Responsive Banner

Strategi Kantor Urusan Agama (KUA) dalam pelaksanaan Bimbingan Perkawinan di masa pandemi Covid-19: Studi di KUA Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan

Aminy, Rizka Anisa (2022) Strategi Kantor Urusan Agama (KUA) dalam pelaksanaan Bimbingan Perkawinan di masa pandemi Covid-19: Studi di KUA Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
18210046.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menerbitkan Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin pada tahun 2021 menyebutkan bahwa calon pengantin sebelum melangsugkan pernikahan wajib mengikuti bimbingan perkawinan calon pengantin. KUA Burneh dalam pelayanan bimbingan perkawinan sebelum masa pandemi covid-19 ialah dengan menggunakan metode tatap muka yang diadakan rutin setiap tiga bulan sekali, namun sejak awal tahun 2020Bimwin Catin tatap muka belum dapat dilaksanakan namun KUA Kecamatan Burneh mengganti mtode pelaksanaannya menggunakan metode mandiri yaitu dengan memberikan materi perkawinan oleh Penghulu kepada calon pengantin secara perorangan/berpasangan mengingat pemerintah memberlakukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Terdapat dua fokus pembahasan pada penelitian ini yaitu mendeskripsikan pelaksanaan Bimwin Catin di KUA Kecamatan Burneh dan efektivitas peaksanaan tersebut di masa pandemi covid-19.

Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data ialah dengan metode wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dngan informan terpilih yang berkaitan dengan pelayanan KUA Burneh dalam bimbingan perkawinan serta dokumentasi berupa foto saat penelitian. Informan dalam penelitian ini antara lain, Penyuluh, Penghulu KUA Burneh, Staff Administrasi KUA Burneh, dan beberapa calon pengantin yang telah diberikan bimbingan oleh KUA burneh pada saat pandemi covid-19. Untuk memudahkan dalam memahami data yang didapat saat penelitian, maka data tersebut diolah melalui lima tahap yaitu, 1) Edit, 2) Pengelompokan Data, 3) Pemeriksaan Data, 4) Analisis Data, dan 5) Penarikan Kesimpulan.

Hasil dari penelitian ini bahwa KUA Burneh selama pandemi covid-19 belum melaksanakan Bimwin Catin sesuai dengan juknis tahun 2021, karena tidak memenuhi indikator-indikator terlaksana Bimwin Catin. Berdasarkan teori efektivitas hukum menurut Soerjono Soekanto pelaksanaan Bimwin Catin di masa pandemi covid-19 oleh KUA Burneh tidak efektif karena adanya faktor-faktor yang kurang yaitu implementasi Juklak Bimwin Catin tahun 2021, sarana dan prasarana yang disediakan oleh KUA Burneh yaitu pada pemateri dan materi yang disampaikan kepada calon pengantin hanya sebatas tentang keluarga sakinah saja.

ABSTRACT

Being a happy family is a dream for all married couples and it is also the goal of marriage. To create a family that is sakinah mawaddah wa rahmah need to prepare important things to ensure the family is created into a harmonious family. Such as preparing financial economy, science about marriage and so on. Director General of Islamic Community Guidance issued instructions for the implementation of marriage guidance for brides in 2021 mentioning that brides-to-be before the wedding are mandatory to follow the guidance of the bride and groom. KUA Burneh in the marriage guidance service before the covid-19 pandemic is to use face-to-face methods that are held regularly every three months, but at the time of the covid pandemic that is since the beginning of 2020 Bimwin Catin face-to-face has not been implemented considering the government imposed large-scale social restrictions (PSBB) that are not yet possible.

This research uses this type of empirical research with a qualitative approach, with the aim to find out what are the steps of KUA Burneh in the implementation of marriage guidance and whether the implementation is effective to be applied in the covid-19 pandemic. The methods that researchers use in collecting data are by interviewing and documentation methods. Wawacara was conducted with selected informants related to the service of KUA Burneh in marriage guidance. Documentation is in the form of pictures and interview results in the form of recordings during research. Informants in this study include, Extension, Penghulu KUA Burneh, Kua Burneh Administrative Staff, and several brides-to-be who have been given guidance by KUA Burneh at the time of the covid pandemic.

