Uji toksisitas subkronik ekstrak air daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) terhadap berat jantung dan histologi jantung pada tikus putih (Rattus norvegicus) betina

Amaliyah, Fira Rizki (2015) Uji toksisitas subkronik ekstrak air daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) terhadap berat jantung dan histologi jantung pada tikus putih (Rattus norvegicus) betina. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
11620035.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Daun katuk merupakan tanaman herbal yang biasa dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Uji fitokimia menunjukkan bahwa daun katuk memiliki beberapa kandungan senyawa aktif diantaranya adalah flavonoid, triterpenoid, saponin, alkaloid, tanin, dan glikosida. Beberapa senyawa aktif tersebut memiliki manfaat sebagai pemacu produksi ASI, meningkatkan fungsi pencernaan, dan mengatasi gangguan reproduksi. Namun, untuk mengetahui tingkat keamanan pengkonsumsian daun katuk perlu dilakukannya uji toksisitas. Uji toksisitas merupakan suatu pengujian pendahuluan untuk mengamati suatu aktifitas farmakologi suatu senyawa. Uji toksisitas yang digunakan pada penelitian ini adalah uji toksisitas subkronik (jangka pendek) yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keamanan dosis.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 ulangan. Hewan coba yang digunakan adalah tikus putih betina berumur 2 bulan berjumlah 24 ekor. Parameter yang diamati meliputi berat organ jantung, tebal dinding jantung ventrikel kiri, dan persentase kerusakan sel otot jantung. data selanjutnya dianalisis dengan One Way Anova 1%. Apabila terdapat perbedaan yang signifikan, maka di uji lanjut dengan BNT 1%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji toksisitas ekstrak air daun katuk tidak memiliki efek toksik terhadap berat organ jantung dan tebal dinding jantung ventrikel kiri. Namun, memiliki peningkatan persentase kerusakan pada sel otot jantung sejalan dengan meningkatnya dosis. Dosis yang aman untuk dikonsumsi adalah dosis pada kelompok P1 dosis 45 mg/kgBB dengan rata-rata persentase kerusakan sel otot jantung 12,47%.

ENGLISH:

Katuk leaves are herbs that are commonly used as a medicinal plant. Phytochemical test showed that the katuk leaves has several active compound content of which are flavonoids, triterpenoids, saponins, alkaloids, tannins, and glycosides. Some of the active compound has the benefit of a bid to boost milk production, improve digestive function, and addressing reproductive disorders. However, to determine the level of security needed to do the eating katuk leaves toxicity test. Toxicity test is a preliminary test to observe a pharmacological activity of a compound. Toxicity tests used in this study is subchronic toxicity test (short-term), which aims to determine the security level of the dose.

This study was an experimental study using a completely randomized design (CRD) with 6 replications. Animals used were female white mice aged 2 months totaled 24 tails. The parameters observed severe cardiac, left ventricular myocardium thickness, and percentage of damage to cardiac muscle cells. Data were then analyzed by One Way Anova 1%. If there are significant differences, then a further test by BNT 1%.

The results showed that the toxicity tests katuk leaves water extract has no toxic effects on the cardiac organ weight and thickness of the left ventricular myocardium. However, having an increase in the percentage of damage to the heart muscle cells with increasing doses. The dose is the dose is safe for consumption in the group P1 dose 45 mg /kg with an average percentage of damage to cardiac muscle cells 12.47%.

ARABIC:

ان ورق"كاتوك" هو أحد من النبات التقليدي والتي استخدامها بوصفها النبات الطبيعي. وأما الإختبار "فيطوكيمياء" يدل على أن ورق "كاتوك" مركبا نشطا ومنها فلافونييد، تريترفونييد،سافونين، الكالييد، تانين و غليكوسيدا. وبعض من مركب نشط فوائدا لتزديد الحليب الثدي، لإرتفاع وظيفة الجهاز الهضمي ويعالج الإضطرابات الإنجابية. وأما لمعرفة درجة الأمن للإستهلاك في هذا البحث جرت الباحثة اختبارا "توكسيستاس". وهذا الإختبار هو اختبار اول لمراقبة نشاطا من مركبات. واما النوع من هذا الإختبار المستخدم في هذا البحث وهو اختبار "توكسيستاس سوبكرونيك" لمعرفة درجة من امن الجرعة.

وأما المدخل المستخدم في هذا البحث هو بحثا تجريبيا باستخدام تصميم كامل العشوائية وستة التكرار. وأما الحيوان المستخدمة في هذا البحث هو فأر أبيض إناث بشهرين من عمره وعددها 24. وأما مقدار الملاحظ في هذا البحث وهو وزن من عضو القلب، ميوكرديوك فنتريكول يسار ونسبة من فساد خلايا العضلات. وأما الطريقة المستخدمة في هذا البحث وهي الطريقة"ONE WAY ANOVA " حوالي 1 % وإذا كان هناك ذو معنى مختلفة تختبر مرة أخرى باستخدام الطريقة BNT حوالي 1%.

وأما النتائج في هذا البحث تدل على ان اختبار "توكسيستاس" من استخراج المياه ورق"كاتوك" لا آثار توكسيك على وزن من عضو القلب، ميوكرديوك فنتريكول يسار ولكن في ارتفاع نسبة من فساد خلايا العضلية مع زيادة جرعة. واما الجرعة الجيدة للإستخدام هي في مجوعة P1 وعددها 45 mg/kg BB بنسبة فساد من خلايا العضلية القلب حوالي %12، 47 .

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Susilowati, Retno and Syarifah, Umaiyatus
Keywords: Ekstrak Air Daun Katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.); Uji Toksisitas Subkronik; Berat Jantung; Histologi Jantung; Tikus (Rattus norvegicus); Katuk’s Leaves Water Extract(Sauropus androgynus (L.) Merr.); Toxicity Test subcrhonic; Cardiac Weight; Cardiac Histology; Rat (Rattus norvegicus); استخراج المياه ورق"كاتوك"، اختبار "توكسيستاس سوبكرونيك"، وزن من عضو القلب وأنسجة القلب من فأر أبيض إناث
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Dian Anesti
Date Deposited: 27 Jun 2016 05:00
Last Modified: 27 Jun 2016 05:00
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/3188

Actions (login required)

View Item View Item