Isolasi dan identifikasi bakteri endofit dari rumput kebar (Biophytum Sp.) sebagai penghasil senyawa antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus

Fithriyah, Nur Lailli (2015) Isolasi dan identifikasi bakteri endofit dari rumput kebar (Biophytum Sp.) sebagai penghasil senyawa antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
11620046.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Rumput kebar (Biophytum sp.) merupakan salah satu tumbuhan obat yang belum banyak diketahui di Indonesia. Rumput kebar diketahui berpotensi sebagai antibakteri, hipoglikemik, apoptosis, antiinflamasi, antitumor dan biosintesis prostaglandin. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri endofit dari rumput kebar yang mempunyai potensi sebagai penghasil senyawa antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus.

Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi dan eksperimen. Tahapan penelitian meliputi sterilisasi alat dan bahan, isolasi bakteri endofit, pemurnian bakteri endofit, identifikasi bakteri endofit (pengamatan makroskopik dan mikroskopik (Microbact), produksi metabolit sekunder bakteri endofit, uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode Kirby-Baurer dan pengukuran zona hambat. Bakteri uji yang digunakan berasal dari Laboratorium Mikrobiologi UIN Malang.

Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 5 isolat bakteri endofit berhasil diisolasi dari rumput kebar (Biophytum sp.) yaitu 3 isolat dari Papua dan 2 isolat dari Jawa Timur. Sebanyak 5 isolat ditemukan 3 bakteri endofit yang berbeda yaitu Bacillus megaterium, Staphylococcus saprophyticus dan Enterobacter gergoviae. Zona hambat yang terbentuk terhadap bakteri uji Eschericia coli adalah 5.08 mm untuk Bacillus megaterium, 4.08 mm untuk Staphylococcus saprophyticus, 2.92 mm untuk Enterobacter gergoviae dari Papua dan 3.45 mm dari jawa Timur. Zona hambat terhadap bakteri uji Sthaphylococcus aureuss didapat 2.37 mm untuk Bacillus megaterium, 2.1 mm untuk Staphylococcus saprophyticus, 3.34 mm untuk Enterobacter gergoviae dari Papua dan 3.49 mm dari Jawa Timur.

ENGLISH:

Kebar grass (Biophytum sp.) is one of the medicinal plants which are not widely known yet in Indonesia. Kebar grass is potentially known as an antibacterial, hypoglycemic, apoptotic, anti-inflammatory, antitumor and prostaglandin biosynthesis. The aims of the research to isolate endophytic bacteria from Kebar grass that have potential as a producer of antibacterial compounds against the bacteria Escherichia coli and Staphylococcus aureus.

This research employs the methods of exploration and experimentation. Stages of research include the sterilization of equipment and materials, the isolation of endophytic bacteria, the purification, identification of endophytic bacteria (macroscopic and microscopic observation (Microbact), with production of secondary metabolites of endophytic bacteria, test the antibacterial activity against the bacteria Escherichia coli and Staphylococcus aureus using Kirby-Baurer method and measurement of inhibitory zone. Bacteria used test obtained from the Microbiology laboratorium State Islamic university of Maulana Malik Ibrahim Malang.

The results shows that there are five isolates of endophytic bacteria were succesfully quarantined from Kebar grass (Biophytum sp.) which are 3 isolates from Papua and 2 isolates from East Java. A total of 5 isolates found three different endophytic bacteria, namely Bacillus megaterium, Staphylococcus saprophyticus and Enterobacter gergoviae. Inhibition zone which is formed against bacteria test sample Escherichia coli is 5.08 mm for Bacillus megaterium, 4.08 mm for Staphylococcus saprophyticus mm, 2.92 mm for Enterobacter gergoviae of Papua and 3.45 mm of East Java. Zone of inhibition against the bacteria obtained Sthaphylococcus aureus test for Bacillus megaterium 2.37 mm, 2.1 mm for Staphylococcus saprophyticus, 3.34 mm for Enterobacter gergoviae of Papua and 3.49 mm from East Java.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Utami, Ulfah and Fahruddin, M. Mukhlis
Keywords: Bakteri Endofit; Rumput Kebar (Biophytum Sp.); Antibakteri, Eschericia coli; Staphylococcus aureus; Endophytic Bacteria; Kebar Grass (Biophytum Sp.); Antibacterial
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Dian Anesti
Date Deposited: 27 Jun 2016 05:12
Last Modified: 27 Jun 2016 05:12
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/3211

Actions (login required)

View Item View Item