Pi Patel’s self-actualization in Yann Martel’s life of pi

Diniar, Ika Rahmawati (2015) Pi Patel’s self-actualization in Yann Martel’s life of pi. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
11320024.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB) | Preview

Abstract

ENGLISH:

The study focuses on the self-actualization fulfillment on the main character of the novel Life of Pi using Abraham Maslow’s theory. Self-actualization is a person’s desire to become everything he or she is capable of becoming to realize and use his or her full potential, capacities, and talents. People who have reached the level of actualization become fully human. Human Motivation is the theory in which appropriate to be applied in this analysis. It refers to human effort which able to make them move to do something they want. In his theory, Maslow assumed that people are constantly being motivated by one need or another. The needs is believed as the basic motivation own by every human. The needs ar arranged hierarchial consist of: Physiological needs, safety needs, love and belongingness needs, esteem needs, and self-actualization.

The novel Life of Pi in which written by Yann Martel in 2001 is one of any novels told about a human who is believed by the researcher achieving self-actualization. Pi Patel, a 16 years old boy as the main character stranded on the Pacific Ocean. Surprisingly, the boy stranded with a Bengal Tiger named Richard Parker. Both of them are succesful surviving for 227 days struggling on lifeboat.

The research aims at answering the problem of how the process of self-actualization achieving by Pi Patel in Yann Martel’s Life of Pi is. This research was conducted using literary critisism method. The data are in the form of the text told in the novel as evidences which related to the main character actions and desires. After the data were collected, the text were analyzed into five human needs then drew the general conclusion based on the theory and research findings.

The reseracher found that Pi Patel is succesful satisfiying the needs of physiological needs, safety needs, love and belongingness needs, esteem needs, until he is able to achive his self-actualization to be a religious person. His strong belief in God make him want to be the one who always obedient to God. Pi Patel is succesful achiving his self-actualization by always maintaining his conviction.

Finally, the researcher expects this study could give contribution for the other researchers who are eager to know more about human motivation. Moreover this study as an important branch of literary critisism is interesting to be applied especially in literary studies.

INDONESIA:

Penelitian ini fokus pada pemenuhan aktualisasi diri karakter utama dari sebuah novel berjudul Life of Pi dengan menggunakan teori Abraham Maslow. Aktualisasi diri adalah hasrat dan keinginan seseorang untuk menjadi seperti apa yang ia inginkan untuk mewujudkan dan memanfaatkan segala potensi, kemampuan, dan bakatyang ada. Seseorang yang telah meraih aktualisasi diri adalah seseorang yang berhasil sepenuhnya menjadi dirinya sendiri. Motivasi Manusia adalah teori yang paling tepat untuk diterapkan pada analisis ini. Teori ini berkaitan dengan usaha manusia yang mampu membuat mereka melakukan sesuatu yang mereka inginkan. Didalam teori ini, Maslow berpendapat bahwa manusia secara konstan termotivasi oleh satu kebutuhan atau lebih. Kebutuhan tersebut dipercaya sebagai motivasi dasar yang dimiliki manusia. Kebutuhan tersebut disusun secara hirarki yang terdiri dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan keaman, kebutuhan cinta dan memiliki, kebutuhan penghargaan, dan aktualisasi diri.

Novel Life of Pi yang ditulis oleh Yann Martel pada 2001 adalah salah satu novel tentang manusia yang dalam hal ini dipercaya oleh peneliti menceritakan bentuk pencapaian aktualisasi diri. Pi Patel, seorang anak laki-laki berusia 16 tahun yang merupakan karakter utama dalam novel yang terjebak ditengah Samudra Pasifik. Hal yang mengejutkan adalah bahwa bocah tersebut terjebak bersama seekor Harimau Bengala yang diberi nama Richard Parker. Pi Patel dan Richar Parker pun berhasil bertahan hidup selama 227 hari diatas sebuah sekoci.

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana proses pencapaian aktualisasi diri Pi Patel dalam novel karya Yann Martel yang berjudul Life of Pi. Penelitian ini ditulis dengan menggunakan metode kritik sastra. Data yang digunakan adalah teks-teks dalam novel sebagai bukti yang berkaitan dengan aksi dan hasrat pemeran utama novel tersebut. Setelah data terkumpul, teks-teks terbut kemudia dianalisa kedalam lima kebutuhan manusia dan kemudian peneliti memberi kesimpulan secara umum berdasarkan teori dan hasil penelitian.

Peneliti menemukan bahwa secara bertahap Pi Patel berhasil memuaskan kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, cinta dan kasih sayang, harga diri, dan hingga ia berhasil meraih aktualisasi dirinya untuk menjadi seorang yang religius. Rasa kepercayaannya yang kuat terhadap Tuhan membuat ia menjadi orang yang selalu patuh pada Tuhan. Pi Patel berhasil mencapai aktualisasi diri dengan selalu mempertahan keyakinannya.

Yang terakhir, peneliti mengharapkan bahwa penelitian ini dapat memberikankontribusi terhadap para peneliti lain yang ingin sekali mengetahui lebih banyak mengenai motivasi manusia. Selain itu, penelitian ini sebagai cabang penting dari kritik sastra yang menarik untuk diterapkan khususnya pada studi literatur.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Afifuddin, Muzakki
Keywords: Aktualisasi Diri; Motivasi Manusia; Hirarki Kebutuhan Manusia; Life of Pi; Self-Actualization; Human Motivation; Hierarchy of Human Needs
Departement: Fakultas Humaniora > Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris
Depositing User: Dian Anesti
Date Deposited: 27 Jun 2016 03:51
Last Modified: 27 Jun 2016 03:51
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/3062

Actions (login required)

View Item View Item