Responsive Banner

Authority of lps to handle failed bank and systemic bank during the Covid-19 pandemic: Comparative of POJK number 18 of 2020 and plps number 3 of 2020

Muhari, Muhammad Dheo Adrian (2022) Authority of lps to handle failed bank and systemic bank during the Covid-19 pandemic: Comparative of POJK number 18 of 2020 and plps number 3 of 2020. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
18220114.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (838kB)

Abstract

ABSTRAK

Selain berdampak pada bidang kesehatan pandemi Covid-19 juga berdampak pada bidang perekonomian. Berdasarkan data yang dikutip dari IMF(Interantional Monetrary Fund) bahwa pertumbuhan perekonomian Indonesia diproyeksikan akan berada di angka minus 1,5% dan hal tersebut juga berdampak pada sektor perbankan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, OJK mengeluarkan POJK Nomor 18/ POJK. 03/ 2020 tentang Perintah Tertulis Penangan Permasalahan Bank pada BUK, BUS, BPR dan BPRS yang memiliki Peringkat Komposit paling rendah 3(PK-3). Namun, OJK seolah bekerja sendiri tanpa melibatkan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).

LPS juga mempunyai wewenang dalam menangani masalah bank yang berdampak sistemik dan tidak berdampak sistemik, dan bank gagal sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 5 ayat 2 Undang-Undang Nomor 24 tahun 2004 tentang Lembaga Penjaminan Simpanan. Keberadaan POJK Nomor 18/POJK.03/2020 tentang Perintah Tertulis Penangan Permasalahan Bank berpotensi mendistorsi fungsi dan wewenang LPS menciptkan kekaburan norma (vague norm).

Penelitian ini termasuk penelitian yuridis normatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kewenangan Lembaga Penjamin Simpan Pinjam dalam menjaga stabilitas perbankan saat pandemi Covid-19 dan bagaimana pengaruh POJK Nomor 18 Tahun 2020 terhadap kewenangan LPS dalam menangani bank gagal saat pandemi Covid-19.

Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa POJK Nomor 18 Tahun 2020 bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004. Pertentangan tersebut, mempengaruhi dan mengaburkan kewenangan LPS dalam menangani bank gagal saaat pandemi Covid-19 karena menciptakan interpretasi yang bervariatif mengenai lembaga mana yang menangani bank gagal saat pandemi Covid-19.

ABSTRACT

In addition to having an impact on the health sector, the Covid-19 pandemic has also had an impact on the economy. Based on data quoted from the International Monetary Fund (IMF) that Indonesia's economic growth is projected to be at minus 1.5%. which also has an impact on the banking sector.

To overcome these problems, OJK issued POJK No. 18/POJK. 03/ 2020 concerning Written Orders for Handling Bank Problems at BUK, BUS, BPR and BPRS which have the lowest Composite Rating of 3 (PK-3). However, OJK seems to be working alone without involving the Deposit Insurance Corporation (LPS).

LPS also has the authority to deal with bank problems that have a systemic impact and do not have a systemic impact, and failed banks as referred to in Article 5 paragraph 2 of Law Number 24 of 2004 concerning the Deposit Insurance Corporation. The existence of POJK Number 18/POJK.03/2020 concerning Written Orders for Handling Bank Problems has the potential to distort the functions and authorities of the LPS create norm ambiguity.

This research includes normative juridical research which aims to find out how the authority of the Savings and Loans Guarantee Institution is in maintaining banking stability during the Covid-19 pandemic and how the influence of POJK Number 18 of 2020 on the authority of LPS in dealing with failed banks during the Covid-19 pandemic
The results of this study indicate that POJK Number 18 of 2020 is contrary to Law Number 24 of 2004. This conflict affects and obscures the authority of IDIC in dealing with failed banks during the Covid-19 pandemic because it creates varied interpretations regarding which institutions handle failed banks. during the Covid-19 pandemic

مستخلص البحث

بالإضافة إلى تأثيره على قطاع الصحة ، كان لوباء Covid-19 أيضًا تأثير على الاقتصاد. استنادًا إلى البيانات المقتبسة من صندوق النقد الدولي (IMF) ، من المتوقع أن يبلغ معدل النمو الاقتصادي في إندونيسيا -1.5٪. والتي لها تأثير أيضًا على القطاع المصرفي.
للتغلب على هذه المشاكل ، أصدر OJK POJK رقم 18 / POJK. 03/2020 بشأن الأوامر المكتوبة للتعامل مع مشاكل البنوك في BUK و BPR والتي لديها أدنى تصنيف مركب من 3 (PK-3). ومع ذلك ، يبدو أن OJK يعمل بمفرده دون إشراك شركة تأمين الودائع (LPS).
تتمتع LPS أيضًا بسلطة التعامل مع المشكلات المصرفية التي لها تأثير نظامي وليس لها تأثير منهجي ، والبنوك الفاشلة على النحو المشار إليه في المادة 5 الفقرة 2 من القانون رقم 24 لعام 2004 بشأن مؤسسة تأمين الودائع. إن وجود POJK Number 18 / POJK.03 / 2020 فيما يتعلق بالأوامر المكتوبة للتعامل مع مشاكل البنك من شأنه أن يشوه وظائف وصلاحيات LPS ، يخلق غموضًا معياريًا
يتضمن هذا البحث بحثًا قانونيًا معياريًا يهدف إلى معرفة مدى تأثير سلطة مؤسسة ضمان المدخرات والقروض في الحفاظ على الاستقرار المصرفي خلال جائحة كوفيد -19 وكيف تأثير POJK رقم 18 لعام 2020 على سلطة LPS في التعامل مع البنوك الفاشلة خلال جائحة Covid-19.
تشير نتائج هذه الدراسة إلى أن POJK رقم 18 لعام 2020 مخالف للقانون رقم 24 لعام 2004. ويؤثر هذا الصراع ويحجب سلطة IDIC في التعامل مع البنوك الفاشلة أثناء وباء Covid-19 لأنه يخلق تفسيرات متنوعة بشأن المؤسسات التي تتعامل معها البنوك الفاشلة خلال وباء كوفيد -19

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Fidhayanti, Dwi
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDFidhayanti, DwiUNSPECIFIED
Keywords: Covid-19; Lembaga Penjamin Simpanan; & Otoritas Jasa Keuangan
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180107 Conflict of Laws (Private International Law)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Muhammad Dheo Adrian Muhari
Date Deposited: 08 Jun 2022 14:39
Last Modified: 08 Jun 2022 14:39
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/36003

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item