Responsive Banner

Kesadaran hukum pelaku usaha home industry berdasarkan pasal 8 undang undang perlindungan konsumen perspektif Maqashid Syariah: Studi di Home Industry Desa Tegalrejo

Fatkhiya, Inta (2021) Kesadaran hukum pelaku usaha home industry berdasarkan pasal 8 undang undang perlindungan konsumen perspektif Maqashid Syariah: Studi di Home Industry Desa Tegalrejo. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
17220025.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Pelaku usaha dituntut untuk mengetahui aturan dalam menjalankan kegiatan usahanya. Pelaku usaha harus bisa menjamin keamanan produk yang akan dijual dengan mematuhi Undang Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999. Dalam Pasal 8 Undang Undang Perlindungan Konsumen dijelaskan apabila pelaku usaha melanggar peraturan maka akan terkena hukuman atau sanksi yang dapat mengancam keberlangsungan usaha yang dijalankan oleh pelaku usaha dan dapat merugikan konsumen apabila membeli produk tersebut.

Penulis akan melakukan penelitian dengan fokus permasalahan terkait dengan Kesadaran Hukum Pelaku Usaha Home Industry Berdasarkan Pasal 8 Undang Undang Perlindungan konsumen Perspektif Maqashid Syariah (Studi di Home Industry Desa Tegalrejo). Dengan rumusan masalah sebagai berikut :1). Bagaimana kesadaran hukum pelaku usaha home industry di Desa Tegalrejo terhadap pasal 8 Undang Undang Perlindungan Konsumen? 2). Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah terhadap kesadaran hukum pelaku usaha home industry di Desa Tegalrejo?.

Penelitian ini merupakan penelitian empiris, karena penulis ingin mengkaji dan menganalisis bagaimana penerapan hukum dimasyarakat untuk menemukan fakta dan data di lapangan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis sosiologis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi.

Berdasarkan hasil pembahasan menunjukan bahwa pertama, kesadaran hukum pelaku usaha home industry di Desa Tegalrejo dapat dikatakan masih rendah. Realitanya bahwa pasal 8 ayat 1 huruf g,i,j Undang Undang Perlindungan Konsumen masih belum mendapat perhatian dari pelaku usaha home industry di Desa Tegalrejo karena masih terdapat pelaku usaha home industry yang tidak menjalankan peraturan sesuai dengan Undang Undang Perlindungan Konsumen. Kedua, Dalam pandangan maqashid syari’ah ketika pelaku usaha home industry Desa Tegalrejo tidak mematuhi pasal 8 Undang Undang Perlindungan Konsumen, mereka belum memenuhi pemeliharaan terhadap jiwa (hifdz al-nash) dan pemeliharaan terhadap harta (hifdz mal).

ABSTRACT

Entrepreneurs were required to know the rules in carrying out their business activities. Entrepreneurs had to be able to guarantee the sold products safety by complying with the Consumer Protection Law Number 8 of 1999. In the clause 8 Consumer Protection Law it was explained that if a entrepreneur violated the regulations, he would get punishment or sanctions that could threaten the continuity of the business run by the entreprneur and could harm consumers when buying the product.

The researcher would do research by a focus on issues related to the Legal Awareness of Home Industry Entrepreneur against clause 8 of the Law on Consumer Protection from the Maqashid Sharia Perspective (Study in Home Industry at Tegalrejo Village). The problem formulation those were: 1). How was the legal awareness of home industry entrepreneur in Tegalrejo Village towards clause 8 of the Consumer Protection Law? 2). How was Maqashid Sharia's view of the legal awareness of home industry entrepreneur in Tegalrejo Village?. This research was an empirical research, because the researcher wanted to study and analyze how the law was applied in society to find facts and data in the field. The approach used was a sociological juridical approach. Data collection methods used were interviews and documentation.

Based on the results of the study, it could be said that the first, legal awareness of home industry entrepreneur in Tegalrejo Village ould be said to be still low. The reality in clause 8 paragraph 1 letter g, i, j of the Consumer Protection Law had not received attention from home industry entrepreneur in Tegalrejo Village because there were still home industry entrepreneur who did not carry out regulations in accordance with the Consumer Protection Act. Second, In the view of maqashid sharia, when the home industry business in Tegalrejo Village did not comply with clause 8 of the Consumer Protection Act, then the entreprneur had not provided namely the maintenance of the soul (hifdz al-nash) and the maintenance of property (hifdz mal).

مستخلص البحث

اتعين على الجهات التجارية معرفة القواعد في تنفيذ أنشطتها التجارية. وجب أن كان الجهات التجارية قادرة على ضمان سلامة المنتجات المراد بيعها من خلال الامتثال لقانون حماية المستهلك رقم 8 لعام 1999. في قانون المادة 8 حماية المستهلك, قد سرح توضيح أنه في حالة انتهاك أحد الفاعلين التجاريين للوائح, فسيخضع للعقوبة أو العقوبات التي مكن أن تهدد استمرارية الأعمال التي ديرها الفاعل التجاري و مكن أن تلحق الضرر بالمستهلكين عند شراء المنتج.

جري المؤلف بحثا مع التركيز على القضايا المتعلقة بالوعي القانوني للجهات الفاعلة في الصناعة المنزلية ضد المادة 8 من قانون حماية المستهلك من منظور مقاصد الشريعة (دراسة في الصناعة المنزلية في قرية تيجالريجو). مع مسائل البحث على النحو التالي: 1) كيف الوعي القانوني للجهات الفاعلة في مجال الأعمال المنزلية في قرية تيجالريجو تجاه المادة 8 من قانون حماية المستهلك؟. 2) كيف وجه نظر مقاشيد الشريعة للوعي القانوني للجهات الفاعلة في الصناعة المنزلية في قرية تيجالريجو ؟. هذا البحث العلمى بحث تجريبي, لأن الباحث ارد دراسة وتحليل كيفية تطبيق القانون في المجتمع للعثور على الحقائق والبيانات في المجال. النهج المستخدم نهج اجتماعي قانوني. طريق جمع البيانات المستخدمة هي المقابلات والتوثيق.

استنادا إلى نتائج المناقشة, مكن القول إن الوعي القانوني للجهات الفاعلة في الصناعة المنزلية في قرية تيجالريجو لا يزال منخفضا. الحقيقة يعنى أن الواردة في المادة 8 الفقرة 1 الحرف غ,ا, ج من قانون حماية المستهلك لم تحظ باهتمام الجهات الفاعلة التجارية في الصناعة المنزلية في قرية تيجالريجو لأنه لا زال فاعلون في الصناعة المنزلية لا نفذون اللوائح وفقا مع قانون حماية المستهلك. من وجهة نظر مقاشد الشريعة, عندما لا تمتثل أعمال الصناعة المنزلية في قرية تيجالريجو للمادة 8 من قانون حماية المستهلك, فإن الفاعل التجاري لم قدم منفعة الحفاظ على النفس (حفظ النش) وصيانة الممتلكات (حفظ مال).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Bahagiati, Kurniasih
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDBahagiati, KurniasihUNSPECIFIED
Keywords: Kesadaran Hukum; Pelaku Usaha;Maqashid Syariah; Legal Awareness; Entrepreneur; Maqashid Shariaتوعية قانونية; رواد الأعمال; مقاصد الشريعة
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Inta Fatkhiya
Date Deposited: 20 Jan 2022 11:16
Last Modified: 20 Jan 2022 11:16
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/33777

Downloads

Downloads per month over past year

Loading...

Actions (login required)

View Item View Item