Afdhilah, Mohammad Amin (2021) Implementasi e-court pada masa pandemi Covid-19 di Pengadilan Agama Jombang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
|
Text (Fulltext)
17210018.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (2MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Sistem berperkara secara elektronik merupakan bentuk perwujudan Mahkamah Agung dalam menciptakan asas peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan, serta jawaban atas tantangan kemajuan teknologi informasi. Berperkara secara elektronik dilaksanakan menggunakan aplikasi e-Court, yaitu aplikasi yang menyediakan layanan administrasi perkara dan persidangan secara elektronik yang berpedoman dengan Perma Nomor 1 Tahun 2019. Di masa pandemi Covid-19 yang kian hari meningkat, akibatnya berdampak juga kepada proses peradilan di Pengadilan Agama Jombang, sehingga permasalahan masyarakat menjadi terhambat karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Sesuai dengan konteks tersebut, lalu bagaimana implementasi sistem e-Court pada masa Pandemi Covid-19 di Pengadilan Agama Jombang terhadap asas sederhana, cepat dan biaya ringan.
Penelitian ini menggunakan jenis penilitian yuridis empiris dengan sifat penelitian deskriptif. Sedangkan pendekatan penelitian yang digunakan yakni pendekatan yuridis sosiologis. Data yang dikumpulkan berupa catatan lapangan yang diperoleh dari hasil wawancara terhadap Hakim, Petugas Meja e-Court, para Advokat dan masyarakat yang berperkara. Selain itu, data juga diperoleh dari dokumentasi yang terkait dengan penelitian ini. Metode pengolahan data yang digunakan yaitu edit, klasifikasi, verifikasi, analisis dan kesimpulan.
Hasil penelitian ini: 1). Pada masa pandemi Covid-19 implementasi e-Court di Pengadilan Agama Jombang belum sepenuhnya terlaksana, khususnya e-Litigation. Selain karena Hakim di Pengadilan Agama Jombang yang terbatas, juga karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang e-Court. Pengadilan Agama Jombang harus meningkatkan sosialisasinya, agar masyarakat paham dan pengajuan perkara melalui e-Court dapat meningkat. Sehingga e-Court bagi orang-orang tertentu dapat digunakan sebagai jalan lain untuk mengajukan perkara guna mengurangi kerumunan dan penumpukan perkara di pengadilan. 2). Penerapan asas sederhana, cepat dan biaya ringan terhadap sistem e-Court belum semuanya terwujud. Yang dapat merasakan asas peradilan tersebut masih Advokat saja, hal itu karena dalam prakteknya bagi masyarakat yang perorangan tidak mudah. Sehingga perkara yang putus melalui e-Litigation di Pengadilan Agama Jombang tidak banyak, namun pendaftaran perkara via e-Court mengalami kenaikan yang mana semua perkara tersebut dilakukan oleh Advokat.
ABSTRACT
The electronic litigant system is the embodiment of the Supreme Court in creating simple, fast and light-cost judicial principles, as well as answers to the challenges of advancing information technology. Electronic litigants are conducted using e-Court applications, which are applications that provide administrative services of cases and electronic proceedings guided by Perma Number 1 Year 2019. During the increasing Covid-19 pandemic, the result also impacted the judicial process in the Jombang Religious Court, so that community problems became hampered due to the enforcement of restrictions on community activities. In accordance with this context, then how to implement the e-Court system during the Covid-19 Pandemic in the Jombang Religious Court against simple principles, fast and light costs.
This research uses a type of empirical juridical research with descriptive research properties. While the research approach used is sociological juridical approach. The data collected in the form of field records obtained from interviews with Judges, e-Court Desk Officers, Advocates and the litigant community. In addition, data is also obtained from documentation related to this study. The methods of data processing used are edit, classification, verification, analysis and conclusion.
Results of this study: 1). During the Covid-19 pandemic the implementation of e-Court in Jombang Religious Court has not been fully implemented, especially e-Litigation. In addition to the limited Judges in Jombang Religious Court, also becausebof the lack of public knowledge about e-Court. Jombang Religious Court must increase it is socialization, so that the public understands and the submission of cases through e-Court can increase. So that e-Court for certain people can be used as another way to file cases to reduce crowding and the buildup of cases in court. 2). The application of simple, fast and light cost to the e-Court system has not all materialized. Who can feel the principle of justice is still an Advocate, it is because in practice for the individual community is not easy. So that the case that break up through e-Litigation in the Jombang Religious Court are not many, but the registration of cases via e-Court has increased which all cases are done by Advocates.
مستخلص البحث
المحكمة الشبكية هي من الشكل الذي أوجدها المحكمة العليا لإظهار العدولة و تكون سريعة و رخيصة و تكون جوابا على تطوّر التكنولوجيا اللإعلامي. المحكمة الشبكية مجروأة باستعمال الاستئمارة الخاصة للمحكمة الشبطية و هي تهيّئ الخدمة الإدارية حول القضية و المحكمة بوسيلة الشبكة و هذا كما في نظام وزير الشؤون الدينية النمرة 1 سنة 2019 . و كما عرفنا أن الوباء " كورونا " تعطي أثرا كثيرا خاصة للمحكمة في المحكمة الاسلامية جومبانج فصارت المشاكل الاجتماعية محدودة بسبب تحديد الأنشطة الاجتماعية أي " PPKM ". و بالنظر إلى ذلك السياق, كيف إجراء المحكمة الشبكية أثناء الوباء " كورونا " في المحكمة الاسلامية جومبانج التي كانت سريعة و رخيصة.
استخدم هذا البحث شكل البحث التجريبي مع استخدام طريقة البحث الوصفي و استخدم نظرية البحث النوعي. و الحقائق المجموعة فيه على صورة الكتابة الميدانية و من المقابلة مع الحاكم و الموظّف في مكتب المحكمة الشبكية و محامين و المجتمع المقضين في المحكمة. و تحصل الحقائق أيضا من التوثيقات المتعلّقة بهذا البحث. و طريقة تعويد الحقائق المستخدمة فيه الإصلاح و التقسيم و التحليل و الاستنباط.
و النتيجة من هذا البحث : 1) أنّ إجراء المحكمة الشبكية أثناء الوباء " كورونا " في المحكمة الاسلامية جومبانج لم كن تماماً لا سيما في عوائد إدارة المحكمة بالشبكة إمّا من قلّة عدد الحكّام في المحكمة و إمّا من عدم معرفة المجتمع غن وجود المحكمة الشبكية مهما مع وجود الاعلام من الشبكية أو من الوسائل المشتقّة لترقية وعي المجتمع في تقديم القضية من الشبكة. 2) إجراء أساء المحكمة السهلة و السريعة و الرخيصة من المحكمة الشبكية لم يكن كاملا. و لكن قد استخدم هذه الاستئمارة جمع من المحامين فصار الذي شعر أثر الذي كان فيها من جهة المحامين.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Zulaicha, Siti | ||||||
Contributors: |
|
||||||
Keywords: | Implementasi; e-Court; Pandemi Covid-19 | ||||||
Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180120 Legal Institutions (incl. Courts and Justice Systems) | ||||||
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah | ||||||
Depositing User: | Mohammad Amin Afdhilah | ||||||
Date Deposited: | 29 Nov 2021 09:13 | ||||||
Last Modified: | 29 Nov 2021 09:13 | ||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/32026 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |