Responsive Banner

Implementasi layanan peradilan bagi penyandang Disabilitas perspektif teori efektivitas Hukum Soerjono Soekanto: Studi di Pengadilan Agama Kabupaten Malang

Mawaddah, Fadila Hilma (2022) Implementasi layanan peradilan bagi penyandang Disabilitas perspektif teori efektivitas Hukum Soerjono Soekanto: Studi di Pengadilan Agama Kabupaten Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
18210196.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Sesuai dengan UU No. 8 Tahun 2016, pemerintah telah menjamin perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas. Termasuk hak keadilan dan perlindungan hukum bagi penyandang disabilitas dalam mengakses layanan peradilan. Salah satu pengadilan yang telah menyediakan akses yang dimaksud adalah Pengadilan Agama Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layanan peradilan yang diberikan kepada penyandang disabilitas di Pengadilan Agama Kabupaten Malang. Sehingga, dalam penelitian ini akan membahas: 1) Bagaimana upaya Pengadilan Agama Kabupaten Malang dalam memenuhi hak-hak penyandang disabilitas untuk memperoleh layanan peradilan, 2) Bagaimana implementasi layanan peradilan bagi penyandang disabilitas di Pengadilan Agama Kabupaten Malang berdasarkan UU No. 8 Tahun 2016 perspektif teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto.

Penelitian ini termasuk jenis penelitian yuridis empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis dimana sumber data yang digunakan terdiri dari sumber data primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan para informan dari Pengadilan Agama Kabupaten Malang dan dokumentasi. Dalam proses pengolahan data menggunakan teknik edit, klasifikasi, verifikasi, kemudian data dianalisis menggunakan teori efektivitas hukum dari Soerjono Soekanto kemudian dibuat sebuah kesimpulan.

Dalam memberikan layanan peradilan bagi penyandang disabilitas, Pengadilan Agama Kabupaten Malang berupaya dengan mewujudkan pengadilan yang inklusif. Mengadakan kerjasama dengan Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PSLD UB) supaya sumber daya manusia yang dimiliki berkompeten dalam melayani, serta menyediakan berbagai sarana dan fasilitas yang dibutuhkan penyandang disabilitas.

Penegak hukum telah merealisasikan kebutuhan masyarakat dengan membuat Undang-Undang. Dalam pelaksanaannya penegak hukum juga memberikan layanan prima dengan baik didukung fasilitas yang memadai. Sehingga hukum dapat diterapkan dan membawa dampak yang positif. Nilai budaya berupa ketertiban serta ketentraman masyarakat umum dan penyandang disabilitas sendiri juga telah terwujud. Selain itu, substansi dari Undang-Undang telah tersampaikan kepada masyarakat melalui kampanye publik. Sehingga, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi layanan peradilan bagi penyandang disabilitas di Pengadilan Agama Kabupaten Malang telah berjalan dengan efektif. Namun, belum sepenuhnya sempurna karena masih terdapat salah satu faktor yaitu masyarakat yang belum berpartisipasi dengan baik. Masyarakat belum menggunakan fasilitas dengan bijak, beberapa diantara mereka masih menggunakan fasilitas yang disediakan khusus bagi penyandang disabilitas. Dalam hal lain yaitu belum adanya penilaian personal yang berdampak pada tidak terlaksananya tahap persidangan dengan semestinya.

ABSTRACT

In accordance with Law no. 8 of 2016, the government has guaranteed the protection and fulfillment of the rights of persons with disabilities. This includes the right to justice and legal protection for persons with disabilities in accessing judicial services. One of the courts that have provided such access is the Malang Regency Religious Court. This study aims to determine the judicial services provided to persons with disabilities at the Religious Courts of Malang Regency. So, this research will discuss: 1) How is the efforts of the Malang Regency Agapa Court in fulfilling the rights of persons with disabilities to obtain judicial services, 2) How is the implementation of judicial services for persons with disabilities at the Malang Regency Religious Court based on Law no. 8 of 2016 the theoretical perspective of Soerjono Soekarito's legal effectiveness.

This research is an empirical juridical research with a sociological juridical approach where the data sources used consist of primary, secondary and tertiary data sources. The method of data collection was done through interviews with informants from the Malang Regency Religious Court and documentation. In the process of data processing using editing, classification, verification techniques, then the data is analyzed using the theory of legal effectiveness from Soerjono Soekanto then a conclusion is made.

In providing judicial services for persons with disabilities, the Malang Regency Religious Court seeks to create an inclusive court Establish cooperation with the Center for Disability Studies and Services Universitas Brawijaya (PSLD UB) so that its human resources are competent in serving, and complete various facilities and facilities needed persons with disabilities.

