Interpretasi sturktur bawah permukaan daerah potensi panas bumi berdasarkan data geomagnetik: Studi kasus di daerah sumber air panas Desa Lombang Keccamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep

Fanani, Moh. Iqbal (2014) Interpretasi sturktur bawah permukaan daerah potensi panas bumi berdasarkan data geomagnetik: Studi kasus di daerah sumber air panas Desa Lombang Keccamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
10640064.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Berdasarkan Penelitian sebelumnya tomografi listrik (Arifin, 2013) yang telah dilakukan di daerah panas bumi Lombang memberikan informasi mengenai distribusi fluida panas bumi (hydrothermal) yang merata di sekitar sumber air panas desa Lombang. Prospek geothermal di desa Lombang ini diperkirakan merupakan sistem panas bumi geopressured (geopressured system) yang terasosiasi dengan depresi zona cekungan sedimen yang memanjang dari Jawa Barat ke Jawa Timur, yaitu: Bogor - Serayu Utara – Kendeng – Zona depresi selat Madura.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui anomali magnetik lokal dan struktur geologi potensi geotermal yang ada di Desa Lombang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat magnetometer jenis Proton Procession Magnetometer (PPM) dengan tipe ENVI SCIENTRIX 851 selama dua hari. Luas daerah penelitian 1500 m x 2100 meter dengan jarak anatar titik pengukuran adalah 300 meter dan didapatkan 47 titik ukur. Interpretasi dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif, untuk kualitatif dilakukan dengan software Surfer-10 sedangkan untuk interpretasi kuantitatif dilakukan dengan software mag2DC.

Hasil interpretasi kualitatif diperoleh peta kontur anomali lokal yang memiliki variasi nilai anomali antara -8000 nT s/d 1300 nT. Anomali magnetik rendah hingga sedang menunjukkan zona demagnetisasi hidrotermal (menurunnya sifat kemagnetan batuan akibat panas) yang teridentifikasi pada sumur 1 dan 4 untuk anomali rendah, dan sumur 2 dan sumur 3, untuk anomali sedang. Berdasarkan hasil interpretasi kuantitatif terdapat beberapa batuan yang terdiri dari batuan gamping, batuan lempung, batuan dolomit, dan batuan pasir dengan sisipan berupa mineral kuarsa, gipsum, kerikil dan kerakal. Dari empat hasil pemodelan penampang AB, CD, EF dan GH, terdapat penampang AB yang cukup memberikan informasi tentang akibat terjadinya sumber air panas. Hasil pemodelan tersebut memberikan informasi terindikasinya suatu patahan yang berada pada kedalaman 750 meter yang menunjukkan batuan gamping lempungan dengan nilai suseptibilitas (8,1228 SI dan 13,304 SI) dan batu pasir (20,835 SI, 20,429 SI dan 21,024 SI).

ENGLISH:

Based on previous studies of electrical tomography (Arifin, 2013) has been done in the area of geothermal Lombang provided information about the distribution of the geothermal fluid (hydrothermal) are evenly distributed around the hot springs Lombang village. Geothermal prospects there was estimated to constitute geopressured geothermal systems (geopressured system) associated with sedimentary basin depression zone that extended from West Java to East Java, namely: Bogor - North Serayu - Kendeng - depression Zone of Madura Strait.

This study aimed to determine the local magnetic anomalies, geology structural and geothermal potential in rural areas Lombang. Data were collected by using a magnetometer namely proton precession Magnetometer (PPM) with the type of ENVI SCIENTRIX 851 for two days. With a broad research area 1500 x 2100 meters and measuring points was made to the distance between points was 300 meters, so we got 47 of measuring points. Interpretation was done qualitatively and quantitatively, for qualitative was done with software Surfer-10 while for quantitative interpretation was done by mag2DC software.

The Results of qualitative interpretation was obtained contour map of local anomaly has a variety of anomalous values between -8000 nT s / d 1300 nT. Low magnetic anomalies to medium indicated zones of hydrothermal demagnetization (decreasing of rocks magnetic properties caused heat) were identified in wells 1 and 4 for low anomaly, and wells 2 and 3 wells, for the medium anomaly. Based on the results of the quantitative interpretation, there were some of the rocks composed of limestone, clay rock, dolomite rock, and sandstone with inserts in the form of the quartz mineral, gypsum, gravel and gravel. From the four cross-sectional modeling results AB, CD, EF and GH, there was a considerable cross-section of AB that provided information about the result of the hot springs. The modeling results provided information of Indication of a fault that was located at a depth of 750 meters which indicated limestone with susceptibility value (8.1228 SI and SI 13.304) and sandstone (SI 20.835, 20.429 and 21.024 SI SI).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Irjan, Irjan and Tirono, M
Keywords: Anomali Magnet Lokal; Struktur Geologi; Air Panas; Local Magnetic Anomaly; Structural Geology; Hot Water
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Fisika
Depositing User: Indar Erdiana
Date Deposited: 30 Jun 2016 06:09
Last Modified: 30 Jun 2016 06:09
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/3194

Actions (login required)

View Item View Item