Responsive Banner

Pendampingan anak korban perundungan oleh dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kota Malang perspektif Maqasid Syari’ah Jamaluddin Athiyah

Haris, Ahmad Faishal (2021) Pendampingan anak korban perundungan oleh dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kota Malang perspektif Maqasid Syari’ah Jamaluddin Athiyah. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
19780018.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Anak korban perundungan merupakan anak yang menjadi korban atas terjadinya tindakan perundungan yang terjadi di keluarga, lingkungan rumah, atau lingkungan sekolah. Di Indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia mencatat ada 2.473 untuk perundungan dalam dunia pendidikan dan sosial media dari tahun 2011 hingga 2019. Dalam hukum positif Indonesia diatur dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. Salah satu lembaga pemerintah yang memberikan perlindungan terhadap anak adalah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Tercatat mulai tahun 2017-2020 ada 10 kasus kekerasan dan perundungan yang didapat oleh anak yang terjadi di Kota Malang.

Berdasarkan konteks penelitian, fokus penelitiannya adalah (1) Mengapa kasus perundungan masih banyak terjadi di Kota Malang? (2) Bagaimana pendampingan anak korban perundungan oleh Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak perspektif Maqasid Syari’ah Jamaluddin Athiyah ?
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris. Peneliti mengumpulkan data dengan cara wawancara kepada pengurus Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kota Malang. Peneliti menggunakan kondensasi data, penyajian data, analisis data dan penarikan kesimpulan sebagai tekhnik analisi data.

Hasil dari penelitian ini menunjukakkan bahwa: (1) Kasus perundungan di kota Malang terjadi karena beberapa faktor, seperti kebebasan bergaul, kurangnya keasadaran masyarakat untuk melapor ketika adanya perilaku perundungan terhadap anak dan kurangnya perhatian orangtua terhadap anak sehingga anak mencari pelampiasan diluar rumah. (2) P2TP2A memberikan pendampingan terhadap anak korban perundungan dengan beberapa pelayanan rehabilitasi, pelayanan rehabilitasi bertujuan untuk memberikan stimulus, rasa aman dan ketenangan terhadap anak yang menjadi korban perundungan. Hal tersebut berkaitan dengan konsep maqashid syari’ah yang dijelaskan oleh jamaluddin athiyah, yaitu Dimensi Individu bahwa pemerintah harus menjamin hal yang berhubungan dengan nyawa dan sesuatu yang bisa mengakibatkan rusaknya anggota badan hingga mebunuh jiwa. Dimensi keluarga bahwa keluarga berkewajiban untuk mencanangkan aturan mengenai hubungan, hak dan kewajiban antar orang tua dengan anak sehingga tercipta kedamaian dalam keluarga. Dimensi masyarakat bahwa pemerintah harus mendirikan sutu lembaga kemasyarakatan yang bertujuan untuk memberi rasa aman dan kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat.

ABSTRACT

Child victims of bullying are children who are victims of acts of bullying that occur in the family, home, or school environment. In Indonesia, the Indonesian Child Protection Commission noted that there were 2,473 for bullying in education and social media from 2011 to 2019. In Indonesia's positive law, it is regulated in Law Number 35 of 2014 concerning child protection. One of the government agencies that provide protection for children is the Office of Women's Empowerment and Child Protection. It was recorded that from 2017-2020 there were 10 cases of violence and bullying obtained by children that occurred in the city of Malang.

Based on the research context, the focus of the research is (1) Why do bullying cases still occur in Malang City? (2) How is the assistance for child victims of bullying by the Women and Children Protection Service from the perspective of Maqasid Syari'ah Jamaluddin Athiyah?
This study uses a type of empirical juridical research. Researchers collected data by interviewing the administrators of the Malang City Women's Empowerment and Child Protection Service. Researchers used data condensation, data presentation, data analysis and drawing conclusions as data analysis techniques.

The results of this study indicate that: (1) Bullying cases in the city of Malang occur due to several factors, such as freedom of association, lack of public awareness to report bullying behavior towards children and lack of parental attention to children so that children seek outlet outside the home. (2) P2TP2A provides assistance to child victims of bullying with several rehabilitation services, rehabilitation services aim to provide a stimulus, sense of security and tranquility to children who are victims of bullying. This is related to the concept of maqashid shari'ah explained by Jamaluddin Athiyah, namely the Individual Dimension that the government must guarantee things related to life and anything that can cause damage to limbs to kill the soul. The family dimension is that the family is obliged to declare rules regarding the relationship, rights and obligations between parents and children so as to create peace in the family. The community dimension is that the government must establish a social institution that aims to provide a sense of security and the needs of the community.

مستخلص البحث

كانت الأطفال التخويفية هي الأطفال الذين يقعون ضحايا لأفعال التخويفية التي تحدث في الأسرة, المنزل أو البيئة المدرسية. في إندونيسيا، لاحظت لجنة حماية الطفل الإندونيسية أن هناك 2473 تخويفية في التربية ووسائل التواصل الاجتماعي من 2011 إلى 2019. في القانون الوضعي لإندونيسيا، ينظمه القانون رقم 35 لعام 2014 عن حماية الطفل. إحدى الهيئات الحكومية التي توفر الحماية للأطفال هي مكتب تمكين المرأة وحماية الطفل. ابتداء من 2017-2020 كانت هناك 10 تخويفية التي حصل عليها أطفال في مدينة مالانج.

بناء على سياق البحث, يركّز هذا البحث هو 1. لماذا تحدث العديد من التخويفية في مدينة مالانج؟ 2. كيف مراقبة الأطفال التخويفية من مكتب تمكين المرأة وحماية الطفل في مدينة مالانج منظور مقاصد الشريعه جمال الدين عطية؟.

يستخدم هذا البحث نوع البحث القانوني التجريبي, جمع الباحث البيانات بطريقة مقابلة مع المدير في مكتب تمكين المرأة وحماية الطفل. استخدم الباحث تكثيف البيانات, عرض البيانات, تحليل البيانات واستخلاص النتائج كتقنيات لتحليل البيانات.

كانت النتائج من هذا البحث هي 1. تحدث حالات التخويفية في مدينة مالانج بسبب بعض العوامل: كحرية التعامل، نقصان الوعي في المجتمج لشكا عند وجود التخويفية للأطفال ونقصان اهتمام الوالدين بالأطفال حتى يبحث الأطفال عن منفذ خارج المنزل, 2. تقدم P2TP2A المساعدة للأطفال التخويفية من خلال خدمات إعادة التأهيل، وتهدف خدمات إعادة التأهيل إلى توفير الحافز والشعور بالأمان والهدوء للأطفال التخويفية. وهذا مرتبط بمفهوم المقاصد الشرعة الذي شرحه جمال الدين عطية، وهو البعد الفردي الذي يجب على الحكومة أن تضمنه للأمور المتعلقة بالحياة والأشياء التي تسبّب مكسورة بأطراف حتي قتل الروح. البعد الأسري هو أن الأسرة ملزمة بإعلان القواعد المتعلقة بالعلاقة والحقوق والالتزامات بين الوالدين والأطفال من أجل خلق السلام في الأسرة. البعد المجتمعي هو أن الحكومة يجب أن تنشئ مؤسسة اجتماعية التي تهدف إلى توفير الشعور بالأمن واحتياجات المجتمع.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Cholil, Mufidah and Isroqunnajah, Isroqunnajah
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDCholil, MufidahUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDIsroqunnajah, IsroqunnajahUNSPECIFIED
Keywords: Pendampingan; Anak Korban Perundungan; Maqashid Syari’ah Jamaluddin Athiyah; Mentoring; Child Victims of Bullying; مراقبة; الأطفال التخويفية; مقاصد الشريعه جمال الدين عطية
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180102 Access to Justice
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180114 Human Rights Law
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Ahmad Faishal Haris
Date Deposited: 26 Apr 2022 09:57
Last Modified: 26 Apr 2022 09:57
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/35217

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item