Fashihuddin, Muhammad (2021) تعدد الزوجات في إندونيسيا في نظر القياس: دراسة تحليلة أصولية. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
![]() |
Text (Fulltext)
17210026.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (1MB) |
Abstract
مستخلص البحث
قضية تعدد الزوجات هي قضية واقعية في إندونيسيا. وتكون قضية مشددة مستمرة في مجال الأسرة. وذلك مدفع على البواعث والعوامل الحاثة إلى تطبيقه، داخلية كانت أو خارجية. ومن ناحية القانون، هذه القضية التي أساسها مباح كثر تطبيقها بطريقة سيئة حتى إضرار الغير، سواء على الزوجة أو على الأولاد. التعدد في الحال ليس مؤيدا لعمل الإسلام، بل مظهرا الضرر والمفاسد الأعظم المؤثرة على رضة الفاعل. هذه القضية تليق بالتحليل بنظر القياس لكشف حكمه كي يكون أساسا واضحا في حكم الإسلام.
هذا البحث العلمي يندرج في جنس البحث المعياري المكتبي الذي يستخدم طريقة التحليل الأصولي بنظر القياس. ويستخدم البيانات الثانوية المحتوية على المواد الأساسية، والثانوية، والتكميلية. ويستخدم أيضا طريقة جمع المعلومات لكونها طريقة جمع البيانات وطريقة التحليل الوصفي الأصولي لكونها طريقة تحليل البيانات.
أما نتيجة هذا البحث فهو أن تطبيق تعدد الزوجات يؤثر آثارا سلبية على الزوجة والأولاد التي تنظر من ناحية الدين، والقانون، والاجتماع، والنفس. لكن، تظهر المفاسد ولا تجلب المصالح أعظم. وهذه القضية تليق للتحليل بقاعدة القياس، فألحق إلى الزواج المؤسس على عدم قدرة الزوج في استيفاء الحقوق الزوجية. إن فعل ذلك فحصل الضرر وفساد الأسرة. والعلة المحتوية فيه وجود عدم الباءة والإضرار. ولذلك، إن كان التعدد مبنيا على هذا الشأن فحكمه حرام شرعا.
ABSTRACT
The phenomenon of polygamy often occurs in Indonesia and is always used as a persistent and complicated issue in the family. This is driven by several factors, both internal and external from various parties to realize this practice. By law, the practice of polygamy, which is legal in origin, is often practiced illegally, to the point of injuring other parties, both second wives and children. Polygamy is not a reinforcement of deeds in Islam, instead it creates harm with traumatic effects for anyone who does it. This phenomenon really needs to be studied through a fiqh proposal approach through the perspective of kiyas in order to know the legal clarity of this practice so that it can be used as a legal basis in Islamic law.
This research is a qualitative normative research that uses a conceptual analysis approach using the Kiyas theory as a blade of analysis. Meanwhile, the legal materials used are primary, secondary and tertiary legal materials. This study uses the documentation method as a data collection technique and descriptive analysis as a method of analysis.
The results of this study concluded that practically polygamy has a negative impact on wives and children in terms of religion, law, sociology, and psychology. However, the negative impacts (mafsadat) were very large and numerous. The polygamy problem fulfills the criteria to be analyzed with the Kiyas theory. The practice of polygamy like this can be analogous to marriage which is based on the husband's inability to fulfill his rights and obligations in the household. If you are forced to marry, it will cause danger and damage to the household. The illat that is contained is the inability of the husband to fulfill his desire and the potential for great danger. Thus, if polygamy is based and is carried out in a way that is not fair and causes danger, then polygamy is haram to be practiced.
ABSTRAK
Fenomena poligami sering terjadi di Indonesia dan selalu dijadikan sebagai isu pelik yang berkepanjangan dalam keluarga. Hal ini didorong dengan beberapa faktor, baik segi internal maupun eksternal dari berbagai pihak untuk merealisasikan praktik ini. Secara hukum, praktik poligami yang asalnya legal sering dipraktikkan secara ilegal, hingga menciderai pihak lain, baik istri kedua maupun anak. Poligami bukanlah menjadi penguatan amaliah dalam Islam, malah menimbulkan mara bahaya yang berefek traumatis bagi siapapun yang melakukannya. Fenomena ini sangat perlu dikaji melalui pendekatan usul fikih melalui perspektif kiyas agar diketahui kejelasan hukum dari praktik ini sehingga dapat dijadikan landasan hukum dalam hukum Islam.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif normatif yang menggunakan pendekatan analisis konseptual dengan memakai teori kiyas sebagai pisau analisis. Sedangkan bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data dan analisis deskriptif sebagai metode analisanya.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa poligami secara praktik berdampak negatif bagi istri dan anak ditinjau dari segi agama, hukum, sosiologi, dan psikologi. Kendati demikian, dampak negatif (mafsadat) yang lahir sangat besar dan banyak. Adapun masalah poligami ini memenuhi kriteria untuk dianalisa dengan teori kiyas. Praktik poligami seperti ini dapat dianalogikan pada pernikahan yang dilandasi ketidak mampuan suami menunaikan hak dan kewajiban dalam rumah tangga. Jika tetap dipaksakan menikah maka akan menimbulkan bahaya dan rusaknya rumah tangga. Illat yang terkandung ialah adanya ketidak mampuan suami dalam memenuhi hajat serta potensi bahaya yang besar. Dengan demikian, jika poligami didasari dan dilakukan dengan cara yang tidak berlaku adil serta menimbulkan bahaya maka poligami haram dipraktikkan.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Toriquddin, Moh | ||||||
Contributors: |
|
||||||
Keywords: | poligami; qiyas; ushul fiqh | ||||||
Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law | ||||||
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah | ||||||
Depositing User: | Muhammad Fashihuddin | ||||||
Date Deposited: | 03 Jun 2021 10:52 | ||||||
Last Modified: | 03 Jun 2021 10:52 | ||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/27298 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |