Hukum jual beli hewan perspektif Undang-undang Perlindungan Hewan no. 5 Tahun 1990 dan fiqih empat mazhab

Kadim, Immawan Muhajir (2014) Hukum jual beli hewan perspektif Undang-undang Perlindungan Hewan no. 5 Tahun 1990 dan fiqih empat mazhab. Undergraduate thesis, Universitas Islan Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
09220038 Pendahuluan.pdf

Download (694kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
09220038 Indonesia.pdf

Download (61kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
09220038 Inggris.pdf

Download (61kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
09220038 Arab.pdf

Download (286kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
09220038 Bab 1.pdf

Download (407kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
09220038 Bab 2.pdf

Download (823kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
09220038 Bab 3.pdf

Download (549kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
09220038 Bab 4.pdf

Download (272kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
09220038 Daftar Pustaka.pdf

Download (207kB) | Preview
[img] Other (Appendices)
09220038 Lampiran.rar

Download (3MB)

Abstract

INDONESIA:

Kegiatan jual beli hewan merupakan kegiatan jual beli yang paling populer di kalangan masyarakat pecinta hewan saat ini. Kegiatan jual beli hewan ini memiliki pasar tersendiri sehingga mempermudahkan bagi penjual dan pembeli untuk saling bertemu. Jual beli hewan ini layak dikaji dalam undang- undang perlindungan hewan dan fikih empat mazhab, sebab dalam undang- undang perlindungan hewan dan fikih empat mazhab memiliki kategori hewan apa saja yang boleh untuk diperjual belikan dan kategori hewan apa saja yang tidak boleh untuk diperjual belikan.

Dalam penelitian ini, terdapat rumusan masalah yaitu: 1) Apa saja kategori hewan yang tidak boleh diperjual-belikan perspektif fikih empat mazhab dan undang-undang perlindungan hewan no. 5 tahun 1990? 2) Bagaiman Hukum jual beli hewan perspektif undang-undang perlindungan hewan No. 5 tahun 1990 dan ulam fikih empat mazhab? Penelitian ini, tergolong ke dalam jenis penelitian normatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif analitis. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan konseptual (Conceptual Approach). Dalam penelitian ini metode analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kita sebagai umat muslim harus taat dan patuh kepada undang-undang yang dibuat oleh pemerintah selama undang-undang tersebut tidak bertentangan dengan akidah kita sebagai umat muslim. Begitu juga dalam hal jual beli hewan umat muslim harus mematuhi undang-undang perlindungan hewan yang dibuat oleh pemerintah untuk tidak memperjual belikan hewan langkah, hewan yang jumlah populasinya menurun drastis dari tahun ketahun dan hewan yang terancam punah. Selama undang- undang perlindungan hewan ini tidak bertentangan dengan akidah kita sebagai orang muslim untuk tidak memperjual belikan hewan yang telah mutlak diharamkan oleh Al-Qur’an dan Al-Hadits.

ENGLISH:

Animal trade is the most popular trade activity among animal lover’s society recently. This activity owns its special market so it can facilitate the traders to meet the buyers. This matter is worth to be discussed through the animal protection law and four mazhab of fiqh since both of them have classified animals into two categories, the animals which are allowed to be traded and the forbidden ones.

The research problems are, based on the four mazhab of fiqh and animal protection law No. 5 of 1990 perspective: 1) What are the categories of forbidden animals in trading? 2) How is the law of animal trade? This research is categorized as a normative research. It employs an analytical-juridical normative approach. The type of approach is a conceptual approach. This research uses a qualitative data analysis method.

The result of this research points out that we, muslim people, must obey and abide the laws made by the government on condition that it does not contradicted with Islamic Aqidah. Concerning animal trade, Muslims must also obey the animal protection law issued by the government. It is prohibited to put rare animals, animals with an extremely decreasing population each year, and endangered animals on trade. As long as it does not have a contradictory regulation regarding Islamic Aqidah, Muslims must obey the law by not including the animals which are also declared unlawful or harmful (haram) by Quran and Hadith into the trade.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Arfan, Abbas
Keywords: Animal Trade; Animal Protection Law No. 5 of 1990; Four Scholars (Mazhab) of Fiqh; Jual Beli Hewan; Undang-Undang Perlindungan Hewan No.5 Tahun 1990; Fikih Empat Mazhab.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012701 al-Bai’ (incl. al-Khiyar)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Annas Al-haq
Date Deposited: 10 Jul 2015 02:03
Last Modified: 10 Jul 2015 02:03
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/316

Actions (login required)

View Item View Item