Law enforcers have realized the needs of the community by making laws. In its implementation, law enforcement also provides excellent service, supported by adequate facilities so that the law can be applied and has a positive impact. Cultural values in the form of order and peace of the general public and persons with disabilities themselves have also been realized. In addition, the substance of the Law has been conveyed to the public through public campaigns. Thus, the results of this study indicate that the implementation of judicial services for persons with disabilities at the Religious Courts of Malang Regency has been running effectively. However, it is not completely perfect because there is still one factor, namely people who have not participated properly. The community has not used the facilities wisely, some of them still use the facilities provided specifically for people with disabilities. in other cases, namely the absence of a personal assessment which has an impact on the non-execution of the trial stage properly.

مستخلص البحث

وفقا للقانون رقم. رقم 8 لعام 2016 ، كفلت الحكومة حماية وإعمال حقوق الأشخاص ذوي الإعاقة. إدراج الحق في العدالة والحماية القانونية للأشخاص ذوي الإعاقة في الوصول إلى الخدمات القضائية. إحدى المحاكم التي وفرت هذا الوصول هي محكمة مالانج ريجنسي الدينية. تهدف هذه الدراسة إلى تحديد الخدمات القضائية المقدمة للأشخاص ذوي الإعاقة في المحاكم الدينية في مالانج ريجنسي. وبالتالي ، ستناقش هذه الدراسة ما يلي: 1)كيف الجهود التي تبذلها محكمة مالانج ريجنسي الدينية في الوفاء بحقوق الأشخاص ذوي الإعاقة في الحصول على الخدمات القضائية ، 2) كيفية تنفيذ الخدمات القضائية للأشخاص ذوي الإعاقة في المحاكم الدينية في مالانج ريجنسي استنادًا إلى القانون لا. رقم 8 لعام 2016 من منظور نظرية سورجونو سكانتو للفعالية القانونية.

هذا البحث هو بحث قانوني تجريبي بمنهج قانوني اجتماعي حيث تتكون مصادر البيانات المستخدمة من مصادر البيانات الأولية والثانوية والثالثية. تم أسلوب جمع البيانات من خلال المقابلات مع المخبرين من محكمة مالانج ريجنسي الدينية والتوثيق. في عملية معالجة البيانات باستخدام تقنيات التحرير والتصنيف والتحقق ، يتم تحليل البيانات باستخدام نظرية الفعالية القانونية من سورجونو سكانتو ثم يتم التوصل إلى استنتاج.

في تقديم الخدمات القضائية للأشخاص ذوي الإعاقة ، تسعى محكمة مالانج ريجنسي الدينية إلى إنشاء محكمة شاملة. التعاون مع مركز دراسات وخدمات الإعاقة جامعة براويجيا بحيث تكون مواردها البشرية مختصة في خدمة واستكمال مختلف المرافق والتسهيلات التي يحتاجها الأشخاص ذوو الإعاقة.

أدرك منفذي القانون احتياجات المجتمع من خلال سن القوانين. في تطبيقه ، يقدم المسؤولون عن تطبيق القانون أيضًا خدمة ممتازة ، مدعومة بمرافق مناسبة. بحيث يمكن تطبيق القانون ويكون له اثر ايجابي. كما تحققت القيم الثقافية المتمثلة في النظام والسلام لعامة الناس والأشخاص ذوي الإعاقة أنفسهم. بالإضافة إلى ذلك ، تم نقل مضمون القانون إلى الجمهور من خلال الحملات العامة. وبالتالي ، تشير نتائج هذه الدراسة إلى أن تنفيذ الخدمات القضائية للأشخاص ذوي الإعاقة في المحاكم الدينية في مالانغ ريجنسي يجري بشكل فعال. ومع ذلك ، فهي ليست مثالية تمامًا لأنه لا يزال هناك عامل واحد ، وهو الأشخاص الذين لم يشاركوا بشكل صحيح. لم يستخدم الناس المرافق بحكمة ، لا يزال بعضهم يستخدم المرافق المقدمة خصيصًا للأشخاص ذوي الإعاقة. في حالات أخرى ، وهي عدم وجود تقييم شخصي له تأثير على عدم تنفيذ مرحلة المحاكمة بشكل صحيح.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Haris, Abdul
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDHaris, AbdUNSPECIFIED
Keywords: Implementasi; Layanan Peradilan; Penyandang Disabilitas; Implementation; Judicial Services; Persons with Disabilities; التنفيذ؛ الخدمات القضائية؛ الاشخاص ذوى الاحتياجات الخاصة؛
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180102 Access to Justice
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Fadila Hilma Mawaddah
Date Deposited: 12 Apr 2022 09:21
Last Modified: 12 Apr 2022 09:21
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/35032

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item