Responsive Banner

Pengawasan larangan impor pakaian bekas berdasarkan Undang Undang Kepabeanan dan perspektif Sadd Al- Dzariah di Kota Malang : Studi di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Jawa Timur II

Afas, Tajuddin Nur (2022) Pengawasan larangan impor pakaian bekas berdasarkan Undang Undang Kepabeanan dan perspektif Sadd Al- Dzariah di Kota Malang : Studi di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Jawa Timur II. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
18230036.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK:

Minat masyarakat Indonesia terutama di bidang fashion selalu berkembang dari waktu ke waktu, Namun, Semenjak pandemi wabah covid- 19 banyak dari kita yang kehilangan pekerjaan dan tidak banyak juga banyak yang usahanya tutup karena sangat sepi, alhasil sekarang Di Kota Malang marak dan banyaknya usaha baru termasuk jual beli pakaian bekas yang biasa di sebut thrift, Pakaian bekas impor ini belum memenuhi persyaratan dari dinas kesehatan untuk di perjual belikan. Sedangkan tujuan adanya persyaratan kesehatan pada pakaian yang di jual adalah untuk menjamin keamanan dan kesehatan pakaian agar terjaga kesehatan badannya, kesehatan jasmaninya, tidak hanya bagi konsumen pakaian bekas impor saja tetapi untuk semua penjual pakaian.

Tujuan penelitian untuk mengetahui upaya dan kendala dalam pengawasan tentang larangan impor pakaian bekas yang ada di Kota Malang serta mengetahui pelaksanaan impor pakaian bekas di tinjau dari Hukum Islam. Rumusan Pertama, bagaimana upaya dan kendala dalam pengawasan larangan impor pakaian bekas di Kota Malang oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai. Kedua, bagaimana pelaksanaan dan penegakan hukumnya tentang larangan impor pakaian bekas perspektif sadd dzari’ah.

Penelitian ini adalah yuridis empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Metode pengumpulan datanya dengan cara melakukan wawancara dan dokumentasi. Kemudian melakukan metode analisis data dekskriptif kualitatif untuk mendapatkan jawaban dari masalah yang diangkat.

Hasil penelitian mununjukkan dengan maraknya penjualan pakaian bekas impor di Kota Malang, ternyata tidak adanya penindakan dari Direktorat Jenderal Bea Cukai kantor wilayah II jawa timur yang berada di Kota Malang berupa pengawasan dan perlunya kordinasi antar lembaga agar bisa tercapainya dan terealisasinya bentuk pengawasan dan penegakan hukumnya ini dikarenakan dari Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan pun tidak ada sama sekali upaya dalam bentuk pengawasan, selain itu kurangnya sosialisasi secara menyeluruh dari Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan terkait adanya larangan jual beli atau perdagangan terkait pakaian bekas impor ini, yang belum maksimal dilakukan dikarenakan tidak adanya peraturan daerah atau peraturan yang spesifik yang mengatur larangan memperdagangkan pakaian bekas impor.

ABSTRACT:

The interest of the Indonesian people, especially in the field of fashion, is always growing from time to time, however, since the COVID-19 pandemic, many of us have lost our jobs and not many have closed their businesses because they are very quiet, as a result now in Malang City is booming and there are many new businesses. including buying and selling used clothes which are commonly called thrifts, these imported used clothes do not meet the requirements of the health department to be traded. While the purpose of the health requirements on the clothes being sold is to ensure the safety and health of the clothes so that their body health and physical health are maintained, not only for consumers of imported used clothing but for all clothing sellers.

The purpose of the study was to find out the efforts and obstacles in monitoring the prohibition on the import of used clothing in the city of Malang and to find out the implementation of the import of used clothing in terms of Islamic law. The first formulation, how are the efforts and obstacles in supervising the ban on the import of used clothing in Malang City by the Directorate General of Customs and Excise. Second, how is the implementation and enforcement of the law regarding the prohibition on the import of used clothing from the sadd dzari'ah perspective.

This research is empirical juridical with sociological juridical approach. The data collection method is by conducting interviews and documentation. Then perform qualitative descriptive data analysis methods to get answers to the problems raised.

