Epistemic violence suffered by subaltern in Ken Saro Wiva’s Africa Kills Her Sun and Raphl Ellison’s The Black Ball

Alfa, Roviqur Riziqien (2016) Epistemic violence suffered by subaltern in Ken Saro Wiva’s Africa Kills Her Sun and Raphl Ellison’s The Black Ball. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
12320119.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengalaman-pengalaman subalten dalam cerita Africa Kills Her Sun karya Ken Saro Wiva dan The Black Ball karya Raphl Ellison. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menyingkap pengalaman Bana dan John sebagai subaltern dalam dua cerita dan menemukan persamaan dan perbedaan antara keduanya.

Data yang di ambil berbentuk kata-kata, kalimat dan frase dari dua cerita pendek yang dipilih yang ditulis oleh Africa Kills Her Sun karya Ken Saro Wiva (2000, 519-525) dan The Black Ball karya Raphl Ellison(2002, 145-156). Penelitian ini dilakukan dalam pendekatan poskolonial dengan menggunakan teory subalten dari Gayatri Chakravorty Sppivak. Dengan mengaplikasikan teori subaltern, rumusan masalah dari penelitian ini adalah 1) Apa yang di alami Bana sebagai subaltern dalam Africa Kills Her Sun karya Ken Saro Wiva, 2) Apa yang di alami John sebagai subaltern dalam dan The Black Ball karya Raphl Ellison, 3) Apa saja persamaan dan perbedaan kasus yang terjadi pada kedua subaltern tersebut dalam kedua cerita? Untuk mengetahui pengalamannya, ini dianalisa dengan mengidentifikasi kekerasan epistemologi yang dilaksanakan oleh kelompok yang berkuasa sebagai cara dominasi. Kekerasan epistemologi ini terdiri dari dikriminasi, testimoni dan distibutif.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman yang diterima oleh Bana dan John serupa satu sama lain. Mereka berasalari kelompok kelas bawah, yakni pekerja. Namun, ini dipresentasikan sedikit berbeda. Pada umumnya, Bana menghadapi perlakuan hukum yang tidak adil dan John menerima diskriminasi karen warna kulit. Untuk menghadapin masalah tersebut, Bana cenderung lebih anarkis sementara John lebih memilih diam and menjaganya seakan-akan seperti orang yang takut ditindas. Secara umum, mereka telah mendapatkan pendidika namun itu kelihatannya tidak penting karena dampak dari kekerasan epistemologi distributif. Namun, kedua tokoh tersebut masih dibawah dominasi(kekuasaan) sampai akhir cerita.

ENGLISH:

This present study aims to analyze subaltern experiences in Ken Saro Wiva’s Africa Kills Her Sun and Raphl Ellison’s The Black Ball. The objective of the research is to expose the experiences of Bana and John as subalterns in the two stories and find the similarities and differences between both.

The data taken are in the form of words, sentences, and phrase from two selected short stories written by Ken Saro Wiva’s Africa Kills Her Sun (2000, 519-525) and Raphl Ellison’s The Black Ball (2002, 145-156). This study is conducted in postcolonial approach by employing the theory of subaltern of Gayatry Chakravorty Spivak. By applying the subaltern theory, the statement of the problem are 1) What does Bana experience as subatern in Ken Saro Wiva’s Africa Kills Her Sun, 2) What does John experience as subaltern in Raphl Ellison’s The Black Ball?, 3) What are the similarities and differences of the cases which happen to subalterns experience in both stories?. To know their experience, it is analyzed by identifying epistemic violence that is conducted by ruling class as a way of domination. This epistemic violence consists of discriminatory, testimonial and distributive.

The results of the study show that the experience received by Bana and John resemble one another. They come from the low social class, that is as worker. However, there presents a bit difference. Generally, Bana confronts the unfair treatment in law and John has perceived discrimination due to the skin color. To face it, Bana tends to be a bit anarchic even though it is denied while John prefers being silent and keeping it like someone fears to be oppressed. Above all, they both have achieved education but it seems not important due to the impact of distributive epistemic violence. Therefore, both characters are still under domination until the end of the story.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Huda, Miftahul
Keywords: Poskolonial; Subaltern; Kekerasan Epistemologi; Post-colonial; Subaltern; Epistemic Violence
Departement: Fakultas Humaniora > Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris
Depositing User: Zulaikha Zulaikha
Date Deposited: 03 Aug 2016 09:45
Last Modified: 03 Aug 2016 09:45
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4069

Actions (login required)

View Item View Item