Tukar menukar uang pecahan baru ditinjau dari Undang-undang PBI (Peraturan Bank Indonesia) no 14/th 2012 dan pendapat Imam Wahbah Az-Zuhaili

Madinah, Endah (2016) Tukar menukar uang pecahan baru ditinjau dari Undang-undang PBI (Peraturan Bank Indonesia) no 14/th 2012 dan pendapat Imam Wahbah Az-Zuhaili. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
12220173.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Manusia adalah makhluk sosial dimana ia tidak dapat hidup tanpa bantuan dari manusia lain, ia harus mau bekerja, berinteraksi dan bertransaksi dengan yang lain.Contoh transaksi sesama manusia adalah sebagaimana jua beli, tukar menukar, dll. Dalam bertransaksi, terkadang ada pihak yang belum mengetahui hukum transaksi yang dilakukan, sebagaimana penukaran uang baru saat lebaran.

Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana ketentuan tukar menukar uang pecahan baru menurut UU PBI (Peraturan Bank Indonesia) No 14/th 2012, serta bagaimana pendapat Imam Wahbah Az-Zuhaili tentang penukaran uang baru saat lebaran dengan metode qiyas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana status hukum jika ditinjau dari menurut UU PBI (Peraturan Bank Indonesia) No 14/th 2012 dan pendapat Imam Wahbah Az-Zuhaili.

Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian yuridis normatif atau penelitian kepustakaan dan juga menggunakan pendekatan konceptual dan pendekatan perundang-undangan. Sebagai bahan hukum primer dalam penelitian ini adalah UU PBI (Peraturan Bank Indonesia) No 14/th 2012 dan pendapat Imam Wahbah Az-Zuhaili. Sedangkan bahan hukum sekunder menggunakan buku-buku, Al-Qur’an, hadits. Adapun bahan hukum tersier yang digunakan adalah kamus, yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa status hukum penukaran uang baru yang ada di bahu jalan adalah ilegal karna dalam UU PBI (Peraturan Bank Indonesia) No 14/th 2012 telah diatur mengenai teknis penukaran uang yang sesuai dengan peraturan Bank Indonesia. Hal ini sejalan dengan pendapat Imam Wahbah Az-Zuhaili yang sependapat dengan madzhab Hanafiyah bahwa uang itu termasuk barang ribawi (diqiyaskan dengan emas dan perak yang juga merupakan barang ribawi dengan illat yang sama yaitu menukarkan barang yang sejenis). Sehingga jika menukarkan dengan yang sejenis namun hasil yang diperoleh berbeda, maka itu riba (haram). Hal itu juga berlaku pada uang.

ENGLISH:

Humans are social beings who can’t live without the help from other humans. They have to work, interact and transact with each other. Sale and purchase, swap and etc. are example for the transaction among humans. Sometimes, within transaction there are those who do not know the legal transactions as the new money changers during Eid.

The problems in this thesis are how the convention of new money changers based on PBI Laws (Regulation Indonesian Bank) Number.14 of 2012, and How the opinion of Imam Wahbah Az-Zuhaili about the new money changers during Eid by Qiyas Method. The purpose of this research is to know the legal status based on PBI Laws (Regulation Indonesian Bank) Number.14 of 2012 and Imam Wahbah Az-Zuhaili opinions.

In this study, the author used a method normative juridical research or the research literature and also uses a conceptual approach and the approach of legislation. As the primary legal materials in this study is the PBI Laws (Regulations Indonesian Bank) Number.14 of 2012 and the opinion of Imam WahbahAz-Zuhaili. While the secondary legal materials using books, the Qur'an, the hadith. The tertiary legal materials are used dictionaries that is Indonesian Dictionary (KBBI).

The conclusion of this study that the legal status of new money changers on the roadside are illegal because the PBI Laws (Regulation Indonesian Bank) Number.14 of 2012has been set on the techniques money changers in accordance with the regulations Indonesian bank. Its same with opinion of Imam WahbahAz-Zuhailithat concurred Hanafiyah sects that the money was included ribawi items (it was been qiyas with gold and silver which is also a ribawi item with the same illat which redeem similar items). So if redeemed with similar but the results are different, then the riba (haram). It also applies to money.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Anam, Khoirul
Keywords: Tukar Menukar; Uang Rupiah, PBI (Peraturan Bank Indonesia) No 14/th 2012; Qiyas; Swa; Rupiah; PBI Laws (Regulations Indonesian Bank) Number. 14 of 2012
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Viki Alvionita Dwiningrum
Date Deposited: 28 Jul 2016 09:40
Last Modified: 28 Jul 2016 09:40
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/3927

Actions (login required)

View Item View Item