Gangguan delusi pada pengamal wirid: Studi kasus pada pengamal wirid di Desa Gemekan Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto

Nadzifah, Ummu Zahrotun (2016) Gangguan delusi pada pengamal wirid: Studi kasus pada pengamal wirid di Desa Gemekan Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
12410031.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

INDONESIA :
Wirid dikenal sebagai ibadah yang memiliki aturan khusus dalam pelaksanaannya, sehingga apabila seorang pengamal wirid tidak melaksanakan wirid sesuai dengan aturannya maka hal tersebut dapat mengakibatkan dampak yang negatif bagi dirinya. Kasus pengamal wirid yang kemudian mengalami gangguan jiwa banyak terjadi di masyarakat. Hal ini mengakibatkan munculnya anggapan bahwa mengamalkan wirid dapat menyebabkan gangguan jiwa.

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan gambaran proses terjadinya gangguan delusi pada pengamal wirid, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan gangguan delusi dan menemukan bentuk gangguan delusi pada pengamal wirid. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen pribadi. Adapun sumber data terdiri dari AR; keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan saudara kandung; serta agamawan.

Hasil penelitian menunjukkan gangguan delusi AR diawali dengan adanya keterbatasan-keterbatasannya dalam mewujudkan cita-cita sebagai kiai. Kondisi ini mendorongnya melakukan perubahan perilaku meniru sosok kiai, yang mana hal ini sesungguhnya mengakibatkan munculnya kesenjangan yang semakin tinggi antara harapan dengan kenyataan. Keluarga menyadari adanya perubahan perilaku namun tidak melakukan konfrontasi secara adekuat karena perilaku baru yang muncul dianggap tidak membahayakan. Sikap keluarga menjadikan AR merasa didukung, sehingga kenyamanan meliputi dirinya dan delusi semakin berkembang. Faktor penyebab gangguan delusi AR dibedakan menjadi dua yakni faktor psikologis dan faktor sosio-budaya. Pada faktor psikologis dikarenakan kegagalan AR dalam meraih cita-cita sebagai kiai dan ketidakmatangan konsep diri. Pada faktor sosio-budaya dikarenakan kondisi keluarga yang patogenik. Gangguan delusi pada AR bukan karena wirid yang diamalkan, akan tetapi karena kesalahannya dalam prosedur pengamalan wirid yakni tidak memiliki guru pembimbing sehingga menyebabkan terjadi banyak kesalahan saat berwirid. Selain itu sebelum mengamalkan wirid, AR telah berada dalam kondisi yang beresiko memunculkan gangguan jiwa yakni gagal dalam meraih cita-cita.

ENGLISH :
Wirid is well-known as a prayer which has a special role in its practition. So, when the practitioners does not practice wirid according to the rules, it will give negative impact to him. Many people who do wrong practice will experience psychically disorder. Thus, it causes the emergence of perspective that practiting wirid can causes psyche disorders.

This study aims to clasify the process of delusional disorder on wirid practitioner, analyze the factors that cause delusion and find the forms of delusional disorder. In this research, the researcher employs qualitative approach with case study design. Data collection is obtained through interview, observation, and personal document analysis. And data source comprises AR; family consisting of father, mother, and brothers; and religionist.

The result shows that delusional disorder suffered by AR started with the limits in realizing his ideal to be kiai. This condition pushes him to change behavior imitate the figure of kiai, in which it really causes a high gap between expectation and reality. The family is aware of the changes, but did not confront adequately for the new behavior because the new behavior is considered as non-dangerous. Family’s response makes AR feels comfortable with his lies and the delusions keep growing. The factors that caused delusional disorders of AR is distinguished into two i.e., psychological factors and socio-culture factors In psychological factor, due to his failure in realizing the ideals as kiai and immaturity of self concept. Meanwhile, in socio-culture factor, due to the pathogenic family condition. Delusional disorder suffered by AR is not caused by wirid, but the falseness of the procedure. AR does not have tutors so that many mistake happened in doing wirid. Besides, before practicing wirid, AR is in the condition that caused physical disorder that is failure in realizing his ideal.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Amiq, M. Bahrun
Keywords: Gangguan delusi; Wirid; Pengamalan wirid; Delusional disorder; Practicing Wirid
Departement: Fakultas Psikologi
Depositing User: Errisa Aprillia Rengganis
Date Deposited: 25 Jul 2016 09:29
Last Modified: 25 Jul 2016 09:29
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/3710

Actions (login required)

View Item View Item