The results of the study show that with the rampant sales of imported used clothing in Malang City, it turns out that there is no action from the Directorate General of Customs, East Java Regional II office in Malang City in the form of supervision and the need for coordination between institutions in order to achieve and realize this form of supervision and law enforcement. This is because from the Cooperative, Industry and Trade Office there is no effort at all in the form of supervision, in addition to the lack of thorough socialization from the Cooperative, Industry and Trade Office regarding the prohibition of buying and selling or trading related to imported used clothing, which has not been carried out optimally because it is not the existence of regional regulations or specific regulations governing the prohibition of trading in imported used clothing.

مستخلص البحث:

يتزايد اهتمام الشعب الإندونيسي ، خاصة في مجال الموضة ، دائمًا من وقت لآخر ، ومع ذلك ، منذ وباء COVID-19 ، فقد الكثير منا وظائفنا ولم يغلق الكثيرون أعمالهم لأنهم هادئون جدًا ، ونتيجة لذلك ، تزدهر الآن مدينة مالانج وهناك العديد من الأعمال التجارية الجديدة.بما في ذلك شراء وبيع الملابس المستعملة التي يطلق عليها عادة التوفير ، فإن هذه الملابس المستعملة المستوردة لا تلبي متطلبات وزارة الصحة ليتم تداولها. في حين أن الغرض من المتطلبات الصحية على الملابس التي يتم بيعها هو ضمان سلامة وصحة الملابس بحيث يتم الحفاظ على صحة أجسامهم وصحتهم البدنية ، ليس فقط لمستهلكي الملابس المستعملة المستوردة ولكن لجميع بائعي الملابس.

كان الغرض من الدراسة هو معرفة الجهود والعقبات في مراقبة حظر استيراد الملابس المستعملة في مدينة مالانج ومعرفة تنفيذ استيراد الملابس المستعملة من حيث الشريعة الإسلامية. الصيغة الأولى ، كيف هي الجهود والعقبات في الإشراف على حظر استيراد الملابس المستعملة في مدينة مالانج من قبل المديرية العامة للجمارك والمكوس. ثانياً: كيف يتم تطبيق وإنفاذ القانون المتعلق بمنع استيراد الملابس المستعملة من منظور السد الدرعي؟

هذا البحث قانوني تجريبي مع منهج قانوني اجتماعي. طريقة جمع البيانات عن طريق إجراء المقابلات والتوثيق. ثم نفذ طرق تحليل البيانات الوصفية النوعية للحصول على إجابات للمشكلات المطروحة.

تظهر نتائج الدراسة أنه مع المبيعات المتفشية للملابس المستعملة المستوردة في مدينة مالانج ، اتضح أنه لا يوجد أي إجراء من المديرية العامة للجمارك ، المكتب الإقليمي جاوة الشرقية الثاني في مدينة مالانج في شكل إشراف والحاجة للتنسيق بين المؤسسات من أجل تحقيق وتحقيق هذا الشكل من الرقابة وإنفاذ القانون. وذلك لأنه من المكتب التعاوني والصناعة والتجارة لا يوجد جهد على الإطلاق في شكل إشراف ، بالإضافة إلى عدم وجود تنشئة اجتماعية شاملة من المكتب التعاوني والصناعي والتجاري فيما يتعلق بحظر شراء وبيع الملابس المستعملة المستوردة أو المتاجرة بها ، والذي لم يتم تنفيذه بالشكل الأمثل لأنه لا يوجد لوائح إقليمية أو لوائح محددة تحكم حظر تجارة الملابس المستعملة المستوردة .

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Whindari, Yayuk
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDWhandari, YayukUNSPECIFIED
Keywords: Pengawasan ; Pakaian Impor Bekas ; Sadd Dzari’ah; Supervision; Used Imported Clothing ; Sadd Dzari'ah; شراف; الملابس المستعملة المستوردة; السد الدرعية
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Tata Negara
Depositing User: Tajuddin Nur 'Afas
Date Deposited: 27 Oct 2022 15:25
Last Modified: 12 Jun 2023 09:22
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/40987

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item