penelitianini adalah bahwa pembelajaran fiqih wanita di Pondok Pesantren Al- Rosyid Ngumpakdalem Dander Bojonegoro memiliki peranan dalam meningkatkan kecakapan personal dalam memelihara kesehatan reproduksi. Peranan pembelajaran fiqih wanita ini tidak lepas dari pengajaran disiplin ilmu lainnya yang secara integratif dilakukan di Pondok Pesantren Al-Rosyid. Secara umum, pembelajaran fiqih wanita di Pondok Pesantren Al- Rosyid memberikan hasil yang cukup memuaskan. Dengan faktor pendukung media penyampaian materi ajar dan faktor penghambat berupa kurang perhatiannya peserta didik saat penyampaian materi, diharapkan pembelajaran fiqih wanita di Pondok Pesantren Al-Rosyid pada khususnya, dilanjutkan dengan upaya perbaikan-perbaikan, diantaranya: 1) bahwa pembelajaran fiqih wanita hendaknya dilakukan lebih dini, sebagai persiapan setiap pribadi wanita yang akil baligh dalam menjalani kewajiban ibadahnya, 2) pelaksanaan pembelajaran fiqih wanita hendaknya lebih fokus pada realita keberadaan peserta didik, sesuai dengan usia dan hal-hal yang telah dan sering mereka alami. 3) jika dirasa perlu, hendaknya dipertimbangkan penambahan alat bantu, dan penambahan alokasi waktu.

ABSTRACT

Islam explains the primacy of science, learning and teaching with general coverage, men and women, with equal portions. By virtue of this science is the science that led to the devotion to God. In the perspective of Islam, science-oriented by practice. Likewise, fiqh, orientation of experience looks very strong, considering the subject matter concerning the laws of sharia amaliah practical nuances. Women as a mukallaf, the person who gets the imposition of the Shari'a, are required to obey all the commandments, prohibitions and guidance of the Shari'a. Associated with taklif (imposition of Shari'a), women have a distinct difference compared to men in taklif demands in the face of Personality '. Some of the problems faced in particular women, of whom about menstruation, childbed, istihadlah, pregnancy, childbirth, breastfeeding, iddah, ihdâd and so on. Therefore, the fiqh of women is one of the important disciplines that are known by womankind, so the daily activities of worship they can through with according to sharia proper procedures. In the other hand, the fiqhwomen is not just merely oriented ubudiyah value alone. The grammar rules in the fiqh of women, mainly related to the female reproductive organs, also has a direct or indirect implications in reproductive health care. Based on this, the authors examined the pattern of this relationship in a thesis entitled Learning Fiqh of Women to Increase Personal Proficiency in Maintaining Women's Reproductive Health (Case study in boarding school al- RosyidNgumpakdalem DanderBojonegoro).

In this study, the authors formulate the problem in three-point formula, which is about 1) how is the implementation of Islamic law a woman learning to improve personal skills in maintaining women's reproductive health in boarding school al- RosyidNgumpakdalemDander Bojonegoro, 2) how is the results, and 3) how is the factors supporting and inhibiting. Research by the author are included in the qualitative descriptive study. Types and their implementation using the techniques of case studies on specific research sites. In data collection, the author uses the method of observation, interview and documentation. As for the analysis, the authors used data analysis techniques include data reduction, presentation of data, draw conclusions (verification), checks the validity of the findings made by presistent observation (observation persistence), triangulation techniques using a variety of sources, theories, methods, and the persistence of observation, a technique peerderieting (examination peers through discussion). Informant research is subject teachersfiqh woman, caretaker cottage, as well as students.

The results of this study is that women in the study of fiqih al-Rosyid Boarding Ngumpakdalem dander Bojonegoro have a role in improving personal skills in reproductive health care. The role of learning this fiqih women is not separated from the teaching of other disciplines in integrated carried out in al-Rosyid boarding school. In general, learning fiqih women in al-Rosyid boarding school gives satisfactory results. By a factor of media supporting of teaching and a lack of attention to inhibiting factors of less concern when teaching student, women are expected to study fiqih women at al-Rosyid boarding school in particular, followed by improvement efforts, including: 1) that learning fiqih woman should do more early, in preparation for each individual woman under going puberty baligh the obligations of worship, 2) the implementation of learning fiqih women should be more focus on the reality of the presence of students, according to age and things have been, and often they experienced. 3) if necessary, should consider the addition of tools, and additional allocation of time.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Muhammad, Suaib H.
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDMuhammad, Suaib H.UNSPECIFIED
Keywords: Fiqih Wanita; Kecakapan Personal; Kesehatan Reproduksi; Fiqih Women; Personal Skills; Reproductive Health
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Fadlli Syahmi
Date Deposited: 07 Nov 2022 08:18
Last Modified: 04 Apr 2023 13:12
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/41143

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item