Surya, Phosa Atmono (2015) Functions of Ladies and Gentlemen phrase in English debate. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
|
Text (Fulltext)
11320060.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (1MB) | Preview |
Abstract
INDONESIA:
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa frase ladies and gentlemen digunakan supaya terlihat bijaksana, rendah hati, dan ramah kepada orang lain yang dapat menciptakan hubungan emosional dan sosial sebagaimana yang dikatakan Yule (2006). Akan tetapi dalam debat bahasa inggris, frase tersebut tidak hanya digunakan supaya terlihat sopan sebagaimana yang dikatakan Yule. Maka dari itu, penelitian ini menganalisa fungsi frase ladies and gentlemen dalam kompetisi debat bahasa inggris dan bagaimana frase tersebut digunakan.
Data diambil dari kompetisi IVED yang mana setiap pembicara berbicara selama tujuh menit secara bergantian. Analisa percakapan digunakan untuk mengupas data tersebut karena analisanya dalam bentuk kata dan ungkapan. Terlebih lagi, penelitian ini dianalisa menggunakan fenomena keragu-raguan untuk menentukan dalam kondisi apa frase tersebut digunakan sebagai keragu-raguan dalam debat bahasa inggris.
Hasil penelitian menunjukan bahwa frase tersebut digunakan sebagai pengisi sehingga pembicara mempunyai cukup waktu untuk memproses argument sehingga dia dapat menyampaikanya secara kohesive dan koheren. Kesimpulannya adalah para pembicara di Indonesia tidak selalu menggunakan pengisi seperti uh dan um, kau tahu, tetapi juga menggunakan ladies and gentlemen sebagai pengisi yang baru. Karena tujuan pembicara untuk mengutarakan frase ladies and gentlemen tidak hanya untuk menyapa penonton tetapi juga untuk berfikir dan memproses argument sehingga pembicara punya deskripsi yang jelas tentang topi yang sedang diperdebatkan sehingga dapat menyampaikan argument dengan baik (Clark & Fox Tree, 2002).
ENGLISH:
It has become a common knowledge that the phrase of ladies and gentlemen is used to look tactful, modest, and nice to other people which, at the end, create emotional and social sense as stated by Yule (2006). However in debate, the phrase is not only used to perform politeness as stated by Yule. Therefore, this study analyzes the functions of ladies and gentlemen phrase in English debate competition and how it is used.
The data were taken from the IVED competition, with every speaker generally speaks for seven minutes in turn. Conversation analysis is used to rip the data into pieces since the analysis is in the form of words and utterances. In addition, this research was examined by applying hesitation phenomenon to determine in what condition the phrase is used as hesitation during their participation in English debate competition.
The study finds that the phrase is used as filler so that the debater has time to process the argument so that he can convey it cohesively and coherently. In conclusion, debaters in Indonesia do not always use fillers such as uh and um, well, you know, but also ladies and gentlemen as new filler. Because the purpose of the speaker to utter ladies and gentlemen phrase is not merely to greet the audience but also to think and process arguments so that the debater has clear description of the topic being debated so that he can convey the arguments well (Clark & Fox Tree, 2002).
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Syafiyah, Syafiyah | ||||||
Contributors: |
|
||||||
Keywords: | Ladies And Gentlemen; Kompetisi Debat Bahasa Inggris; Keragu-Raguan; English Debate Competition; Hesitation | ||||||
Departement: | Fakultas Humaniora > Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris | ||||||
Depositing User: | Dian Anesti | ||||||
Date Deposited: | 25 Jun 2016 13:29 | ||||||
Last Modified: | 25 Jun 2016 13:29 | ||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/3040 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |