English phonological rules applied in The Martian film

Rosyidin, Khulafaur (2016) English phonological rules applied in The Martian film. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
12320088.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Penelitian ini mengkaji kaidah-kaidah fonologi Bahasa Inggris yang praktikkan oleh karakter-karakter dalam film “The Martian”. Istilah phonological rules (kaidah-kaidah fonologi), atau disebut juga proses-proses fonologi merujuk kepada teori yang dikemukakan oleh Lass (1984). Dia mengelompokkan kaidah fonologi ke dalam banyak jenis. Akan tetapi, penelitian ini hanya fokus kepada empat jenis saja, yaitu: asimilasi, disimilasi, delesi, dan insersi. “The Martian”, salah satu film Hollywood, diambil sebagai objek dalam penelitian ini karena fenomena penggunaan kaidah fonologi bahasa inggris banyak terjadi dalam perkataan-perkataan karakter-karakternya. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab dua rumusan masalah: jenis apa saja dari kaidah-kaidah fonologi yang dipraktikkan oleh karakter-karakter dalam film tersebut dan sejauh mana mereka menerapkan kaidah-kaidah fonologi dalam perkataan (dialog) mereka.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan praktik kaidah fonologi di dalam film “The Martian”. Selain teori dari Lass (1984), gagasan para pakar lain juga digunakan dalam mendeskripsikan fenomena ini, diantaranya: Yule (2010) tentang penyuaraan, tempat artikulasi, dan cara artikulasi, Hayes (2009) tentang matrix fitur, Roach (1991) tentang produksi vokal, dan lain-lain.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena penggunaan kaidah fonologi Bahasa Inggris banyak ditemukan dalam tiga dari empat jenis yang dibahas dengan angka terbesar pada delesi. Pada asimilasi, fonem bisa mengalami perubahan satu fitur dan dua fitur. Perubahan satu fitur terjadi pada banyak proses, seperti labialisasi konsonan stop /t/, peredaman suara konsonan alveolar /d/, velarisasi konsonan stop /d/, dan lain-lain. Sedangkan perubahan dua fitur terjadi pada proses dentalisasi dan fricatization konsonan alveolar stop /t/ dan palatalisasi gabungan konsonan /t/ dan /j/. Disimilasi ditemukan hanya pada pengulangan konsonan /r/ dan selalu terjadi pada koda suku kata baik yang mengalami penekanan ataupun tidak dalam pengucapannya. Sementara itu, pada jenis delesi, afaeresis sebagai salah satu prosesnya ditemukan bahwa penghapusan fonem dalam proses ini diinspirasi oleh aturan-aturan sinkopasi. Beberapa aturan sinkopasi dipakai dalam proses penghapusan fonem awal dari bentuk-bentuk kata yang disepakati.

ENGLISH:

This study examines English phonological rules applied by the characters of “The Martian” film. the term phonological rules, or called phonological processes refer to Lass’s (1984) theory. He classified them into a large number of types. Nonetheless, this study focuses on four types only, that is, assimilation, dissimilation, deletion, and insertion. “The Martian”, a Hollywood film, is taken as the subject of the study since the phenomena of English phonological rules highly occur in the characters’ speech. This study is carried out to address two research questions: what types of phonological rules are applied in the film and to what extent the characters of the film apply phonological rules in their speech.

This study is employing descriptive qualitative inquiry aimed at describing the case of phonological rules applied in “The Martian” film. besides Lass’s (1984) theory, in describing this case, the other experts’ ideas are utilized as well, including Yule’s (2010) voicing, place of articulation and manner of articulation, Hayes’s (2009) feature matrix, Roach’s (1991) vowels production, and so forth.

The results of this study suggest that the phenomena of English phonological rules are highly found in three of the four types proposed with the highest number of occurrence arises in deletion. In assimilation, a phoneme can undergo one feature alteration, e.g. labialization of stop consonant /t/, devoicing of alveolar consonant /d/, velarization of stop consonant /d/, and so forth. It can also undergo two features alteration, e.g. dentalization and fricatization of stop alveolar consonant /t/ and palatalization of the mutual consonants /t/ and /j/. Dissimilation occurs in solely /r/ recurrence and always arises in the coda of a syllable either stressed or unstressed. Meanwhile, in deletion, aphaeresis as one of its processes is identified that the process of deleting phonemes is inspired by syncopation rules. several rules of syncopation are employed in the process of deleting the initial phoneme of contracted forms.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Rakhmawati, Deny Efita Nur
Keywords: Kaidah-kaidah Phonologi; Pengucapan; Perkataan; Fonem; The Martian Film; Phonological Rules; Pronunciation; Speech; Phoneme
Departement: Fakultas Humaniora > Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris
Depositing User: Zulaikha Zulaikha
Date Deposited: 01 Aug 2016 09:10
Last Modified: 01 Aug 2016 09:10
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/3991

Actions (login required)

View Item View Item