Bahiyati, Naila Salsabila (2022) Transaksi jasa pada aplikasi penghasil Cashback dalam perspektif khes dan undang-undang no. 19 tahun 2016 tentang informasi dan Transaksi Elektronik: Studi pada komunitas Facebook Shopback Indonesia. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
![]() |
Text (Fulltext)
17220087.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK
Pada masa modern ini, industry perdagangan mulai merambah kedalam media elektronik yang kita kenal dengan e-commerce, pelaku usaha berlomba-lomba untuk meningkatkan marketing agar menarik lebih banyak pelanggan. Umumnya e-commerce menawarkan berbagai macam promo dan diskon melalui iklan, sekarang terdapat Aplikasi yang Bernama Shopback yang didalamnya tergabung ratusan mitra Merchant yang terdiri dari ratusan e-commerce yang ada didunia, Shopback ini guna menarik pelanggan ia menawarkan keuntungan berupa Cashback bagi mereka yang menggunakan layanan Shopback sebelu berbelanja. Akan tetapi dalam perolehan Cashback dalam aplikasi Shopback tidaklah secara langsung cashback tersebut dapat digunakan melainkan membutuhkan masa validasi 90-120 hari, setelah selesai masa validasi barulah status cashback diketahui bisa “diterima” ataupun “ditolak”. Peolakan cashback ini dikarenakan beberapa spekulasi dan saat suatu cashback ditolak tidak terdapat alasan yang pasti mengenai alasan cashback tertolak.
Dalam penelitian ini mengangkat beberapa pokok masalah yaitu bagaimana analisis transaksi jasa yang terjadi dalam Aplikasi Shopback ini menurut Undang-Undang ITE dan Kompilasi Hukum Ekonomi Syari’ah, dan bagaiman analisis megenai fenomena hilangnya Cashback menurut UU ITE dan KHES.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian Empiris, sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data Primer, Sekunder dan Tersier yang sesuai dengan pokok penelitian ini, metode dalam pengumpulan data yaitu dengan menyebarkan Kuesioner dalam Komunitas Shopback Indonesia dan akan dipilih 10% dari responden yang memiliki masalah sesuai dengan pokok bahasan untuk diwawancara lebih mendalam, wawancara ini dilakukan via google form. Metode analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif.
Hasil dari penelitan ini menunjukkan bahwa dalam transaksi jasa pada aplikasi Shopback ini sesuai dengan akad sesuai dengan UU ITE dan KHES akan tetapi penerapan asas itikad baik yaitu kejujuran dan asas Transparansi dalam aplikasi belum diterapkan secara maksimal, mulai dari tidak adanya Batasan umur dari pengguna aplikasi Shopback sehingga memungkinkan digunakan oleh yang belum cakap hukum, dan tidak dijelaskan secara transparan mengenai alasan hilangnya cashback yang membuat pengguna kecewa.
مستخلص البحث
بهياتي نائلة سلسبيلا 17220087.معاملات الخدمة على تطبيقات Shopback لتوليد استرداد النقود في منظور KHES والقانون رقم. رقم 19 لسنة 2016 بشأن المعلومات والمعاملات الإلكترونية (دراسة على مجتمع Shopback الإندونيسي على Facebook)أطروحة ، قسم القانون الاقتصادي الشرعي ، مولانا مالك إبراهيم الدولة الإسلامية جامعة مالانج. المشرف: فيصل عقيل المنور
في العصر الحديثفي الوقت الحالي ، بدأت صناعة التجارة في اختراق الوسائط الإلكترونية التي نعرفها بالتجارة الإلكترونية ، ويتنافس الفاعلون التجاريون على تحسين التسويق من أجل جذب المزيد من العملاء. تقدم التجارة الإلكترونية بشكل عام أنواعًا مختلفة من العروض الترويجية والخصومات من خلال الإعلانات ، والآن يوجد تطبيق يسمى Shopback والذي يضم مئات من شركاء التجار الذين يتألفون من مئات التجارة الإلكترونية في العالم ، وهذا Shopback من أجل جذب العملاء يقدم مزايا في نموذج الاسترداد النقدي لمن يستخدمون خدمة Shopback قبل التسوق. ومع ذلك ، فإن الحصول على استرداد نقدي في تطبيق Shopback لا يستخدم مباشرةً استرداد النقود ، ولكنه يتطلب فترة تحقق من 90 إلى 120 يومًا ، بعد اكتمال فترة التحقق ، من المعروف أن حالة استرداد النقود يمكن أن تكون "مقبولة" أو "مرفوضة".
