Responsive Banner

Analisis putusan perkara nomor 0061/Pdt.P/2014/PA.Pmk tentang status dan hak anak hasil nikah siriL Studi di Pengadilan Agama Pamekasan

Izzati, Arina Safara (2022) Analisis putusan perkara nomor 0061/Pdt.P/2014/PA.Pmk tentang status dan hak anak hasil nikah siriL Studi di Pengadilan Agama Pamekasan. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
18210104.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Isbat nikah merupakan salah satu alternatif yang diberikan oleh negara kepada para orang tua untuk mengesahkan pernikahan mereka yang belum memiliki akta nikah atau buku nikah. Poin penting mengapa Isbat nikah seseorang dapat diterima oleh pengadilan Agama adalah karena kehadiran seorang anak dalam pernikahan yang belum memiliki akta nikah tersebut. Namun meskipun demikian ternyata ada permohonan isbat nikah yang diajukan ke pengadilan Agama ditolak, padahal isbat nikah ini diajukan agar mendapat akta nikah untuk dapat mengurus akta kelahiran sang anak yaitu perkara nomor 0061/Pdt.P/2014/PA.Pmk. perkara ini diajukan di Pengadilan Agama Pamekasan. Penolakan Isbat nikah ini terdeteksi karena adanya poligami terselubung dari salah satu pihak yang berperkara, yang kemudian dengan ditolaknya Isbat nikah ini berdampak pada anak yang dilahirkan dalam pernikahan tersebut.

Adapun focus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pandangan hakim pengadilan Agama Pamekasan terhadap status dan hak anak yang isbat nikah orang tuanya ditolak akibat poligami terselebung perkara Nomor 0061/Pdt.P/2014/PA.Pmk beserta analisis nya dalam perspektif undang-undang perlindungan anak.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum empiris, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis metode penelitian empiris data-data nya diperoleh dari study lapangan melalui wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang diperoleh dari penelitian ini yakni data primer yang diperoleh dengan wawancara dan data primer diperoleh dari buku-buku dan dokumen-dokumen yang bersangkutan dengan penelitian.

Hasil dari penelitian ini terkait pandangan hakim terhadap status dan hak anak hasil nikah siri yang isbat nikah orang tuanya ditolak akibat poligami terselubung yakni sebagai anak luar nikah, dimana status sebagai anak luar nikah menjadikan hak sang anak tidak sama dengan hak-hak anak sah pada umumnya. Yakni salah satunya terjadinya pengabaian hak anak dalam pemenuhan hak-haknya bahkan juga menimbulkan terjadinya diksriminasi pada anak dalam lingkungan hidupnya. Dan jika diamati lebih dalam mengenai status dan hak anak dari penolakan isbat nikah ini, khusunya menggunakan perspektif undang-undang perlindungan anak maka dari keputusan ini baik negara maupun pemerintah telah melanggar hak-hak yang seharusnya didapat oleh seorang anak seperti yang ter-amanatkan dalam undang-undang perlindungan anak.

ABSTRACT

Isbat marriage is one of the alternatives provided by the state to parents to legalize their marriage who do not have a marriage certificate or marriage book. The important point why a person’s isbat marriage can be accepted by the Religious courts is because of the presence of a child in a marriage who does not yet have a marriage certificate. However, despite this, it turns out that there was ana application for marriage certificate submitted to the Religious Courts which was rejected, even though this marriage isbat was submitted in order to obtain a marriage certificate to be able to take care of the child’s birth certificate, namely case number 0061/Pdt.P/2014/PA.Pmk. this case was filed at the Pamekasan Religious Court. The refusal of the isbat marriage was detected because of the hidden polygamy of one of the litigants, which then with the rejection of the isbat of marriage had an impact on the children born in the marriage.

The focus of this research is to find out how the Pamekasan religious court judges view the status and rights of children whose parents’marriage Isbat rejected due covert polygamy in case Number 0061/Pdt.P/2014/PA.Pmk. and their analysis in the perspective of child protection laws.

