Responsive Banner

Tinjauan hukum (pendekatan integratif) terhadap upaya penyelesaian wanprestasi dalam pelaksanaan kontrak kerja konstruksi pembangunan jalan: Studi putusan No.13/Pdt.G/2020/PN.Mjk

Aziz, Miftakhul Army (2021) Tinjauan hukum (pendekatan integratif) terhadap upaya penyelesaian wanprestasi dalam pelaksanaan kontrak kerja konstruksi pembangunan jalan: Studi putusan No.13/Pdt.G/2020/PN.Mjk. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text
Miftakhul Army Aziz-17220179-File Skripsi Full.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Kontrak yang dibuat pemerintah bersama penyedia jasa tidak selalu terlaksana dengan baik, tidak sedikit juga terjadi permasalahan yang timbul pada saat proses pelaksanaan kontrak tersebut. Salah satu permasalahan yang mucul adalah wanprestasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis mengenai tinjauan hukum positif (perundang-undangan) dan hukum perikatan islam terhadap gugatan oleh Andi Sulfi SH sebagai subpenyedia jasa (Penggugat) melawan Nailul Mujahidah dan Siswanto sebagai pengguna jasa konstruksi (Tergugat I dan Tergugat II) pada studi putusan nomor 13/Pdt.G/2020/PN.Mjk, dan pertimbangan hakim dalam memutus perkara tersebut.
Hal ini melatarbelakangi penulis dalam membuat rumusan masalah. Pertama, tinjauan hukum (pendekatan integratif) terhadap upaya penyelesaian wanprestasi dalam pelaksanaan kontrak kerja konstruksi pembangunan jalan Putusan Perkara No.13/Pdt.G/2020/PN.Mjk. Kedua, dasar pertimbangan hakim dalam Putusan Perkara No.13/Pdt.G/2020/PN.Mjk. Penelitian ini tergolong penelitian yuridis normatif. Jenis pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan perundang-undangan serta analisis bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif. Bahan hukum dalam penelitian ini yaitu bahan hukum primer diperoleh dari salinan putusan pengadilan nomor 13/Pdt.G/2020/PN.Mjk, Sedangkan bahan hukum sekunder diperoleh dari buku, jurnal dan skripsi terdahulu.
Hasil penelitian menunjukkan 1) Penggugat telah melakukan wanprestasi terhadap pelaksanaan kontrak kerja konstruksi pembangunan jalan dengan tidak menyelesaikan prestasi (kewajibannya) dengan tepat waktu seperti yang ada diperjanjian kontrak kerja. Pandangan Islam, permasalahan pelaksanaan kontrak kerja konstruksi ini tidak sesuai akad Istishna karena proyek yang dikerjakan oleh Penggugat tidak diselesaikan sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati. 2) Pertimbangan Hakim yaitu hakim tidak dapat diterima dan tidak dapat melanjutkan pemeriksaan perkara dikarenakan adanya kecacatan dalam gugatan yang diajukan oleh Penggugat. Gugatan Penggugat yang diajukan kurang pihak dan gugatan tidak jelas/kabur serta tidak memenuhi syarat materiil.

ENGLISH:

Kontrak yang dibuat pemerintah bersama penyedia jasa tidak selalu terlaksana dengan baik, tidak sedikit juga terjadi permasalahan yang timbul pada saat proses pelaksanaan kontrak tersebut. Salah satu permasalahan yang mucul adalah wanprestasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis mengenai tinjauan hukum positif (perundang-undangan) dan hukum perikatan islam terhadap gugatan oleh Andi Sulfi SH sebagai subpenyedia jasa (Penggugat) melawan Nailul Mujahidah dan Siswanto sebagai pengguna jasa konstruksi (Tergugat I dan Tergugat II) pada studi putusan nomor 13/Pdt.G/2020/PN.Mjk, dan pertimbangan hakim dalam memutus perkara tersebut.
Hal ini melatarbelakangi penulis dalam membuat rumusan masalah. Pertama, tinjauan hukum (pendekatan integratif) terhadap upaya penyelesaian wanprestasi dalam pelaksanaan kontrak kerja konstruksi pembangunan jalan Putusan Perkara No.13/Pdt.G/2020/PN.Mjk. Kedua, dasar pertimbangan hakim dalam Putusan Perkara No.13/Pdt.G/2020/PN.Mjk. Penelitian ini tergolong penelitian yuridis normatif. Jenis pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan perundang-undangan serta analisis bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif. Bahan hukum dalam penelitian ini yaitu bahan hukum primer diperoleh dari salinan putusan pengadilan nomor 13/Pdt.G/2020/PN.Mjk, Sedangkan bahan hukum sekunder diperoleh dari buku, jurnal dan skripsi terdahulu.
Hasil penelitian menunjukkan 1) Penggugat telah melakukan wanprestasi terhadap pelaksanaan kontrak kerja konstruksi pembangunan jalan dengan tidak menyelesaikan prestasi (kewajibannya) dengan tepat waktu seperti yang ada diperjanjian kontrak kerja. Pandangan Islam, permasalahan pelaksanaan kontrak kerja konstruksi ini tidak sesuai akad Istishna karena proyek yang dikerjakan oleh Penggugat tidak diselesaikan sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati. 2) Pertimbangan Hakim yaitu hakim tidak dapat diterima dan tidak dapat melanjutkan pemeriksaan perkara dikarenakan adanya kecacatan dalam gugatan yang diajukan oleh Penggugat. Gugatan Penggugat yang diajukan kurang pihak dan gugatan tidak jelas/kabur serta tidak memenuhi syarat materiil.

ARABIC:

إن المقاولة مصنوع الحكومة مع مزود الخدمة لا ينفذ دائما جيدا، وليس قليلا ايضا حدث المشاكل في عملية التنفيذ تلك المقاولة العمل. واحدة من المشاكل يعنى الخطأ. كان الغرض من هذه البحث هو يعرف و يحلل عن نظر القانون الإيجابي (التشريع) والقانون المشاركة الإسلامية على الدعوى الى الفقيه يعني أندي سولفي كشعبة من مزود الخدمة (المدعي) تضدى نايل المجاهدة و سيسوانطا كمستخدم الخدمة البناء (المدعى عليه I و المدعى عليه II) في دراسة القرار الرقم 13Pdt. G//2020/PN.Mjk، و تعليل القاضي في تقرير القضية.
هذا الحال, مؤلف يكتب الخلفية بصياغة مشكلة. أولا، نظر القانون (تقريب التكاملي) على جهود التحقيق الخطأ في تنفيذ المقاولة العمل لموقع البناء الطرق دراسة القرار الرقم 13Pdt. G//2020/PN.Mjk.ثانيا، أساس تعليل القاضي في مقرر القضية القرار الرقم 13Pdt. G//2020/PN.Mjk. هذا البحث تضمن البحث القانوني المعياري. نوع النهج المستخدم هو نهج التشريع و تحليل المواد القانونية الذي يستخدم في هذا البحث يعنى تحليل الوصفي. المواد القانونية في هذا البحث هو المواد القانوني التمهيدي و المواد القانوني الفرعي. المواد القانوني التمهيدي تواجد من نسخة من قرار المحكمة الرقم 13Pdt. G//2020/PN.Mjk، في حين المواد القانوني الفرعي تواجد من الكتب و المجلات و الأطروحة السابقة.
النتائج البحث يدل 1) عمل المدعي الخطأ على تنفيذ عقد أعمال بناء الطرق بعدم استكمال العاديّ (الواجبات) في الوقت المحدد كما موجود في العهد العقد العمل. نظر الإسلامية، فإن مشكلة بتنفيذ عقد أعمال بناء لا تتفق مع عقد الاستصناع لأن المشروع قام به المدعي لم يكتمل وفق المواصفات المتفق عليها. 2) تحلل القاضي في تقرير هذه قضية القرار هو القاضي غير مقبول ولا يمكنه مواصلة فحص القضايا بسبب الإعاقة في الدعوى معروض من المدعي. إن دعاوى المدعي معروض أقل الأطراف و الدعوى غير واضح او غامق و لا تفي بالمتطلبات المادية.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Fidhayanti, Dwi
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDFidhayanti, DwiUNSPECIFIED
Keywords: pendekatan integratif; wanprestasi; akad istishna; kontrak kerja konstruksi
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012702 al-Salam & al-Istishna’
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012799 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) not elsewhere classified
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Miftakhul Army Aziz
Date Deposited: 23 Sep 2021 14:55
Last Modified: 23 Sep 2021 14:55
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/30764

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item