The results of this study show that the Burneh Subdistrict Kua during the covid-19 pandemic has not implemented Bimwin Catin in accordance with the juknis in 2021, because the Burneh District Kua only provides marriage advice to catin who wants to get married and it does not meet the indicators carried out by Bimwin Catin. Based on the theory of legal effectiveness according to Soerjono Soekanto the implementation of Bimwin Catin in the covid-19 pandemic by KUA Burneh Subdistrict is ineffective because there are factors that are lacking, namely in the implementation of Juklak Bimwin Catin in 2021, the facilities and infrastructure provided by KUA Burneh are located in archers and materials delivered to prospective brides only limited to the family sakinah only while in the time before the covid pandemic there is material about the covid. reproductive health.

مستخلص البحث

أن تكون عائلة سعيدة هو حلم لجميع المتزوجين وهو أيضا هدف الزواج. لإنشاء أسرة تكون سكينة موداح ورحاح، يجب أن تعد أشياء مهمة لضمان تكوين الأسرة في أسرة متناغمة. مثل إعداد الاقتصاد المالي، والعلم حول الزواج وهلم جرا. ٠٠١ وينص تنظيم المدير العام لصحيفة هداية المجتمع الإسلامي رقم د.ج-١١\٥٤٢ بشأن المبادئ التوجيهية لتنفيذ دورات ما قبل الزواج على أنه يتعين على العرائس المقبلات قبل الزواج اتباع التوجيهات السابقة للزواج. مكتب الشؤون الدينية بورنه بورنه في توجيه من عائلة سكينا (ما قبل الزواج) قبل وباء كوفيد٩١ هو عقد تمديد لدورة العروس ليكون (كوسكاتين) الذي يعقد بانتظام كل ثلاثة أشهر، ولكن في وقت وباء كوفيد الذي هو منذ بداية عام ٠٢٠٢ كوسكاتين لا يمكن تنفيذها بالنظر إلى أن الحكومة تفرض تنفيذ القيود الاجتماعية واسعة النطاق التي تتطلب من المجتمع.

تستخدم هذه الدراسة هذا النوع من البحوث التجريبية مع نهج نوعي ، بهدف معرفة ما هي خطوات مكتب الشؤون الدينية بورنه في خدمة التوجيه الأسري للساكينة وما إذا كانت الخدمة فعالة ليتم تطبيقها في وباء كوفيد٩١. الأساليب التي يستخدمها الباحثون في جمع البيانات هي من خلال إجراء المقابلات وطرق التوثيق. وأجريت واواكارا مع مخبرين مختارين على صلة بخدمة كوا بورنه بتوجيه من أسرة سكينا. التوثيق هو في شكل صور ونتائج المقابلة في شكل تسجيلات أثناء البحث. المخبرين في هذه الدراسة تشمل، تمديد، الرئيس مكتب الشؤون الدينية بورنه بورنه، كوا بورنه الموظفين الإداريين، والعديد من العرائس المقبلات الذين حصلوا على توجيهات من قبل مكتب الشؤون الدينية بورنه بورنه حول الأسرة خلال وباء كوفيد٩١.

تظهر نتائج هذه الدراسة أن الخطوات التي اتخذتها جامعة مكتب الشؤون الدينية بورنه في تنفيذ التوجيه الأسري في سكينة خلال جائحة كوفيد٩١استنادا إلى نظرية الفعالية القانونية وفقا ل سورجونو سوكانطا قد تم تنفيذها بشكل جيد ولكن أقل فعالية لأن هناك أحد العوامل التي تفتقر إليها ، أي على المرافق والبنية التحتية التي تقدمها مكتب الشؤون الدينية بورنه بورنه، والتي تقع في آرتشر والمواد التي تنقل إلى العروس ليكون يقتصر فقط على الأسرة سكينة. بينما في الوقت الذي سبق وباء التناسل كانت هناك مواد عن الصحة الإنجابية

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Aziz, Abdul
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDAziz, AbdulUNSPECIFIED
Keywords: Strategi; Bimbingan Perkawinan; Pandemi Covid-19
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Rizka Anisa Aminy
Date Deposited: 14 Apr 2022 11:22
Last Modified: 14 Apr 2022 11:22
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/35076

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item