Responsive Banner

Akibat hukum atas perjanjian jual beli tanah dengan unsur penipuan : Studi putusan nomor 12/PDT.G/2017/PN.MLG

Jannah, Ila Miftachul (2022) Akibat hukum atas perjanjian jual beli tanah dengan unsur penipuan : Studi putusan nomor 12/PDT.G/2017/PN.MLG. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
18220129.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Kesepakatan yang telah diberikan oleh para pihak dalam mengadakan perjanjian jual beli tidak selalu dipandang sah secara hukum. Adakalanya, suatu kesepakatan dinyatakan cacat dikarenakan adanya unsur-unsur penyebab cacat kehendak yang sengaja dilakukan oleh salah satu pihak dalam mengadakan perjanjian. Putusan Nomor 12/Pdt.G/2017/PN.Mlg membatalkan Surat Perjanjian Jual Beli Tanah antara Kartono dengan Achmad Hari Bowo dikarenakan adanya unsur penipuan yang sengaja dilakukan oleh Achmad Hari Bowo selaku pihak pembeli untuk membuat Kartono berkenan menjual tanahnya dan mengadakan perjanjian jual beli tanah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menjelaskan akibat hukum atas perjanjian jual beli tanah dengan unsur penipuan sebagaimana perkara pada Putusan Nomor 12/Pdt.G/2017/PN.Mlg serta meninjau perkara tersebut berdasarkan asas kerelaan (Mabda’ ar-Radha’iyyah).

Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Adapun bahan hukum penelitian ini berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah jenis studi pustaka (bibliography study) dan analisisnya menggunakan metode analisis yang bersifat kualitatif.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Akibat hukum atas perjanjian jual beli tanah antara Kartono dengan Achmad Hari Bowo yang dibuat/diadakan dengan melanggar syarat subjektif perjanjian adalah dapat dibatalkan. Bahwa dalam mengadakan perjanjian Achmad Hari Bowo melakukan penipuan yaitu membujuk, mempengaruhi, serta membohongi Kartono atau menggunakan martabat palsu, yang mana hal tersebut menyebabkan cacatnya kesepakatan/kehendak yang telah diberikan oleh Kartono. Dengan dibatalkannya perjanjian tersebut, tanah yang bersangkutan kembali pada kepemilikan Kartono, sedangkan Achmad Hari Bowo tidak berhak atas tanah tersebut. Ditinjau berdasarkan asas kerelaan (Mabda’ ar-Radha’iyyah), kesepakatan yang diberikan oleh Kartono dalam mengadakan perjanjian tersebut bukanlah kesepakatan yang diberikan atas dasar kerelaan, sehingga perjanjian jual beli tanah antara Kartono dengan Achmad Hari Bowo tersebut berdasarkan hukum perjanjian syariah dinyatakan batal/bathil.

ABSTRACT

An agreement which has been given by every parties in the sale and purchase agreement is not always considered as legal under the law. Somehow, an agreement is illegal due to many illegal factors which is eventually done by one of the parties in holding the agreement. The Decision Number12/Pdt.G/2017/Pn.Mlg has canceled the land sale and purchase agreement between Kartono and Achmad Hari Bowo due to the fraud element that has been done by Achmad Hari Bowo as seller in order to make Kartono will in selling the land and holding the land sale and purchase agreement. The purpose of this research is to explain the legal consequences of a land sale and purchase agreement with fraud elements as told on the Decision Number12/Pdt.G/2017/Pn.Mlg and to review the case according to basis of willingness (Mabda’ ar-Radha’iyyah).

This is a normative juridical research that uses statute and case approach. Whereas the legal material of this research is primary, secondary, and tertiary materials. The method of collecting legal material used is bibliography study and the analysis is using qualitative method.

As a result, the legal consequences of a land sale and purchase agreement between Kartono and Achmad Hari Bowo has been hold by trespassing the terms of agreement on Article 1320 of the Civil Code which is the subjective term of agreement is able to be cancelled. It is mentioned that the holding of Achmad Hari Bowo’s agreement has committed fraud by persuading, influencing, and lying at Kartono or by using false dignity which has caused an illegal on the agreement that has been given by Kartono. By cancelling the agreement, the land that has been mentioned is owned by the owner, Kartono and Achmad Hari Bowo does not have any rights to claim it. It is reviewed on basis of willingness (Mabda’ ar-Radha’iyyah), the agreement that has been given by Kartono in holding the agreement is not an agreement given under the basis of willingness. Furthermore, the land sale and purchase agreement between Kartono and Achmad Hari Bowo is considered as illegal or bathil due to the sharia agreement law.

مستخلص البحث

الاتفاقية التي قدمها أطراف في أداء عقد البيع والشراء لا تعتبر صالحة دائمًا من الناحية القانونية. في بعض الأحيان ، يكون الاتفاق خللًا بسبب العنصر المسبب لخلل الإرادة الذي يفعله أحد الأطراف قصدًا عند أداء العقد. القرار رقم 12/Pdt.G/2017/PN.Mlg يلغي عقد بيع وشراء الأرض بين كارتونو وأحمد هاري بوو بسبب عنصر الاحتيال الذي يفعله أحمد هاري بوو قصدًا كمشتري لجعل كارتونو يفضل أن يبيع أرضه ويعقد بيع وشراء الأرض. الغرض هذا البحث لوصف العاقبة القانونية لعقد بيع الأرض وشرائه بالاحتيال (دراسة القرار رقم 12/Pdt.G/2017/PN.Mlg) ومراجعة الحالة بناءً على مبدأ الرضائية.

هذا البحث هو بحث قانوني معياري بمدخل التشريع ومدخل الحالة. تكون المواد القانونية لهذا البحث في شكل مواد قانونية أساسية وثانوية وثالثية. طريقة جمع المواد القانونية المستخدمة هي بحث مكتبي والتحليل يستخدم الأساليب التحليلية الكيفية.

تشير نتائج هذا البحث إلى أن العاقبة القانونية لعقد بيع الأرض وشرائه بين كارتونو وأحمد هاري بوو قد عقدت على مخالف شروط الاتفاقية الواردة في المادة 1320 من القانون المدني والذي يعد شرطًا شخصيًا للاتفاقية يمكن أن يلغىها. بينما في أداء العقد ، ارتكب أحمد هاري بوو الاحتيال ، أي إقتناع كارتونو والتأثير عليه وخداعه أو استخدام الكرامة الزائفة ، مما يتسبب في حدوث خلل الاتفاقية / الوصية التي قدمتها كارتونو. مع إلغاء العقد ، تعود الأرض المعنية إلى ملكية كارتونو ، ولا يعد أحمد هاري بوو مستحقًا للأرض. بناءً على مبدأ الرضائية ، فإن الاتفاق الذي قدمه كارتونو في أداء العقد ليس اتفاقًا يُعطى على أساس الرضى ، لذلك فإن اتفاق بيع الأرض وشرائه بين كارتونو وأحمد هاري بوو بناءً على قانون اتفاق الشريعة الإسلامية يعبر باطلاً.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Fidhayanti, Dwi
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDFidhayanti, DwiUNSPECIFIED
Keywords: Perjanjian Jual Beli Tanah, Unsur Penipuan, Akibat Hukum, Asas Kerelaan, Land sale and purchase agreement, Fraud elements, Legal consequences, Basis of Willingness, عقد بيع الأرض وشرائه ، عنصر الاحتيال ، العاقبة القانونية ، مبدأ الرضائية
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180105 Commercial and Contract Law
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Ila Miftachul Jannah
Date Deposited: 09 Jun 2022 10:39
Last Modified: 09 Jun 2022 10:39
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/36034

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item