Responsive Banner

Kesetaraan pembagian waris anak laki-laki dan anak perempuan perspektif teori limitasi Muhammad Syahrur: Studi kasus di Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo

Somadi, Saiq (2021) Kesetaraan pembagian waris anak laki-laki dan anak perempuan perspektif teori limitasi Muhammad Syahrur: Studi kasus di Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
17781027.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Pembagian waris secara hukum islam dengan ketentuan 2:1, tetapi pada realita masyarakat islam khususnya Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo tidaklah demikian, melainkan membagi rata harta warisannya. Kebiasaan dalam hal waris ini mereka mengumpulkan terlebih dahulu harta warisanya, kemudian membaginya dengan meratakan harta peninggalan sesuai ahli waris terlebih anak. Ketentuan ini bertujuan untuk menciptakan kerukunan dalam keluarga, karena melihat watak dari setiap orang berbeda-beda, masyarakat mempercayai ketentuan yang mereka pakai dapat meminimalisir terjadinya sengketa.

Tradisi tersebut memunculkan dua fokus penelitian dalam penelitian ini. Pertama, mengapa praktek pembagian harta waris anak laki-laki dan anak perempuan di Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo setara 1:1? Kedua, bagaimana praktek waris anak laki-laki dan anak perempuan di Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo menurut tinjauan teori limitasi Muhammad Syahrur?

Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris, dan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan melakukan wawancara kepada informan-informan yang dirasa mengetahui atau mengalami hal waris yang demikian. Kemudian data yang diperoleh akan di kategorikan terlebih dahulu dan tahap terakhir akan di analisis menggunakan teori limitasi Muhammad Syahrur.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis terhadap relasi setara antara anak laki-laki dan perempuan dalam kesetaraan waris, dapat disimpulkan bahwa kesetaraan yang dilakukan tersebut bertujuan untuk meminimalisir terjadinya konflik dalam suatu keluarga, dan takaran yang berjalan di masyarakat demikian, setara atau 1:1. Meskipun dalam hitungan pembagiannya sama, pada pembagiannya tidak sama persis, tapi warisan itu tetap memiliki nilai kesetaraan yang sama, antara anak laki-laki dan perempuan. Dalam teori limitasi Muhammad Syahrur, terdapat pengertian batas-batas ketentuan Allah yang ketentuannya tidak boleh dilanggar. Sedangkan hasil ijtihad batasan Syahrur salah satunya berbunyi wa in kanat wahidatan fa laha an-nisfu, yang membatasi jatah warisan anak dalam kondisi ketika jumlah pihak laki-laki sama dengan jumlah pihak perempuan, dan dapat di katakan pembagian 1:1. Teori Limitasi yang dikemukakan Syahrur tersebut bermaksud untuk menyatakan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an, senantiasa relevan pada setiap situasi dan kondisi.

ABSTRACT

Division of inheritance in Islamic law with the provisions of 2:1, but it is in the contrary with the real life of moeslem societies located in the village of Wonorejo, Banyuputih sub district of Situbondo regency, they divide the inheritance equally. Their wrong habit in inheritance division is by collecting all the inheritances, then they divide it equally. This provision is done to keep the family harmony, because seeing the character of each person is different, they believe in this provision can minimize the dispute appearance. From the tradition happens in that village, it creates two focus researches in this analysis. First, why does the division of inheritance for sons and daughters in Wonorejo village are divided equally 1:1? And the second focus research is, how the habit of division of inheritance for sons and daughters in Wonorejo village based on the theory of limitation by Muhammad Syahrur?.

The research methodology in this research are empirical and qualitative method. The data collection is done by interviewing the believable informans who tend to experience the division of inheritance mentioned above. After collecting the data, the next step is categorizing the data then the final step is analyzing the data using the limitation theory by Muhammad Syahrur.

