Konsep pendidikan akhlak menurut kitab Adab Ad-Dunya wa Ad-Din karangan Imam Hasan Ali Bin Muhammad Bin Habib Al-Bashari Al-Mawardi

Bin Nurhamim, Ahmad Khairunni'am (2015) Konsep pendidikan akhlak menurut kitab Adab Ad-Dunya wa Ad-Din karangan Imam Hasan Ali Bin Muhammad Bin Habib Al-Bashari Al-Mawardi. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
11110219.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (7MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Pendidikan Akhlak bertanggungjawab terhadap keseluruhan pembentukan karakter dalam perbaikan jati diri mereka. Pergaulan siswa yang semakin hari semakin parah yang mengarah kepada pergaulan bebas, minum-minuman keras, tidak tau sopan santun dan kenakalan remaja yang merajalela seluruh tatanan moral dan religiusitas tergugat. Pendidikan Akhlak perlu untuk membentengi anak-anak muda dengan nilai-nilai religius ajaran agama Islam. Nilai-nilai religius tidak cukup di ajarkan di kelas yang sifatnya adalah pengetahuan saja tetapi harus diaplikasikan dalam kehidupan.Pendidikan Akhlak adalah sebuah pemberdayaan potensi akal manusia agar tercipta prilaku yang baik dalam rangka mencapai kebahagiaan yang paripurna. Manusia merupakan makhluk yang multi dimensial. Bukan saja karena manusia secara teologis mempunyai rasa dan kesadaran untuk mengembangkan pola kehidupannya akan tetapi lebih dari itu sekaligus juga menjadi objek dalam keseluruhan aktivitas dan kreatifitasnya. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kepustakaan . Sedangkan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah melalui karangan Syaikh Abu Hasan yang didokumentasikan pada karya agung beliau yakni kitab adab Ad-Dunya wa Ad-Din. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan tekhnik analisis deduktif kualitatif deduktif, yaitu mendeskripsikan data-data yang ada untuk menggambarkan realitas yang dijelaskan pada kitab karangan beliau sesuai dengan fenomena yang sebenarnya.

Al-Mawardi adalah seorang tokoh pemikir Islam yang hidup pada masakejayaan peradaban Islam. Ini dibuktikan dengan karya beliau yaitu kitab Adab Ad-Dunya Wa Addin. Dalam kitab tersebut dijelaskan tentang konsep dan pandangan beliau tentang Akhlak.Menurut Al-Mawardi, manusia mempunyai dua potensi dasar yaitu akal danhawa. Akal membawa kecenderungan manusia untuk berbuat baik sedangkan hawamemiliki kecenderungan membawa manusia untuk berprilaku buruk. potensi akalmanusia dapat mengontrol kecenderungan untuk berprilaku buruk, ketika potensi akalmanusia diberdayakan melalui bimbingan seorang guru. Untuk itu pendidikan harus dilakukan dalam kerangka melatih pola kerjaakal secara terus menerus dalam merespon lingkungan. Selain itu, proses pendidikan ini harusdilakukan dalam upaya bagaimana pendidikan memberikan kebebasan kepada anakdidik untuk menjadi mandiri dan menjadi dirinya sendiri.

ENGLISH:

Moral education responsible for the overall formation of enshriningthe character intheir identity. Student socializing increasingly severed thus leads to the promiscuity, boozing, doing uncivilized manners and juvenile delinquency thus absurdly rampant throughout the moral order and religiousity defendant.Moral education necessed to fortified the youth within the religious of Islamic teachings values. Religious values are unsufficiently objucated in classes thus not the only knowledge nature itself but must be applied livingly. Moral education is an empowering potential of the human mind in order to create good behavior and to achieve complete happiness. The human being are the multi dimensional beings. Not the only reason because human beings have the theological sense and awareness to develop some kind of a life pattern but ultimately thus also becomes an object in the overall activity and creativity. In conducting this study, researchers used the library research method. While the methods used to collect data is through a bouquet of Sheikh Abu Hasan documented in the book of his great work of Ad-Dunya wa Ad-Din.To analyzing the data, researcher used the qualitative deductive analysis technique, thus to describing the livings data to sketching some of the vivid reality on his book bouquet paralelly within the actual phenomenon.

Sheikh Abu Hasan al-Mawardi was a prominent Islamic thinker who live during the heyday of Islamic civilization. This evidenced by his work which thus in the Adab Wa Addin Ad-Dunya. In the book explained about the concept and his views about the Morals upon his viewing. According to Sheikh Abu Hasan al-Mawardi, humans posessed the two basic potential thus reasonable mind and appetency. The reasonable brings the human tendency to do good while the lust having tendency to bring people to evilly behave. the potential of the human mind can control the tendency to behave even more trickingly, when the potential of the human mind is empowered under the guidance of a teacher. For those, the education must be constructed in behalf of the drawing to trains the continous mind patterns of encryption behalf of the response ablity to the environment. In addition, the educational process should be conducted in an effort to study how to speech freedom to the students and encouraged them how to be independent and be themselves.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Amrullah, Abdul Malik Karim
Keywords: Konsep Pendidikan Akhlak; Adab Ad-Dunya wa Ad-Din; Moral Education Concept, Adab Ad-Dunya wa Ad-Din
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Zulaikha Zulaikha
Date Deposited: 24 Jun 2016 02:39
Last Modified: 24 Jun 2016 02:39
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/2770

Actions (login required)

View Item View Item