The research method used in this study is an empirical legal research method, using a qualitative approach. The type of empirical research method is the data obtained from field studies through interviews and documentation. The sources of data obtained from this research are primary data obtained by interview and primary data obtained from books and documents related to the research.

The results of this study are related to the judge’s view of the status and rights of children resulting from unregistered marriages whose parents marriage isbat rejected due to covert polygamy, namely as children out of wedlock, where status as a child out of wedlock makes the rights of the child not the same as the rights of legitimate children in general. Namely, one of them is the neglect of children’s rights in the fulfillment of their rights and even causes discrimination against children in their environment. And if we look more closely at the status and rights of children from the rejection of marriage isbat, especially using the perspective of the law on child protection, from this decision both the state and the government have violated the rights that should be obtained by a child as mandated in the law child protection laws.

مستخلص البحث

زواج اثبات هو أحد البدائل التي توفرها الدولة للآباء لإضفاء الشرعية على زيجاتهم الذين ليس لديهم شهادة زواج أو دفتر زواج. من النقاط المهمة التي تجعل من الممكن قبول شهادة زواج الشخص من قبل المحاكم الدينية هو وجود طفل في الزواج ليس لديه شهادة زواج. لكن بالرغم من ذلك اتضح أن طلب زواج إسباط المقدم للمحكمة الشرعية رُفض ، بالرغم من تقديم إسباط الزواج من أجل الحصول على شهادة زواج للتمكن من رعاية شهادة ميلاد الطفل وهي الحالة. رقم 0061 / Pdt.P / 2014 / PA.Pmk. تم رفع هذه القضية في محكمة بامكاسان الدينية. تم الكشف عن رفض إسباط الزواج بسبب تعدد الزوجات الخفي لأحد المتقاضين ، مما أثر بعد ذلك على رفض إسباط الزواج على الأطفال المولودين في الزواج.

يركز هذا البحث على معرفة كيف ينظر قضاة محكمة بامكاسان الدينية إلى حالة وحقوق الأطفال الذين تم رفض زواج والديهم بسبب تعدد الزوجات السري في القضية رقم 0061 / Pdt.P / 2014 / PA.Pmk وتحليلهم في منظور قوانين حماية الطفل إن منهج البحث المستخدم في هذه الدراسة هو أسلوب بحث قانوني تجريبي باستخدام منهج نوعي. نوع أسلوب البحث التجريبي هو البيانات التي يتم الحصول عليها من الدراسات الميدانية من خلال المقابلات والتوثيق. مصادر البيانات التي تم الحصول عليها من هذا البحث هي البيانات الأولية التي تم الحصول عليها عن طريق المقابلة والبيانات الأولية التي تم الحصول عليها من الكتب والوثائق المتعلقة بالبحث.

ترتبط نتائج هذه الدراسة بوجهة نظر القاضي في وضع وحقوق الأطفال الناتجة عن الزيجات غير المسجلة التي رفض زواج والديها بسبب تعدد الزوجات السري ، أي كأطفال خارج إطار الزواج ، حيث تجعل الحالة كطفل خارج إطار الزواج حقوق الطفل ليست مثل حقوق الأطفال الشرعيين بشكل عام. أحدها هو إهمال حقوق الأطفال في إعمال حقوقهم بل ويسبب التمييز ضد الأطفال في بيئتهم. وإذا نظرنا عن كثب إلى وضع وحقوق الأطفال من رفض زواج العصبة ، خاصة باستخدام منظور قانون حماية الطفل ، فمن هذا القرار انتهكت الدولة والحكومة الحقوق التي ينبغي أن يحصل عليها الطفل على النحو المنصوص عليه في القانون - قوانين حماية الطفل

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Zuhriah, Erfaniah
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDZuhriah, ErfaniahUNSPECIFIED
Keywords: Isbat Nikah; Poligami Terselubung; Status Hak Anak; Marriage Isbat; Covert Polygamy; Child Status and Rights; زواج اثبات; تعدد الزوجات السري مكانة وحقوق الأطفال
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Arina Safara Izzati
Date Deposited: 24 Mar 2022 09:24
Last Modified: 24 Mar 2022 09:24
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/34709

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item