Responsive Banner

Wali adhal sebab adat gelit dalam pandangan hakim dan Urf’: Studi perkara Pengadilan Agama Kabupaten Bojonegoro No.435/Pdt.P/2020/PA.Bjn

Ikhwan, Ahmad Syaiful (2021) Wali adhal sebab adat gelit dalam pandangan hakim dan Urf’: Studi perkara Pengadilan Agama Kabupaten Bojonegoro No.435/Pdt.P/2020/PA.Bjn. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
17210188.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Adat gelit adalah kesamaan nama antara wali laki-laki dari calon pengantin perempuan dan wali laki-laki dari calon mempelai laki-laki. Kesamaan nama tersebut baik sama persis atau dari kedua nama tersebut mengandung aksara jawa yang sama diawal kata maupun diakhir kata. Adat gelit ini dipercaya memiliki akibat hukum tersendiri apabila masyarakat melanggarnya. Konsekuensi dari adat tersebut berupa balak, penyakit, hingga kematian. Adat ini masih berlaku di Desa Gayam Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan fenomena dan kasus tersebut tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti dari penelitian ini diantaranya: 1) Untuk mengetahui pandangan hakim Pengdilan Agama Kabupaten Bojonegoro tentang perkara permohonan wali adhal karena wali mempercayai adat gelit perkara No.435/Pdt.P/2020/PA.Bjn. 2) Untuk mengetahui pandangan urf’ terhadap adat gelit sebagai alasan wali adhal.

Penelitian ini merupakan penelitian empiris atau penelitian lapangan (field reserch), dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Kemudian dijabarkan dalam bentuk deskriptif analisis. Lokasi penelitian ini berada di Desan Gayam Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro dan berada di Pengadilan Agama Bojonegoro. Adapun data primer diperoleh dari warga, sesepuh desa, modin, dan beberapa hakim. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku, kitab-kitab, undang-undang, skripsi, salinan putusan, dan artikel penunjang lainya.

Hasil penelitian ini menunjukan: 1) Bahwasanya menurut pandangan hakim Pengadilan Agama Bojonegoro, adat gelit tidak dapat dijadikan pertimbangan dalam sebuah putusan atau penetapan. Karena adat gelit bertentangan dengan hukum islam dan tidak ada dalam hukum positif. 2) Berdasarkan perspektif urf’ adat gelit termasuk adat yang tidak dapat dijadikan pijakan hukum. Karena adat ini hanya dijalankan oleh beberapa kelompok masyarakat saja, selain itu adat gelit melanggar dari hukum syara’ dan hukum asal yaitu menghalangi sebuah pernikahan, alasan masyarakat mempercayai adat gelit tidak bisa dibuktikan secara akal.

ABSTRACT

Gelit tradition is the similarity of the names between the male guardian of the bride - and the groom of the groom. The similarity of the names is either the same or of the two names contains the same Javanese root both at the beginning of the word and at the end of the word. This gelit tradition has its own legal consequences when people break it. The consequences of such tadition is tragedy strikes, diseases, to deaths. This tradition is still in effect in Bojonegoro City Gayam District Gayam Village. Based on the phenomenon, The goals the research researcher wanted to achieve are : 1) to know the judge's view of the religious adoration of bojonegoro City because the trustees believe in the gelit system no.435/ 2020/ pa. BJN. 2) To find out how urf ' views the custom of gelit as a wali adhal reason.

It is an empirical or field research study, using a qualitative approach. Then described in a descriptive form of analysis. The location of the study is bojonegoro City gayam district gayam village and is at the state court by bojonegoro. As for primary data obtained from residents, village elders, clerics, and a few judges while secondary data is obtained from books, heritage books, laws, scripts, decision copies, and other articles of support.

The results of this study show that according to the judge at the trial by law of the religion of bojonegoro, gelit tradition cannot be used as a consideration in an arbitrary ruling or decision. Because gelit tradition is contrary and incompatible with islamic law. Then in the urf ' tradition of gelit is a law which cannot be used as a legal basis. Since this custom was carried out by only a few groups of people, then the gelit tradition went against the law of Shari 'and the original law of obstructing a marriage, the people's belief in the gelit tradition could not be proved sensibly.

مستخلص البحث

الجليت هو تماثل الاسم بين ولي الزوجة وولي الزوج. سواء كان ذلك التماثل تماثلا تاما فيهما أو كان في أحدهما حروف جاوية متماثلة في أول كلمات الاسم أو فيآخرها. ولـلجليت أحكام تابعة لو كان المجتمع مخالفا له مثل البلاء والوباء حتى الموت. وهذه العادة ما زالت جارية فى قرية جايام مدينة بوجونيجورا. ولذلك للباحث مقاصد من هذا البحث. الأول إدراك نظرات الحاكم في المحكمة الدينية في مدينة بوجونيجورا عن مطالبة ولي العضل لأنه يعتقد عادة جليت قضاء رقم No.435/Pdt.P/2020/PA.Bjn. والثاني, لمعرفة كيف ينظر العرف إلى عادة الجيليت كسبب من أسباب الولي.

هذا البحث كان بحثا تجريبيا بطريق نوعي ثم شرح بشكل وصفي و تحليلي. وكان محل البحث في قرية جايام مدينة بوجونجارا والمحكمة الدينية بوجونجارا. نستفيد البيانات الخقيقية الأساسية من المجتمع والشيوخ والمؤذن وبعض الحكام. أما البيانات الخقيقية الفرعية ننالها من الكتب والقوانين والبحث العلمي وصورة القضايا والمقالات الداعمة وغيرها.

ونتيجة البحث تدل على نظرات الحاكم بأن في المحكمة الدينية بوجونجارا بأن عادة جوليت لا يستطيع أن يكون مصدرا للقضاء أو الإثبات. لأن هناك تناقض ولاتناسببالأحكام الإسلامية. وبنظر العرف كانت عادة جوليت هي من العادات التي لا تستطيع أن تكون مصدر للحكم. لأن هذه العادة انطبق عليها بعض المجتمع فقط ثم لأنها مخالفة بالحكم الشرعي والحكم الأصلي تعني إحباط النكاح. واعتقاد المجتمع لعادة جوليت غير المضبوط للعقل

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Kadarisman, Ali
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDKadarisman, AliUNSPECIFIED
Keywords: Wali Adhal; Adat Gelit; Urf’; Guardian Adhal; Tradition Gelit; Urf’; ولي العضل; عادة الجليت; العرف
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180120 Legal Institutions (incl. Courts and Justice Systems)
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012805 Wali & Saksi
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Ahmad Syaiful Ikhwan
Date Deposited: 16 Jul 2021 10:55
Last Modified: 16 Jul 2021 13:06
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/29394

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item