Tradisi pembagian warisan setelah pendak di Desa Kepuh Kembeng Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang

Ratnani, Yunisa Sonya (2016) Tradisi pembagian warisan setelah pendak di Desa Kepuh Kembeng Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri, Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (fulltext)
12210013.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Di antara hukum Islam yang secara rinci dijelaskan di dalam al-Qur’an adalah hukum waris. Ketentuan mengenai pembagian waris tersebut sangat jelas termaktub dalam al-Qur’an. Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam wajib mentaatinya. Namun kenyataannya masyarakat Desa Kepuh Kembeng Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang lebih memilih menunda pembagian warisan setelah pendak yaitu serratus hari atau kadang setahun setelah kematian seseorang, dengan pembagian sama rata antara laki-laki dan perempuan.

Berdasarkan realita tersebut, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: a). bagaimana tradisi pembagian waris setelah pendak dalam masyarakat Desa Kepuh Kembeng? b). mengapa masyarakat Desa Kepuh Kembeng mnunda pembagian waris setelah pemdak? c). bagaimana pandangan hukum Islam terhadap tradisi pembagian waris setelah pendak?. Serta dengan tujuan untuk mengetahui sistem dan prespektif hukum Islam yang dimaksud.

Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian kualitatif empiris dengan maksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian dan termasuk dalam jenis penelitian lapangan dengan melakukan observasi. Sedangkan sumber data penelitian ini meliputi data primer yang diperoleh dengan cara wawancara terhadap tokoh masyarakat, pelaku dan juga masyarakat awaam serat data sekunder yang diolah kemudian disajikan secara deskriptif.

Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa: a). Masyarakat Desa Kepuh Kembeng lebih memilih untuk menunda pembagian warisan setelah pendak, yaitu setelah serratus atau setahun dari kematian seseorang dengan menggunakan pembagian sama rata antara laki-laki dan perempuan. b). masyarakat menunda pembagian waris karena khawatir terjadi pertengkaran antar anggota keluargnya. dan kebiasaan ini dianggap baik dan diterima oelh seluruh lapisan masyarakat. b). penundaan pembagian warisan ini merupakan adat yang shohih karena menimbulkan maslahah yang lebih besar daripada mafsadah yang terjadi.

ENGLISH:

One of Islamic law is about heritage law, which is explained specificly in the holy Qur’an about how to allocate it. That’s why, we as mouslem have to obey and follow the rule. In fact, the people of Kepuh Kembeng, Peterongan, Jombang, they prefer to delay to divide the heritage. They will divide it after Pendak, or one hundred days and even one year after the mortality, in equal allocation between man and woman.

Based on the reality, the researcher has formulated the problem as follows: a). how the tradition of heritage allocation after Pendak on the people of Kepuh Kembeng? b). why the people of Kepuh Kembeng prefer to delay to divide the heritage after Pendak? c). what according to Islamic law about this tradition?, with the intention to know the system and the perspective of Islamic law.

This research include in qualitative empiric research, with the intention to understand the phenomena of what the researcher found, and this is include of field research by observing the problem. Beside that, the data source of this research is primary data, which is found by interviewing the public figure, the doer, and the society, and the secondary data which is processed then served descriptively.

The result of this research shows that: a) the people of Kepuh Kembeng prefer to delay to allocate the heritage after Pendak, it means that after one hundred days or one year after the mortality in equal allocation between man and woman. b). the people of Kepuh Kembeng prefer to delay to allocate the heritage because of worry if there is conflict between the family, and this tradition can be accepted by the peoples. c) This delay is a true tradition because it gives positive effect than negative.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Wahidi, Ahmad
Keywords: Warisan; Pendak; Hukum Islam; Heritage; Pendak; Islamic law.
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Siti Maimunah
Date Deposited: 21 Jul 2016 05:09
Last Modified: 21 Jul 2016 05:09
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/3487

Actions (login required)

View Item View Item