Based on the research and the analysis result toward the equality of inheritance division on sons and daughters, it can be concluded that the division inheritance equality is done to minimize the occurrence of conflict in a family, and the measurement used by the moeslem societies in that village is equality or equal to 1:1. Eventhough in the division measurement is equal, but in the division it is not exactly equal, but the inheritance still have the same value of equality between sons and daughters. In limitation theory by Muhammad Syahrur, there is an explanation of Allah’s provision limits that cannot be disobeyed. While one of the results of ijtihad limit by Muhammad Syahrur is wa in kanatwahidatan fa laha an-nisfu, which limits the inheritance of children in the condition of when the number of sons are equal to the number of daughters, and can be categorized into 1:1 division. Limitation theory by Muhammad Syahrur meant to deliver that the verses of Al-Qur’an are always relevant to every situation and condition.

مستخلص البحث

إن توزيع الميراث وفقًا للشريعة الإسلامية مع أحكام ، ولكن في واقع المجتمع الإسلامي ، وخاصة قرية ونوريجو ، باالنحية بانيوبوتييه ،المحافظة سيتوبوندو ليس هو الحال ، بل يقسم الميراث بالتساوي. في حالة الميراث ، يجمعون الميراث بأولا مرّة ، ثم يقسمونه عن طريق تسوية الميراث حسب الورثة ، وخاصة لطفولة. يهدف هذا الحكم إلى خلق الانسجام في الأسرة ، لأنه يرى طبيعة شخصية لكل شخص مختلفة موجودة, مجتمع يعتقدونها ويمكن أن تقلل من النزاعات. أثار هذا التقليد تركيزين بحثيين في هذه الدراسة. أولاً ، لماذا ممارسة توزيع الميراث للبنين والبنات في قرية ونوريجو ، الناحية بانيوبوتييه ، محافظة سيتوبوندو ثانيًا ، كيف تتم ممارسة وراثة الطفولة في قرية ونوريجو ، الناحية بانيوبوتييه ، بمحافظة سيتوبوندو لنظرية الحد محمد شهرور؟ تستخدم الطريقة في هذا البحث أعنى البحث التجريبي ، وتستخدم نهجًا نوعيًا. جمع البيانات في هذه الدراسة عن طريق إجراء مقابلات مع المخبرين الذين يعتبرون ويعرفون أو يختبرون مثل هذا الميراث. ثم سيتم تصنيف البيانات التي تم الحصول عليها أولاً وسيتم تحليل المرحلة النهائية باستخدام نظرية الحد محمد صهرور.

بناءً على ذلك نتائج البحث والتحليل للعلاقات المتساوية بين طفولة في المساواة في الميراث ، يمكن الاستنتاج أن المساواة التي تم إجراؤها تهدف إلى تقليل حدوث الصراعا في الأسرة ، والجرعة التي يتم إجراؤها في مثل كل المجتمع ، متساوية أو واحدة. على الرغم من أن حساب القسمة هو نفسه ، إلا أن التوزيع ليس هو نفسه بالضبط ، ولكن الميراث لا يزال له نفس قيمة المساواة بين الطفولة.

فى نظرية قيد محمد شهرور لحدود أحكام الله التي تلزم ان تبعدها وأحكامها. حيث ان الحصول جهد شهرور أعنى وإن كانت واحدةً فلها نسف, مما يحدّد من نصيب وراثة الطفولة في الظروف التي يكون فيها عدد الذكور متساويا لعدود الإناثات ، ويمكن القول أنه تقسيم١: ١. تنوي نظرية التقادم التي اقترحها شهرور أن تذكر أن آيات القرآن ا ذات صلة في كل حالة وظروفها.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Mahmudi, Zaenul and Yasin, R. Cecep Lukman
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDMahmudi, ZaenulUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDYasin, R. Cecep LukmanUNSPECIFIED
Keywords: Kesetaraan Waris Anak; Teori Limitasi; child inheritance equality; limitation theory;المساواة في الميراث للأطفال ; خطوات الحد
Subjects: 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1605 Policy and Administration > 160510 Public Policy
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Saiq Somadi
Date Deposited: 12 Oct 2021 13:42
Last Modified: 12 Oct 2021 13:42
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/31141

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item