Responsive Banner

kepatuhan masyarakat dalam pemberian nafkah iddah perspektif teori kepatuhan hukum: Studi di desa Tirtomoyo, kecamatan Pakis, kabupaten Malang

Afifah, Afifah (2021) kepatuhan masyarakat dalam pemberian nafkah iddah perspektif teori kepatuhan hukum: Studi di desa Tirtomoyo, kecamatan Pakis, kabupaten Malang. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
18781009.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Peraturan terkait nafkah iddah telah banyak tertulis baik dalam hukum Islam maupun Undang-undang. Akan tetapi, banyaknya dasar hukum tidak menentukan dipatuhinya hukum tersebut. Di Desa Tirtomoyo, kecamatan Pakis, kabupaten Malang, aturan terkait nafkah iddah tidak sepenuhnya berjalan dengan semestinya.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan hukum masyarakat desa Tirtomoyo, kecamatan Pakis, kabupaten Malang dalam pemberian nafkah iddah. Penelitian ini berjenis penelitian yuridis sosiologis dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Data dalam penelitian ini didapatkan dengan tehnik wawancara di desa Tirtomoyo sebagai lokasi penelitian. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, serta menarik kesimpulan dan verifikasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan serta triangulasi.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: 1) Alasan masyarakat desa Tirtomoyo tidak memberikan nafkah iddah terhadap isterinya didasari atas kurangnya pengetahuan terkait nafkah iddah. Disaming itu, terdapat pula warga yang menganggap bahwa nafkah iddah bukanlah hal yang penting. Putusnya hubungan perkawinan juga dianggap telah memutus semua kewajiban mantan suami terhadap mantan isteri. 2) Analisis kepatuhan masyarakat desa Tirtomoyo dalam pemberian nafkah iddah dengan menggunakan dasar-dasar teori kepatuhan hukum menunjukkan hasil sebagai berikut: (a) salah satu hal yang mendasari kepatuhan masyarakat adalah pengetahuan. Pengetahuan terkait nafkah iddah didapatkan melalui proses sosialisasi (introduction) melalui pesantren, forum keagamaan, dan peran keluarga.

(b) terkait pemberian nafkah iddah, masyarakat desa Tirtomoyo belum memiliki pembiasaan (habituation) dalam hal tersebut, akan tetapi secara umum masyarakat desa Tirtomoyo merupakan masyarakat yang mudah mematuhi hukum. (c) pemahaman tentang manfaat (utility) dari kewajiban pemberian nafkah iddah dapat mendorong masyarakat untuk patuh, akan tetapi masih terdapat masyarakat yang tidak memahami mafkaat dari adanya kewajiban pemberian nafkah iddah. (d) peran keluarga sebagai kelompok terkecil dalam masyarakat juga menentukan kepatuhan seseorang terhadap kaedah hukum, termasuk dalam pemberian nafkah iddah. Hal ini dikarenakan adanya keinginan seseorang untuk dianggap sebagai bagian dari keluarga tersebut, dasar ini disebut identifikasi kelompok (group identification).

ABSTRACT

Regulations related to living iddah have been written in both Islamic law and legislation. However, multiple legal grounds do not determine compliance with these laws. In Tirtomoyo Village, Pakis sub-district, Malang regency, the regulations regarding iddah income have not been fully implemented properly.This study aims to analyze the legal compliance of the people of Tirtomoyo village, Pakis sub-district, Malang district in providing iddah income. This research is a sociological juridical research with non-doctrinal and doctrinal approaches. The data in this study were obtained by interviewing the Tirtomoyo village as the research location. Data analysis was performed by reducing data, presenting data, and drawing conclusions and verification. Checking the validity of the data was done by observing persistence and triangulation.

The results of the study indicate that: 1) The reason the Tirtomoyo village community does not provide iddah income to their wives is based on a lack of knowledge regarding iddah living. In addition, there are also residents who think that the iddah living is not important. The termination of the marital relationship is also considered to have terminated all obligations of the ex-husband to the ex-wife. 2) The analysis of the compliance of the Tirtomoyo village community in providing iddah income using the basics of legal compliance theory shows the following results: (a) one of the things that underlies community compliance is knowledge.