تثير هذه الدراسة العديد من القضايا الرئيسية ، وهي كيفية تحليل معاملات الخدمة التي تحدث في تطبيق Shopback هذا وفقًا لقانون ITE وتجميع القانون الاقتصادي الشرعي ، وكيفية تحليل ظاهرة فقدان استرداد النقود وفقًا لقانون ITE و KHES .
هذا البحث هو نوع تجريبي من البحث ، ومصادر البيانات المستخدمة في هذا البحث هي مصادر البيانات الأولية والثانوية والثالثية التي تتوافق مع موضوع هذا البحث ، وطريقة جمع البيانات هي عن طريق توزيع الاستبيانات في مجتمع Shopback الإندونيسي و 10٪ من المبحوثين الذين لديهم مشاكل حسب الموضوع لمزيد من المقابلات المتعمقة ، أجريت هذه المقابلات عبر نموذج جوجل. طريقة تحليل البيانات المستخدمة هي الطريقة الوصفية النوعية.
تشير نتائج هذا البحث إلى أن معاملة الخدمة على تطبيق Shopback تتوافق مع العقد وفقًا لقانون ITE و KHES ، لكن تطبيق مبدأ حسن النية ، أي الصدق ومبدأ الشفافية في التطبيق ، لم يتم تنفيذه بالشكل الأمثل ، بدءًا من عدم وجود حد عمر لمستخدمي تطبيق Shopback. بحيث يمكن استخدامه من قبل غير المؤهلين قانونيًا ، ولا يتم شرح أسباب فقدانه بشفافية استرداد النقود مما يجعل المستخدمين بخيبة أمل.
ABSTRACT
In modern times Currently, the trading industry is starting to penetrate into electronic media that we know as e-commerce, business actors are competing to improve marketing in order to attract more customers. Generally e-commerce offers various kinds of promos and discounts through advertising, now there is an application called Shopback which includes hundreds of Merchant partners consisting of hundreds of e-commerce in the world, this Shopback in order to attract customers it offers benefits in the form of Cashback for those who use Shopback service before shopping. However, obtaining Cashback in the Shopback application does not directly use the cashback, but requires a validation period of 90-120 days, after the validation period is complete, it is known that the cashback status can be "accepted" or "rejected".
This study raises several main issues, namely how to analyze service transactions that occur in this Shopback Application according to the ITE Law and the Compilation of Sharia Economic Law, and how to analyze the phenomenon of the loss of Cashback according to the ITE Law and KHES.
This research is an empirical type of research, the data sources used in this study are primary, secondary and tertiary data sources that are in accordance with the subject of this research, the method of data collection is by distributing questionnaires in the Indonesian Shopback Community and 10% of respondents will be selected from the respondents who have problems according to the subject matter for more in-depth interviews, these interviews were conducted via google form. The data analysis method used is descriptive qualitative method.
The results of this research indicate that the service transaction on the Shopback application is in accordance with the contract in accordance with the ITE Law and KHES, but the application of the principle of good faith, namely honesty and the principle of Transparency in the application has not been implemented optimally, starting from the absence of an age limit for Shopback application users. so that it is possible to use it by those who are not legally capable, and it is not explained in a transparent manner about the reasons for the loss of cashback which makes users disappointed.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Al Munawar, Faishal Agil | ||||||
Contributors: |
|
||||||
Keywords: | Kata Kunci : Shopback, Transaksi Jasa, Cashback الكلمات الدالة : Shopback ، معاملات الخدمة ، استرداد النقود Keywords : Shopback, Service Transaction, Cashback | ||||||
Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180105 Commercial and Contract Law | ||||||
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah | ||||||
Depositing User: | Naila Salsabila Bahiyati | ||||||
Date Deposited: | 04 Jul 2022 14:29 | ||||||
Last Modified: | 04 Jul 2022 14:29 | ||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/37728 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |