Implementasi manajemen konflik dalam menemukan solusi perbedaan pendapat: Belajar dari kisah Nabi Musa dan Khidir dalam Surat al Kahfi ayat 60-82

Fitratullah, Moch Hafidz (2014) Implementasi manajemen konflik dalam menemukan solusi perbedaan pendapat: Belajar dari kisah Nabi Musa dan Khidir dalam Surat al Kahfi ayat 60-82. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
12710015.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw., ditulis dengan bahasa Arab, ditransfer secara tawatur, didalamnya terdapat kisah yang bermacam-macam bentuk, dialog, hikmah dan ungkapan atau menakut-nakuti dan peringatan. Sebagaimana salah satu kisah Nabi Musa dan Khidir yang termaktub dalam al-Qur’an surat al-Kahfi ayat 60-82.Khidir memiliki ilmu pengetahuan langsung dari Allah Swt. Mengetahui apa yang terjadi, dan mengetahui rahasia dibalik peristiwa. Sedangkan Musa menyadari bahwa Khidir itu mengetahui apa yang tidak beliau ketahui, sehingga disinilah letak permasalahan perbedaan pendapat yang nantinya akan terjadi dalam perjalanan Musa yang menuntut ilmu kepada Khidir.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetagui sebab-sebab terjadinya, jenis- jenis konflik dan strategi penyelesaian perbedaan pendapat Nabi Musa dan Khidir berkaitan dengan manajemen konflik (surat al Kahfi ayat 60-82). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pustaka (library research), karena semua yang digali adalah bersumber dari pustaka.

Hasil penelitian ini adalah (1) Adapun sebab-sebab atau hal yang melatar belakangi terjadinya perbedaan pendapat dalam kisah nabi Musa dan Khidir ialah dilandasi dari tiga hal yaitu: (a) Perbedaan ilmu yang di miliki antara Musa dan Khidir, (b) Musa tidak sabar dalam mengikuti Khidir untuk menuntut ilmu, (c) Perbedaan tujuan Musa dan Khidir. (2) Perbedaan pendapat dalam kisah nabi Musa dan Khidir memiliki 3 jenis konflik: (a) konflik personal, (b) konflik realistis, dan (c) konflik disfungsional. (3) Adapun penyelesaian perbedaan pendapat dalam Kisah Musa dan Khidir ialah menggunaka tiga strategi: (a) Strategi mengatasi konflik personal: i) Menciptakan kontak dan membina hubungan pertemanan, ii) Menumbuhkan rasa percaya dan penerimaan. iii) Menumbuhkan kekuatan dan kemampuan diri sendiri. iv) Mencari beberapa alternatif jalan terobosan. (b) Strategi mengatasi konflik realistis menggunakan metode dialog. Dialog adalah merupakan salah satu bentuk komunikasi interpersonal. Dialog berasal dari kata Yunani dia yang berarti antara, diantara, dan legein yang berarti berbicara, bercakap-cakap, bertukar pemikiran dan gagasan. Maka, secara harfiah dialogs atau dialog adalah berbicara, bercakap- cakap, bertukar pikiran dan gagasan bersama. (c). Stratgi menghadapi konflik disfungsional ialah dengan cara strategi menang-kalah (win-lose strategy), dengan cara menarik diri dari persoalan yang ada. Dalam Kisah Musa dan Khidir, penyelesaian konfliknya terdapat pada ayat 79-82.

ENGLISH:

The Qur'an is theholy book revealed to the Prophet Muhammad., Written in Arabic, transferred tawatur, in which there isa story thata variety of forms, dialogue, wisdom and expressionors care and warning. Asone ofthe story of Moses and Khidr as detailed inthe Qur'anSurat al-Kahf verses 60-82. Khidir have direct knowledge of Allah. Knowing what's going on, and knows the secret behind the events. Khidr and Moses realized that it knows what he does not know,so this is where the problem of dissent that would occurin the course of studying the Moses Khidr.

This study aims toknow the causes, types of conflict and dissentsettlement strategies of Moses and Khidr related to conflict management (Surat al-Kahf verses 60-82). This study uses the approach library research (library research), because all excavate dissourced from the literature.

The results of this study were (1) The reasons for the background or the dissentin the story of Moses and Khidr is base don’t hree things: (a) differen cesinscience that have between Moses and Khidr, (b) Moses Kheer for the patientin following thestudy, (c) goal difference of Moses and Khidr. (2) The difference of opinion in the story of Moses and Khidr has three typesof conflict: (a) personal conflicts, (b) realistic conflict, and (c) dysfunctional conflict. (3) As for thes ettlement of disagreements in the story of Moses and Khidr is to make use of three strategies: (a) Strategy resolve personal conflicts: i) Creating contacts and relationships of friendship, ii) Develop a sense of trustandac ceptance. iii) Grow your own strengths and abilities. iv) Looking for some alternative way ground breaking. (b) a realistic strategy to resolve conflicts using dialogue. Dialogue is a form of interpersonal communication. Dialogueis derived from the Greek word meaning her between, among, and legein which means talking, conversing, exchanging thoughts and ideas. So, literally dialogs or dialogis talking, conversing, and exchanging thoughts and ideas together. (c). Strategy face of dysfunctional conflictis by way of a win-lose strategy (win-lose strategy), by with drawing from thee xisting problems. In the story of Moses and Khidr, the settle ment of the conflict is contained in paragraph 79-82.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Baharuddin, Baharuddin and Muhammad, Suaib H.
Keywords: Implementasi Manajemen Konflik; Solusi; Perbedaan Pendapat; Surat al Kahfi Ayat 60-82; Implementation Management of Conflict; Solution; Dissent; Surat al-Kahf Verses 60-82
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Zulaikha Zulaikha
Date Deposited: 28 Jun 2016 02:38
Last Modified: 28 Jun 2016 02:38
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/3242

Actions (login required)

View Item View Item