Hubungan antara kecerdasan emosional dengan penerimaan diri santri Pondok Pesantren Al-Islam Genengan Mojokerto

Ayatulloh, M. Mirza (2016) Hubungan antara kecerdasan emosional dengan penerimaan diri santri Pondok Pesantren Al-Islam Genengan Mojokerto. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
12410073.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

INDONESIA :

Pesantren merupakan salah satu sarana pendidikan non formal di Indonesia. Pendidikan non formal ini memiliki peserta didik yang disebut santri. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa penerimaan diri santri masih rendah. Rogers (Szengotai & David, 2013) mengatakan bahwa pentingnya penerimaan diri. Penerimaan diri dipengaruhi oleh kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional menurut Mayer, dkk (2004) adalah kecerdasan yang beroperasi pada, dan dengan, informasi emosional. Informasi emosional menyangkut makna emosi, pola emosional dan urutan, juga sebagai penilaian dari hubungan yang mereka cerminkan.

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosional santri Pondok Pesantren Al-Islam Genengan Mojokerto, (2) untuk mengetahui tingkat penerimaan diri santri Pondok Pesantren Al-Islam Genengan Mojokerto, dan (3) untuk mengetahui adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan penerimaan diri santri Pondok Pesantren Al-Islam Genengan Mojokerto.

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif jenis penelitian korelasional. Pengambilan sampel dengan cara teknik sampling jenuh, mengambil subjek keseluruhan populasi santri Pondok Pesantren Al-Islam Genengan Mojokerto. Alat ukur yang digunakan mengacu pada teori kecerdasan emosional milik Goleman serta teori penerimaan diri milik Berger. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pengolahan statistik dengan program SPSS for Windows versi 16.00.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar santri memiliki tingkat kecerdasan emosional sedang yaitu persentase 74,4%. Sedangkan untuk penerimaan diri, sebagian besar santri berada pada tingkat sedang yaitu persentase 67,4%. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan penerimaan diri pada santri Pondok Pesantren Al-Islam Genengan Mojokerto dengan koefisien nilai pearson correlation 0,580 dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,01). Maknanya, semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional maka semakin tinggi pula tingkat penerimaan diri santri. Sebaliknya, semakin rendah tingkat kecerdasan emosional, maka semakin rendah pula tingkat penerimaan diri santri.

ENGLISH :

Pesantren is one of the forms of non-formal education in Indonesia. The students are known as santri. Fact shows that students' self-acceptance is still low. Rogers (Szengotai & David, 2013) states that self-acceptance is crucial. Self-acceptance is influenced by emotional intelligence. Emotional intelligence, according to Mayer et al (2004), is the intelligence that operates on, and with, the emotional information. Emotional information concerns with the meaning of emotion, emotional patterns and emotional sequences, as well as an assessment of the relation they reflect.

This study aims to (1) to determine the level of emotional intelligence of the students of Al-Islam Islamic Boarding school, Genengan Mojokerto, (2) to determine the level of self-acceptance of the students of Al-Islam Islamic Boarding School, Genengan Mojokerto and (3) to determine the relation between emotional intelligence and self-acceptance of the students of Al-Islam Islamic Boarding School, Genengan Mojokerto.

This study is a correlational research using quantitative approach. The sampling employs saturation sampling technique, taking the entire students of Al-Islam Islamic Boarding School Genengan Mojokerto as the subject population. This study makes use of a measurement tool which is based both on Goleman’s theory of emotional intelligence and Berger’s theory of self-acceptance. The data analysis is accomplished through statistical processing using SPSS for Windows, 16 .00 version.

The result shows that the majority of the students have a moderate level of emotional intelligence, expressed in a percentage as 74.4%. For self-acceptance, most of the students are also in a moderate level that is 67, 4%. The result shows a significant correlation between Al-Islam Islamic Boarding School students’ emotional intelligence and self-acceptance expressed in the coefficient of Pearson correlation value that is 0.580 with a significance value of 0.000 (p <0.01). It indicates that the higher the level of emotional intelligence, the higher the level of students’ self-acceptance is. Vice Versa, the lower the level of emotional intelligence, the lower the level of students’ self-acceptance is.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Mulyadi, Mulyadi
Keywords: Kecerdasan Emosional; Penerimaan diri; Emotional intelligence; Self-acceptance
Departement: Fakultas Psikologi
Depositing User: Errisa Aprillia Rengganis
Date Deposited: 03 Aug 2016 06:33
Last Modified: 03 Aug 2016 06:33
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4045

Actions (login required)

View Item View Item