Responsive Banner

Implementasi surat edaran direktur jenderal bimbingan masyarakat islam tentang pelayanan nikah menuju masyarakat produktif aman Covid perspektif Maqashid Syariah: Studi di KUA Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik

Fadlilah, Awwalul (2021) Implementasi surat edaran direktur jenderal bimbingan masyarakat islam tentang pelayanan nikah menuju masyarakat produktif aman Covid perspektif Maqashid Syariah: Studi di KUA Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
17210184.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Kata Kunci: Pernikahan; Covid-19; Surat Edaran Dirjen; Maqashid Syariah.
Munculnya wabah virus corona memberikan dampak perubahan dalam tatanan kehidupan di Indonesia, tak terkecuali pada pelaksanaan akad nikah. Pemerintah membuat perubahan regulasi pernikahan yang diatur dalam Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Nomor P-006/DJ.III/Hk.00.7/06/2020 tentang Pelayanan Nikah Menuju Masyarakat Produktif Aman Covid. Tujuan dikeluarkannya surat edaran ini adalah untuk mengurangi resiko penularan virus corona. Akan tetapi masih ada masyarakat yang enggan menerapkan regulasi tersebut. Dari latar belakang tersebut, maka Penulis akan menganalisis pelayanan nikah di KUA Kecamatan Panceng untuk mengetahui apakah surat edaran ini telah diterapkan atau belum dan menganalisis regulasi dalam surat edaran ini menggunakan konsep maqashid syariah untuk mengetahui hukum menerapkan regulasi ini.

Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Sumber data primer diperoleh secara langsung dari Kepala KUA sekaligus sebagai penghulu KUA Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik dan responden yang menikah pada era new normal. Sedangkan sumber sekunder diperoleh dari buku, artikel, karya ilmiah, dan dokumen-dokumen yang mempunyai hubungan dengan penelitian. Metode pengolahan data dilakukan melalui tahap: pemeriksaan data (editing), klasifikasi (classifying), verifikasi (verifying), analisis (analysing), dan pembuatan kesimpulan (concluding).

Hasil dari penelitian ini adalah surat edaran tersebut telah diterapkan di KUA Kecamatan Panceng dan masyarakat yang melangsungkan pernikahan saat pandemi ini mengikuti peraturan dari pemerintah meskipun terkadang pihak undangan yang datang tidak sepenuhnya disiplin protokol kesehatan. Konsep maqashid syariah terkait regulasi dalam surat edaran tersebut menempati tingkatan daruriyah pada posisi hifz al-nafs yakni dalam rangka menyelamatkan nyawa sendiri dan orang lain, sehingga hukum menerapkan regulasi tersebut adalah wajib (harus dilakukan) karena antara syariah Islam dan surat edaran ini memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga keselamatan serta menghindari kemudharatan berupa tertularnya Covid.

ABSTRACT

Keywords: Wedding; Covid-19; Director General Circular; Maqashid Sharia.
The emergence of the corona virus outbreak had an impact on changes in the order of life in Indonesia, did not start the implementation of the marriage contract. The government made changes to the marriage regulation which is regulated in the Circular of the Director General of Islamic Guidance Number P-006/DJ.III/Hk.00.7/06/2020 concerning Marriage Services Towards a Covid-Safe Productive Society. The purpose of this circular is to reduce the risk of transmission of the corona virus. However, there are still people who are reluctant to implement these regulations. From this background, the author will analyze the marriage service at KUA Panceng District to find out whether this circular has been implemented or not and analyze the regulations in this circular using the maqashid sharia concept to find out the law applying this regulation.

This research is included in the category of field research using a normative juridical approach. Primary data sources were obtained directly from the Head of KUA as well as the head of KUA, Panceng District, Gresik Regency and respondents who were married in the new normal era. Meanwhile, secondary sources are obtained from books, articles, scientific works, and documents related to research. The data processing method is carried out through the following stages: data checking (editing), classification (classifying), verification (verifying), analysis (analysing), and making conclusions (concluding).

The results of this study are that the circular has been implemented in the KUA of Panceng District and people who are getting married during this pandemic are following government regulations even though the laws that come do not fully comply with health protocols. The concept of maqashid sharia related to the regulation in the circular letter at the daruriyah level is in the position of hifz al-nafs, namely in saving one's own life and that of others, so that the law implementing the regulation is mandatory (must be done) because between Islamic sharia and this circular have the same goal. , namely maintaining safety and avoiding harm in the form of contracting Covid.

مستخلص البحث

وجود وباء فيروس كورونا يؤثر على تغيرات الحياة في إندونيسيا منها تنفيذ عقد النكاح. أرشدت الحكومة تغييرات لائحة الزواج التي نظّمها المدير العام للإرشاد الإسلامي رقم P-006/DJ.II/Hk.00.7/06/2020 عن خدمات الزواج الآمن من الفيروس. تهدف هذه الخدمة لتقليل انتفال فيروس كورونا. لكن لايزال أشخاص لا يطيعونها. تحلل الباحثة خدمات الزواج في الإدارة الشؤون الدينية فنجينج كرسيك حتى يعرف هل تم تنفيذ اللوائح أم لا ؟ ثم تحلل الباحثة اللوائح با ستخدام مفهوم مقاصد الشريعة.

هذا البحث بحث نوعي ميداني وصفي باستخدام منهج القانونية المعيارية . المصادر الأولية مباشرة من رئيس الإدارة الشؤون الدينية فنجينج كرسيك. و نائب ولي الزواج و المستجيبين المتزوجين في العصر الطبيعي الجديد و المصادر الثانوية من الكتب و المقالات و المصنفات العلمية و الوثائق المتعلقة بالبحث. تتم طريقة معالجة البيانات من خلال المراحل التالية: تدقيق البيانات (التحرير) ، التصنيف (التصنيف) ، التحقق (التحقق) ، التحليل (التحليل) ، والتوصل إلى الاستنتاجات (الخاتمة).

ينتج هذا البحث أن الإدارة الشؤون الدينية فنجينج كرسيك قد نفّذت لوائح الزواج من الحكومة و الأشخاص الذين يتزوجون أثناء هذا الوباء يتبعون اللوائح الحكومية ، لكن مدعوي الزواج لا ينضبطوا على البروتوكولات الصحية كاملا. يحتل مفهوم مقاصد الشريعة في اللوائح الحكومة مستوى الضرورية في موقع حفظ النفس أي لانقاذ حياة المرء و الآخرين حتى يكون حكم تنفيذ اللوائح الحكومة واجبا لأن شريعة الإسلام و الرسالة المنشورة من الحكومة لهما هدف واحد يعنى سلامة الجميع و تجنب ضرر تعاقد الكوفيد.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Azmi, Miftahuddin
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDAzmi, MiftahuddinUNSPECIFIED
Keywords: Pernikahan; Covid-19; Surat Edaran Dirjen; Maqashid Syariah; Wedding; Covid-19; Director General Circular; Maqashid Sharia; الزواج، كوفيد 19، رسالة المدير العام لإرشاد المجتمع الإسلامي، مقاصد الشريعة
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Unnamed user with email 17210184@student.uin-malang.ac.id
Date Deposited: 09 Feb 2022 13:35
Last Modified: 09 Feb 2022 13:35
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/34105

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item