Pengaruh kombinasi ekstrak daun pegagan (Centella asiatica (L) Urban) dan beluntas (Pluchea indica (L.) Urban) terhadap gambaran histologi uterus dan oviduk tikus putih (Rattus Norvegicus) betina

Amita, Hesty (2015) Pengaruh kombinasi ekstrak daun pegagan (Centella asiatica (L) Urban) dan beluntas (Pluchea indica (L.) Urban) terhadap gambaran histologi uterus dan oviduk tikus putih (Rattus Norvegicus) betina. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
11620029.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Penggunaan tumbuhan sebagai bahan obat saat ini semakin meningkat karena dianggap memiliki efek negatif yang lebih rendah daripada obat sintesis. Tumbuhan pegagan dan beluntas diduga memiliki kandungan senyawa yang dapat mempengaruhi organ reproduksi betina. Status reproduksi betina dapat dilihat melalui gambaran histologi organ reproduksi diantaranya adalah uterus dan oviduk. Fungsi utama uterus adalah sebagai tempat implantasi dan oviduk sebagai tempat berlangsungnya fertilisasi, sehingga jika terjadi gangguan pada kedua organ ini fungsi reproduksi juga akan terganggu.

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biosistematik Jurusan Biologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah kontrol (NaCMC), dosis 25 mg/Kg BB, 50 mg/Kg BB, 75 mg/Kg BB, 125 mg/Kg BB, dan 200 mg/Kg BB. Sebelum pemberian perlakuan dilakukan penyerentakan birahi menggunakan prostaglandin (PGF2α) sehingga tikus berada pada fase estrus. Ekstrak diberikan sekali setiap hari selama 15 hari. Tikus dibedah setelah pemberian ekstrak selesai pada fase diestrus. Parameter yang diamati adalah tebal endometrium, miometrium, jumlah kelenjar endometrium, tebal mukosa oviduk, dan tebal otot polos oviduk. Uterus dan oviduk dibuat sediaan mikroanatomi dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Data dianalisis dengan Oneway Anova dengan α 5%, dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun pegagan dan beluntas berpengaruh terhadap perkembangan uterus dan oviduk tikus putih betina, dimana pada dosis 25 mg/Kg BB dapat meningkatkan tebal mukosa oviduk, dosis 75 mg/Kg BB dapat meningkatkan tebal endometrium, miometrium dan jumlah kelenjar endometrium secara signifikan, tetapi pada dosis 125 mg/Kg BB terjadi penurunan tebal endometrium, miometrium dan penurunan jumlah kelenjar. Sedangkan dosis 200 mg/Kg BB terjadi penurunan tebal lapisan otot polos secara nyata. Peningkatan tebal mukosa oviduk, tebal endometrium dan miometrium serta peningkatan jumlah kelenjar mengindikasikan bahwa pengaruh yang ditimbulkan lebih cenderung ke arah fertilitas, sedangkan pada penurunan tebal otot polos oviduk pada dosis 200 mg.Kg BB diduga berpengaruh pada antifertilitas.

ENGLISH:

The use of herbs as medicine is increasing because it is considered to have a negative effect lower than synthetic medicines. Pegagan plant and beluntas allegedly contains compounds that can influence to the female reproductive organs. Female reproductive status can be seen by the histology structure of the reproductive organs including the uterus and oviduct. The main function of uterine is as a medium for implantation and oviduct as the site of fertilization, so that if there is interference on the reproductive functions of both these organs may also be disrupted.

This research was conducted at the Biosystematics Laboratory of Department Biology State Islamic University (UIN) Maulana Malik Ibrahim of Malang. The research design used was completely randomized design (CRD) with 6 treatments and 4 replications. The treatments used were control (NaCMC), a dose of 25 mg/kg BW, 50 mg/kg BW, 75 mg/kg BW, 125 mg/kg BW and 200 mg/kg BW. Before the treatment there are sincronisation estrous phase using prostaglandin (PGF2α) so that the rats are in estrus phase. Extracts administered once daily for 15 days. Dissected rat after treatments of the extract was completed in diestrus phase. Parameters measured were thickness of endometrium, myometrium, the amount of endometrial glands, oviduct mucosal thickness, and the thickness of smooth muscle oviduct. Uterus and oviduct made to microanatomy preparations with hematoxylin-eosin staining (HE). Data were analyzed by Oneway ANOVA with α 5%, and continued with LSD 5%

The results showed that the combination of the leaf extract of Centella asiatica and beluntas affect the development of the uterus and oviduct female white mouse, which at doses of 25 mg/kg BW can increase the thick mucous oviduct, a dose of 75 mg/kg BW can increase the thickness of the endometrium, myometrium and number of endometrial glands significantly, but at a dose of 125 mg/kg BW decreased thick endometrium, myometrium and a decrease in the number of nodes. While the dose of 200 mg/kg BW decline in a thick layer of smooth muscle in practice. Increased oviduct mucosal thick, thick endometrium and myometrium as well as an increase in the number of nodes indicates that the effect that is more inclined towards fertility, while a decrease in smooth muscle thickness oviduct at a dose of 200 mg/Kg effect on the alleged BB antifertility.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Muchtaromah, Bayyinatul and Ahmad, Mujahidin
Keywords: Pegagan; Beluntas; Uterus; Oviduk; Fertilitas; Uterine; Oviduct; Fertility
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Dian Anesti
Date Deposited: 27 Jun 2016 04:55
Last Modified: 27 Jun 2016 04:55
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/3166

Actions (login required)

View Item View Item