Hubungan tingkat dukungan sosial dari wali asrama dengan penyesuaian diri santri SMP di Pondok Pesantren al-Qur’an KH. Abdullah Syafi’ie Sukabumi Jawa Barat

Fauzia, Sarah (2016) Hubungan tingkat dukungan sosial dari wali asrama dengan penyesuaian diri santri SMP di Pondok Pesantren al-Qur’an KH. Abdullah Syafi’ie Sukabumi Jawa Barat. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
11410034.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Penyesuaian diri merupakan reaksi mental dan perilaku yang muncul pada individu terhadap tuntutan kebutuhan diri dengan lingkungan agar bisa selaras. Dengan memiliki penyesuaian diri, seseorang dapat menjadi pribadi yang bahagia, harmonis, dan memiliki kesejahteraan psikologis. Dukungan Sosial merupakan bantuan yang diberikan seseorang baik secara verbal maupun non-verbal dimana bantuannya dapat dirasakan oleh si penerima bantuan, sehingga individu merasa dirinya diperhatikan, disayangi, dan berharga. Bentuk dukungan yang diberikan ada empat bentuk, yaitu appraisal support, tangible support, self-esteem support, belonging support. Dalam lingkungan pondok pesantren, wali asrama memiliki peran sebagai orang tua sementara selama santri berada di pesantren. Wali asrama diberikan tugas untuk memberi bantuan atau dukungansehingga santri mampu menyesuaikan diri dengan baik di pesantren. Tercapainya penyesuaian diri yang baik pada santri akan berdampak positif pada perkembangan mereka baik pada masa remajanya saat ini maupun pada tahap perkembangan selanjutnya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian inferensial dan desain penelitian korelasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan dukungan sosial yang diberikan wali asrama dapat membantu santri melakukan penyesuaian diri di pesantren. Subyek penelitian ini adalah santri remaja putra dan putri SMPdi PPA KH. Abdullah Syafi’ie dari kelas VII sampai kelas IX berjumlah 111 subjek dengan teknik pengambilan sampel random cluster sampling. Pengambilan data menggunakan skala dukungan sosial dan skala penyesuaian diri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial yang diberikan wali asrama berada pada kategori tinggi dan sedang dengan porsentase masing-masing 58,6% dan 41,4%. Selanjutnya tingkat penyesuaian diri berada pada kategori tinggi dan sedang dengan porsentase masing-masing 46,8% dan 53,2%. Hasil uji korelasi menunjukkan koefisien korelasi 0,460 dengan korelasi positif. Hal ini menunjukkan, bahwa kekuatan hubungan dukungan sosial dengan penyesuaian diri memiliki hubungan yang sedang atau cukup berhubungan, dan semakin baik dukungan sosial yang diberikan maka semakin baik penyesuaian diri seseorang. Uji koefisien determinasi juga menunjukkan dukungan sosial mampu menjelaskan varians pada variabel penyesuaian diri sebesar 21,2%, dan masih terdapat 78,8% faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri seseorang diantaranya seperti kondisi fisik, kepribadian, proses belajar, lingkungan, agama serta budaya.

ENGLISH:

Self Adjustment is mental and behavioral reactions that appear on the individual against the demands so that in line with the environtment. By having self adjustment, a person can be happy, harmonious, and have psychological well-being. Social support is the assistance given by someone either verbal and non-verbal which the help can be felt the beneficiaries, so that the individual feels himself observed, respected, and valued. There are four forms of support, namely appraisal support, tangible support, self-esteem support, belonging support. In the boarding school environment, the hostel has a guardian role for parents while students are in it. the dorm guardian has the task to provide assistance or support to student so the students will able to adapt well in the boarding school. With achieving a good self adjustment, students will have a positive impact on their development both in his youth and in the next stage of development of humans life.

This study uses a quantitative approach with the type of study of inferential and correlation study designs. The purpose of this study was to determine how the relationship of social support given by hostel guardian can help students make the adjustment at the school. The subjects of this study are male and female young students in junior high school of PPA KH. Abdullah Shafi'i from seventh grade to ninth grade of 111 subjects with the sampling collecting data of random cluster sampling. The process of collectingdata using a scale of social support and scale of self adjustment.

The results showed that social support given by the hostel guardian is in the category of high with58.6% and medium 41.4%. Further the rate of self-adjustment students is at the high 46.8%category medium 53.2%. The test results of the correlation coefficient test is 0.460 with positive correlation. This indicates that the strength of the relationship of social support to the self-adjustment relationships have a medium relationship or good enough, this means the more social support is given, the better self-adjustment of the individual will be. Tests of coefficient determination also showed that social support are able to explain the variancevariable ofself-adjustment is 21.2%, and there are still 78.8% other factors that can affectself-adjustment.Therearephysical condition, personality, learning process, environment, religion and culture.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Mustofa, M. Lutfi
Keywords: Dukungan sosial; Penyesuaian diri; Social support; Self-adjustment
Departement: Fakultas Psikologi
Depositing User: Kumala Inayati
Date Deposited: 25 Jul 2016 09:26
Last Modified: 25 Jul 2016 09:26
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/3676

Actions (login required)

View Item View Item