Optimasi uji toleransi varietas kedelai (Glycine max (L) Merril) pada cekaman kekeringan dalam media in vitro cair dengan polietilena glikol (PEG) 6000

Uyun, Qurrotul (2010) Optimasi uji toleransi varietas kedelai (Glycine max (L) Merril) pada cekaman kekeringan dalam media in vitro cair dengan polietilena glikol (PEG) 6000. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Thesis fulltext)
06520053_Skripsi.pdf

Download (7MB) | Preview
[img] Other (Appendices)
06520053_Lampiran.rar

Download (4MB)

Abstract

INDONESIA:

Kedelai merupakan sumber protein nabati yang sangat penting bagi kehidupan dan kesehatan manusia. Laju kebutuhan kedelai yang terus meningkat setiap tahunnya menjadi tantangan yang berat bagi pembangunan pertanian kedelai. Disisi lain muncul beberapa permasalahan antara lain keterbatasan lahan yang sempit sehingga dilakukan ekstensifikasi pada lahan marjinal seperti lahan masam, lahan kering atau lahan yang kesuburannya rendah. Kekeringan dapat menurunkan pertumbuhan dan produksi sehingga diperlukan suatu varietas yang mempunyai kemampuan untuk hidup dan berfungsi secara metabolis pada cekaman tersebut. Seleksi In vitro menggunakan PEG merupakan upaya untuk menguji varietas yang tahan terhadap cekaman kekeringan. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) untuk mengetahui respon epikotil varietas kedelai yang toleran, peka dan moderat terhadap cekaman kekeringan dengan media PEG 6000 media cair. (2) untuk mengetahui konsentrasi PEG 6000 yang mampu mensimulasi cekaman kekeringan pada media MS cair pada pertumbuhan epikotil kedelai.

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Genetics and Plant Culture Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, pada bulan Mei-Agustus 2010. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) factorial. Faktor pertama adalah varietas kedelai yang terdiri dari 3 taraf yaitu: Wilis, Tanggamus dan Grobogan. Faktor kedua adalah konsentrasi PEG 6000 yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu: 0%, 5%, 10% dan 15%. Data yang diperoleh dianalisi dengan ANAVA Faktorial, jika ada perbedaan pada varietas dan konsentrasi maka dilakukan uji BNJ dengan taraf signifikan 5%.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan respon epikotil beberapa varietas kedelai yang ditanam pada media MS cair Polietilena glikol pada variabel jumlah daun normal rata-rata paling banyak pada varietas Wilis yakni 2,6, jumlah daun layu tertinggi pada varietas Grobogan yakni 1,1875, persentase pertumbuhan tertinggi pada varietas Wilis yakni 77%, skor kerusakan eksplan rata-rata tertinggi terjadi pada varietas Grobogan (1,31), pada variabel pertambahan tinggi tunas epikotil belum bisa digunakan variabel cekaman kekeringa. Berdasarkan indeks sensivitas pada varietas Grobogan tergolong peka, varietas Wilis dan Tanggamus medium toleran. Konsentrasi PEG 5% pada media MS cair in vitro mampu mensimulasi cekaman kekeringan pada parameter tinggi tunas, jumlah daun normal, jumlah daun layu, persentase pertumbuhan, skor kerusakan eksplan dan indeks sensivitas. Pada perlakuan PEG 15% menunjukkan penghambatan paling tinggi pada semua parameter pertumbuhan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Savitri, Evika Sandi and Nashichuddin, Achmad
Keywords: Kedelai; Polietilena glikol; MS Cair
Subjects: 06 BIOLOGICAL SCIENCES > 0607 Plant Biology > 060703 Plant Developmental and Reproductive Biology
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Location: 060703
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 07 Jun 2016 13:26
Last Modified: 07 Jun 2016 13:26
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/2671

Actions (login required)

View Item View Item