Knowledge related to iddah income is obtained through the socialization process (introduction) through Islamic boarding schools, religious forums and others. (b) regarding the provision of iddah livelihoods, the people of Tirtomoyo village do not have habituation in this regard, but in general the people of Tirtomoyo village are people who easily obey the law. (c) an understanding of the benefits (utility) of the obligation to provide iddah livelihoods can encourage people to obey, but there are still people who do not understand the mafkaat of the obligation to provide iddah maintenance. (d) the role of the family as the smallest group in society also determines one's obedience to legal principles, including the provision of iddah support. This is due to a person's desire to be considered part of the family, this basis is called group identification.

مستخلص البحث

وينص تجميع الشريعة الإسلامية على أن الزوج السابق ملزم بتوفير الزوجة السابقة بعد الطلاق. وقد كُتب الأساس القانوني لحكم الهد في كل من القرآن، وتجميع الشريعة الإسلامية والقانون. ومع ذلك، فإن الأساس القانوني العديد لا يحدد الالتزام بالقانون. وفي قرية تيرتومويو، في منطقة اتكيس الفرعية، منطقة مالانغ، لا تعمل القواعد المتعلقة بالعيدة الحية بشكل كامل.

تهدف هذه الدراسة إلى تحليل الامتثال القانوني لسكان قرية تيرتومويو، منطقة باكيس الفرعية، مقاطعة مالانغ في توفير العدة. هذا البحث هو نوع من البحوث القانونية السوسيولوجية ذات النهج غير الفقهي والفقهي. تم الحصول على البيانات في هذه الدراسة من خلال تقنيات إجراء المقابلات في قرية تيرتومويو كموقع بحثي. ويتم تحليل البيانات عن طريق تقليل البيانات، وتقديم البيانات، واستخلاص الاستنتاجات والتحقق. ويتم التحقق من صحة البيانات مع المثابرة من الملاحظة والتثليث.

وأظهرت نتائج الدراسة أن: 1) إعطاء العدة في قرية طيرتومويو يتأثر بمستوى فهم المجتمع تجاه العدة المعيشة. وفي هذه الحالة، يكون , دور إنفاذ القانون ضرورياً لكي يتسنى الوفاء بالالتزام بتوفير المعيشة على النحو المتوقع. 2) تحليل امتثال القرويين تيرطومويو في توفير العدة باستخدام أساسيات نظرية الامتثال القانوني يبين النتائج التالية: (أ) أحد الأشياء التي تكمن وراء امتثال المجتمع هو المعرفة. يتم الحصول على المعرفة المتعلقة بخبز الهداح من خلال عملية التنشئة الاجتماعية(مقدمة)من خلال المعهد، والمنتديات الدينية ، وأدوار الأسرة. (ب) فيما يتعلق بتوفير أحكام الهداح، لا يعتاد القرويون في تلك الحالة علىالتعود،ولكن القرويين في تيرتومويو هم عموماً أشخاص يطيعون القانون بسهولة. (ج) يمكن أن يشجع فهم المنافع(فائدة)الالتزام بتوفير أحكام الهداح المجتمع على الامتثال، ولكن لا يزال هناك أشخاص لا يفهمون مامات الالتزام بتوفير العدة. (د) دور الأسرة بوصفها أصغر فئة في المجتمع يحدد أيضاً مدى امتثال المرء لأساليبه القانونية، بما في ذلك في توفير الددة. هذا هو بسبب رغبة الشخص في أن يعتبر جزءا من الأسرة، وهذا الأساس يسمىتحديد المجموعة.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Saifullah, Saifullah and Suwandi, Suwandi
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDSaifullah, SaifullahUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDSuwandi, SuwandiUNSPECIFIED
Keywords: kepatuhan masyarakat; nafkah iddah; kepatuhan hukum; Community compliance; iddah livelihoods; legal compliance; امتثال المجتمع; العدة المعيشة ،الامتثال القانوني
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Afifah Afifah
Date Deposited: 04 Nov 2021 10:36
Last Modified: 04 Nov 2021 10:36
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/31598

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item