Laila, Isrofatu (2021) Pandangan hakim tentang biaya Nafkah Iddah, Nafkah Madliyah, dan Mut’ah akibat cerai Talak perspektif Maqashid Syariah: Studi kasus di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
|
Text (Fulltext)
17210004.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (3MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Berdasarkan perkara nomor 3059/Pdt.G/2020/PA.Kab.Kdr, akibat dari cerai talak suami dibebankan untuk membayar kepada bekas istri berupa hak nafkah iddah, nafkah madliyah, dan mut’ah. Hakim diberi wewenang dalam mempertimbangkan untuk menentukan besaran biaya pembayaran nafkah iddah, nafkah madliyah, dan mut’ah. Terkait penentuan besaran biaya pembayarannya tidak diatur dengan jelas baik dari hukum positif maupun hukum islam, begitu juga dalam perkara nomor 3059/Pdt.G/2020/PA.Kab.Kdr, tidak disebutkan apa saja alasan atau dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara tersebut. Terkait biaya pembayarannya, istri meminta nominal besarannya dengan tuntutan balik kepada suami. Akan tetapi, hakim dalam menentukan tidak sesuai dengan apa yang diminta oleh istri, dan mempertimbangkan kembali untuk memutus perkara tersebut agar memberi maslahat guna mencapai keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum.
Terdapat dua tujuan penelitian yaitu: 1) Untuk menjelaskan pandangan hakim Pengadilan Agama Kabupaten Kediri dalam menentukan nafkah iddah, nafkah madliyah, dan mut’ah akibat cerai talak. 2) Untuk menganalisis penentuan besaran biaya pembayaran nafkah iddah, nafkah madliyah, dan mut’ah akibat cerai talak perspektif Maqashid Syariah.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian field research (penelitian lapangan) yang bersifat empiris, dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Metode pengumpulan data melalui wawancara hakim Pengadilan Agama Kabupaten Kediri dan studi dokumen terkait penelitian. Untuk prosedur pengolahan data menggunakan teknik edit, klasifikasi, verifikasi, analisis, dan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini yaitu, hakim dalam menentukan besaran nafkah iddah Rp.6.000.000, nafkah madliyah Rp.12.000.000, dan mut’ah Rp.10.000.000, melalui beberapa pandangan yaitu, : 1) keadilan dan kemampuan suami, 2) kepantasan atau kelayakan, 3) kepatutan, 4) istri nusyuz atau tidak, 5) lamanya berumah tangga, 6) berapa lama suami tidak menafkahi, 6) melihat situasi dan kondisi daerah tempat tinggal. Ditinjau dari perspektif maqashid syariah, penentuan besaran biaya nafkah iddah, nafkah madliyah, dan mut’ah saling memberikan maslahat, yaitu untuk mencukupi kebutuhan hidup, dari tingkata al-dharuriyat. Hakim memberikan keringanan kepada suami terkait besaran biaya nafkah termasuk bagian dari kategori al-hajiyat.
ABSTRACT
Based on case number 3059/Pdt.G/2020/PA. Kab.Kdr, as a result of divorce, the husband is charged to pay to the ex-wife in the form of iddah, madliyah, and mut'ah. Regarding the determination of the amount of payment costs there are no clear rules in setting it both from positive law and Islamic law. Therefore, the judge is authorized in considering the amount of payment of iddah, madliyah, and mut'ah. Regarding the cost of payment, the wife asks for the nominal amount with a counterclad claim to the husband. However, the judge in determining not according to what is requested by the wife, and reconsider to decide the case in order to give maslahat in order to achieve justice, benefit, and legal certainty.
There are two purposes of research, namely: 1) To explain the consideration of judges of the Kediri District Religious Court in determining the living of iddah, madliyah, and mut'ah due to divorce. 2) To analyze the determination of the cost of payment of living iddah, madliyah, and mut'ah due to divorce maqashid sharia perspective.
The result of this study is, the judge in determining the amount of living iddah Rp.6.000.000, madliyah living Rp.12.000.000, and mut'ah Rp.10.000.000, through several considerations namely, : 1) justice and ability of the husband, 2) appropriateness or feasibility, 3) propriety, 4) wife nusyuz or not, 5) length of marriage, 6) how long the husband does not provide, 6) see the situation and condition of the area of residence. Judging from the perspective of sharia maqashid, the increase in the cost of living iddah, madliyah, and mut'ah give each other maslahat, namely to meet the needs of life, from the level of al-dharuriyat that is to provide protection to the soul of the wife after divorcing her husband. The judge granted leniency to the husband regarding the amount of living expenses included part of the category of al-hajiyat.
مستخلص البحث
استنادا إلى الحالة رقم 3059/Pdt.G/2020/PA. أما كدر نتيجة الطلاق يلزم الزوج بدفع الزوجة السابقة على شكل حقوق معيشية عدة ومعيشة ماضية ومتعة. فيما يتعلق بتحديد مبلغ الدفع، لا توجد قواعد واضحة في تحديده، إما من القانون الوضعي أو الشريعة الإسلامية. لذلك، يُعطى للقاضي صلاحية النظر في تحديد مقدار مدفوعات انفقة لعدة ونفقة الماضية والمتعة. فيما يتعلق برسوم الدفع، تطلب الزوجة مبلغًا مع مطالبة مقابلة من الزوج. ولكن القاضي في تحديده لا يتماشى كما تطلبه الزوجة، ويعيد النظر في القضية من أجل توفير المنافع بما يحقق العدالة والمنفعة وتأكيد القانوني.
ويوجد هدفان لهذا البحث وهما: ١) شرح اعتبارات قضاة المحكمة الدينية لمنطقة كيديري في تحديد نفقة العدة ونفقة الماضية والمتعة بسبب الطلاق. ٢) لتحليل تحديد مبلغ مدفوعات نفقة العدة ونفقة الماضية والمتعة بسبب الطلاق من منظور مقاصد الشريعة.
يستخدم هذا البحث الميداني التجريبي من نوع البحث، مع منهج وصفي نوعي. طرق جمع البيانات من خلال المقابلات مع القضاة في المحكمة الدينية لمنطقة كيديري وتوثيق الدراسات المتعلقة بالبحوث. وإجراءات معالجة البيانات باستخدام تقنيات التحرير والتصنيف والتحقق والتحليل والاستنتاج.
نتائج هذا البحث هي تحديد الحاكم على مقدار نفقة العدة ٦،٠٠٠،٠٠٠ روبية ونفقة الماضية ١٢،٠٠٠،٠٠٠ روبية ونفقة المتعة ١٠،٠٠٠،٠٠٠ روبية، من خلال عدة اعتبارات، هي: ١) عدالة الزوج وقدرته، ٢) الملائمة، ٣) الاستقامة، ٤) نشوز الزوجة أو لا، ٥) طول الأسرة، ٦) طول وقت الزوج الذى لا يعطيها النفقة، و ٧) الإطلاع على حالة وظروف منطقة الحياة. من منظور مقاصد الشريعة، فإن تحديد مقدار نفقة العدة ونفقة الماضية والمتعة يعطي منفعة متبادلة، أي تغطية نفقاتها ، من الضروريات، وهو حماية روح الزوجة بعد الطلاق مع زوجها.أعطى القاضي إعفاء للزوج فيما يتعلق بحجم تكاليف المعيشة، بما في ذلك جزء من فئة الحاجيات.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Aziz, Abdul | ||||||
Contributors: |
|
||||||
Keywords: | nafkah iddah; nafkah madliyah; mut’ah; cerai talak; maqashid syariah | ||||||
Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law | ||||||
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah | ||||||
Depositing User: | Isrofatu Laila | ||||||
Date Deposited: | 20 Dec 2021 14:29 | ||||||
Last Modified: | 27 Mar 2023 14:46 | ||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/32367 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |