Responsive Banner

Perlindungan Hukum atas pemenuhan Hak Pekerja dalam ketentuan perjanjian kerja waktu tertentu undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja perspektif Hak Asasi Manusia dalam Islam menurut Abdullahi Ahmed An-Na’im

Makhmuri, Muhammad (2022) Perlindungan Hukum atas pemenuhan Hak Pekerja dalam ketentuan perjanjian kerja waktu tertentu undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja perspektif Hak Asasi Manusia dalam Islam menurut Abdullahi Ahmed An-Na’im. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
18220111.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Pembangunan Ketenagakerjaan senantiasa untuk memberikan perlindungan hukum bagi pekerja agar mendapatkan jaminan hak-hak dasar pekerja dan jaminan kesamaan kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi atas dasar apapun untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Ketentuan PKWT dalam Undang-Undang Cipta Kerja merubah beberapa ketentuan seperti jangka waktu perjanjian dan mekanisme perjanjian PKWT. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum atas pengaturan hak pekerja PKWT dalam Undang-Undang Cipta Kerja perspektif HAM dalam Islam menurut Abdullahi Ahmed an-Na’im.

Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan penelitan berupa pendekatan perundang-undangan (staue approach) dan konseptual (conceptual approach). Pendekatan perundang-undangan dilakukan dengan meninjau aturan dalam Undang-Undang Cipta Kerjadan aturan lain yang terkait perjanjian PKWT serta regulasi tentang HAM. Adapun pendekatan konseptual dilakukan melalui tinjaun mendalam konsep perlindungan dan pemenuhan HAM dalam Islam menurut Abdullahi Ahmad an-Na’im. Sumber data penelitian ini adalah bahan hukum primer, sekunder serta tersier. Pengumpulan bahan hukum melalui metode studi kepustakaan dan analisis bahan hukum menggunakan metode analisis deskriptif.

Penelitian ini berkesimpulan bahwa perlindungan hukum pekerja PKWT dalam Undang-Undang Cipta Kerja masih didapati dua persoalan yaitu: pertama, tidak diberikannya batasan maksimal perjanjian PKWT berdasarkan selesainya suatu pekerjaan yang mengakibatkan tidak ada pengalihan status pekerja menjadi pekerja tetap yang berimbas tidak adanya jaminan kesejahteraan dan penghidupan yang layak. Kedua, penghapusan ketentuan mengenai konsekuensi hukum apabila PKWT dibuat secara tidak tertulis yang mengakibatkan kekosongan hukum dan berpotensi adanya perlakuan diskriminatif. Ditinjau dari konsep perlindungan hukum atas pemenuhan hak menurut an-Na’im yang menitikberatkan nilai-nilai humanisme seperti Syariah tatkala ditutunkan di Makkah dengan berpacu pada pemenuhan hak untuk hidup dan bebas serta prinsip resiprositas, kedua ketentuan tersebut belum memberikan perlindungan atas pemenuhian hak untuk hidup dan bebas serta resiprositas.

ABSTRACT

Manpower Development continues to provide legal protection for workers to obtain guarantees for workers' basic rights and guarantees of equal opportunity and treatment without discrimination on any basis to realize the welfare of workers and their families. The PKWT provisions in the Job Creation Law change several provisions such as the term of the agreement and the mechanism of the PKWT agreement. The purpose of this study is to find out how the legal protection for the regulation of the rights of PKWT workers in the Job Creation Law from a Human Rights perspective in Islam according to Abdullahi Ahmed an-Na’im.

This research is normative legal research with a research approach in the form of a statute approach and conceptual approach. The statute approach is carried out by reviewing the rules in the Job Creation Law and other rules related to the PKWT agreement as well as regulations on human rights. The conceptual approach is carried out through an in-depth review of the concept of protection and fulfillment of human rights in Islam according to Abdullahi Ahmad an-Na’im. The data sources of this research are primary, secondary, and tertiary legal materials. The collection of legal materials through the method of literature study and analysis of legal materials using descriptive analysis methods.

This study concludes that the legal protection of PKWT workers in the Job Creation Law is still found to have two problems, namely: first, the maximum limit of the PKWT agreement is not given based on the completion of a job which results in no transfer of status of workers to permanent workers which results in the absence of guaranteed welfare and a decent living. Second, the abolition of the provisions regarding legal consequences if the PKWT is made unwritten results in a legal vacum and has the potential for discriminatory treatment. Judging from the concept of legal protection for the fulfillment of rights according to an-Na’im which emphasizes the values of humanism such as Sharia when it is stated in Mecca with the aim of fulfilling the right to live and be free and the principle of reciprocity, these two provisions have not provided protection for the fulfillment of the right to life and freedom, and reciprocity.

مستخلص البحث

تهدف تنمية القوى العاملة دائما إلى توفير الحماية القانونية للعمال من أجل الحصول على حقوق العمال الأساسية المضمونة وضمانات تكافؤ الفرص والمعاملة دون تمييز على أي أساس لتحقيق رفاهية العمال وأسرهم. تغير أحكام اتفاق عمل وقت معين في قانون حق المؤلف عدة أحكام مثل مدة الاتفاقية وآلية اتفاقية اتفاق عمل وقت معين الغرض من هذه الدراسة هو معرفة كيفية الحماية القانونية لتنظيم حقوق العاملين في حزب العمال وقانون خلق فرص العمل من منظور حقوق الإنسان في الإسلام حسب عبد الله أحمد نعيم.

هذا البحث هو البحث قانوني معياري بمنهج قان) منهج القانون .( يتم تنفيذ النهج القانوني من خلال مراجعة القواعد في قانون حقوق التأليف والنشر للعمل والقواعد الأخرى المتعلقة باتفاقيات ولوائح اتفاق عمل وقت معين المتعلقة بخقوق الإنسان في الإسلام وقفا لعبد الله أحمد نعيم. مصادر البيانات لهذا البحث هي المواد القانونية باستخدام طرق التحليل الوصفي.

خلصت هذه الدراسة إلى أن الحماية القانونية للعاملين في قانون حقوق المؤلف للعمل لا تزال تواجه مشكلتين، وهما: أولا، لا يتم تحديد الحد الأقصى لاتفاقية اتفاق عمل وقت معين بناء على إكمال الوظيفة مما يؤدي إلى عدم ضمان الرفاهية وسبل العيش. ثانيا، إلغاء الأحكام المتعلقة بالعواقب القانونية إذا تم إجراء اتفاق عمل وقت معين بطريقة غير مكتوبة تؤدي إلى فراغ قانوني ويمكن أن تؤدي إلى معاملة تمييزية. انطلاقا من مفهوم الحماية القانونية لإعمال الحقوق وقف النعيم الذي يؤكد على القيم الإنسانسة مثل الشريعة عند توجيهها في مكة بهدف الوفاء بالحق في الحياة والحرية وكذلك مبدأ المعاملة بالمثل، فإن المادتين لم توفر الحماية لإعمال الحق في الحياة والحرية والمتبادلة.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Rofiq, Mahbub Ainur
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDRofiq, Mahbub AinurUNSPECIFIED
Keywords: Perlindungan Hukum, Pemenuhan Hak, Pekerja PKWT, HAM dalam Islam; Legal Protection, Fulfillment of Rights, PKWT Workers, Human Rights in Islam; الحماية القانونية, وفاء بالحقوق, عمال اتفاق عمل وقت معين, حقوق الإنسان فى الإسلام
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180114 Human Rights Law
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180118 Labour Law
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Muhammad Makhmuri
Date Deposited: 25 Oct 2022 09:47
Last Modified: 25 Oct 2022 10:13
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/40951

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item